harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Vicky: Sampah, Banjir, Macet, Torang pe PR

Bangunan liar ini seharusnya hanya tempat untuk membongkar ikan hasil tangkapan. Seiring waktu telah berubah fungsi menjadi tempat tinggal.

Harimanado.com- Kemarin, 14 Juli Kota Manado genap ke 396 tahun. Dari tahun ke tahun Kota Manado menghadapi tiga persoalan sangat kompleks.  Yaitu sampah, banjir dan kemacetan.

Wali Kota Dr GS Vicky Lumentut, mengakui mimpi buruk Pemkot Manado berhadapan dengan ketiga permasalahan ini.
“Kalau menuntaskan masalah sampah, banjir dan dan kemacetan, itu tidak akan mungkin kami lakukan dalam waktu yang singkat. Tidak semudah membalikan telapak tangan. Kami hanya mencoba meminimalisir masalah-masalah tersebut,” ungkap wali kota.
Menurutnya, selain melakukan terobosan dan melobi bantuan dari pemerintah pusat, pihaknya sangat mengharapkan dukungan masyarakat dalam tertib membuang sampah, tertib berkendaraan dan tertib terhadap lingkungan.
“Sebab bagaimanapun, sebesar apapun usaha pemerintah, jika tidak ada tindak lanjut dari masyarakat, semua program pemerintah akan sia-sia,” jelasnya.
Diuraikan wali kota dua periode ini,  masalah sampah dipicu oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Sumompo, yang sejak tahun 2015 lalu, dinyatakan over kapasitas. Volume sampah meningkat dari waktu ke waktu. Menurutnya, tahun ini riwayat  TPA tersebut telah tamat.
“Kondisi sudah tidak layak lagi. Karena sudah membukit. Ini akibat bencana banjir yang terjadi tahun 2014 lalu. Di mana, TPA kita menjadi tempat  membuang puing-puing atau sampah banjir yang sangat banyak,” jelas  Lumentut.
Karenanya, saat ini Lumentut membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di 11 kecamatan. Selanjutnya, memberikan bantuan motor sampah kepada 504 lingkungan.
“Saya berusaha mencari jalan keluar bagaimana mengatasi persoalan sampah ini. Makanya, sekarang ini kita sedang menyiapkan TPSS di 11 kecamatan, serta memberikan bantuan motor sampah kepada 504 lingkungan. TPS di pinggir jalan kita bongkar,” jelas orang nomor satu di Manado itu.
Lanjutnya, Pemkot juga sedikit terbantu dengan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara. Yang akan membangun TPA Regional di wilayah Wori, Kabupaten Minahasa Utara.
Related Posts
“Nantinya, sampah yang masuk kesana dari Manado, Bitung, Tomohon dan Minahasa. Ini sangat membantu  pengelolaan sampah di Kota ini,” tuturnya.
Sementara itu, dikatakan Wakil Wali Kota Mor D Bastiaan, pihaknya juga fokus pada upaya
penanggulangan banjir. Lagi-lagi, menurut Mor, penanganan banjir butuh peran serta masyarakat.
Dengan tidak membuang sampah di sungai dan tidak menebang pohon sembarangan. Ia juga mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Manado bukan hanya dipicu masyarakat setempat.
Sebab pada dasarnya, Kota Manado merupakan daerah yang paling dirugikan, karena berada di daerah hulu.
“Secara geografis, Kota Manado berada di bawah. Ketika hujan terjadi, air dari daerah hilir (daerah ketinggian) mengalir ke bawah. Sementara kita terus kekurangan daerah resapan,” jelasnya.
Selain masalah banjir kiriman, kata Mor, sistem drainase yang usang dan sungai yang tidak dikeruk juga menjadi penyebab banjir.  “Kalau drainase usang, air tidak akan mengalir dengan baik. Kalau tersumbat air akan meluap. Begitu pula jika sungai tidak dikeruk. Di sisi lalin, sungai tidak boleh dikeruk terlalu dalam. Bisa bahaya. Air laut bisa naik,” tuturnya.
Soal macet, dijelaskan Mor, hal tersebut dipicu oleh makin banyaknya kendaraan yang beroperasi di Kota Manado. Selain itu, disebabkan oleh kendaran yang parkir bukan pada tempatnya.
Sementara, Kota Manado menjadi pusat. Banyak kendaraan dari luar daerah yang datang memadati kota ini. Seperti Kota Bitung, Tomohon, dan Minahasa Raya.
Namanya juga ibukota, pusat beraktifitas pasti di sini.
Di sisi lain, setiap bulan ribuan kendaraan baru dikeluarkan dari diler. Dan bayangkan saja, jika ada kendaraan yang parkir di badan jalan, otomatis akan terjadi penyempitan. Alhasil terjadilah macet,” bebernya.
Dan untuk menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya melalui Dinas Perhubungan Kota Manado, tegas memberikan efek jera bagi kendaraan yang kumabal. Dengan melakukan penggembosan ban dan penderekkan kendaraan.
“Penggembosan ban kepada kendaraan yang parkir sembarangan sangat efektif. Efek jera ini akan terus kami berikan, supaya jalanan Kota Manado makin tertib,” tutupnya. (cen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.