harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Saksi Ceritakan Kronologi Remaja Tewas di Pipa Bendungan

Harimanado.com, SANGIHE– Bendungan yang menelan korban jiwa Christian Samuel Wahe di Desa Manente, Tahuna, telah dipolice line polisi.

 

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui penyebab pemuda usia 15 tahun tersedot ke dalam pipa bendungan.

Korban tewas Terjebak dalam pipa bendungan di Tahuna, sejak Jumat (18/1). Ditemukan Selasa (21/1) pagi.(foto:wa)

Menurut teman korban Renaldi Humena, korban dan delapan orang teman lainya Jumat sore sekitar jam 15.00 Wita mandi di bendungan di Kelurahan Manente.

 

Mereka tidak bersamaan datang. Begitu juga saat pulang, mereka jalan masing-masing.

 

Jelang malam teman Christian penasaran, korban tidak kunjung sampai di rumah.

 

“Pada saat pulang dia (korban) tidak ada sehingga kami mencari sampai jam 18.00 Wita namun tidak ditemukan sehingga kami pulang,”kata Renaldi pucat.

 

Entah karena cemas, mereka balik ke bendungan Sabtu (18/1). Tak ada tanda tanda jejak korban.

”Kami hanya menemukan kaos warna hitam milik korban namun korban belum ditemukan dan kaos tersebut kami bawa pulang,” jelasnya saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

 

Related Posts

Sedangkan salah satu saksi yang juga teman korban menuturkan, korban tiba di lokasi (bendungan) bersama sama dengan Renaldi Humena.

 

Ketika mereka hendak pulang, korban masih berada di air sambil berjalan menuju ke bagian hulu.

“Saat dipanggil hanya menoleh dan tidak ikut pulang dan beberapa saat kemudian dilakukan pencarian sudah tidak ada,”katanya.

 

Sebelum ditemukan, ibu korban Anita Wahe (46) mendatangi Polsek Tahuna pada Senin (20/1) melaporkan anaknya Cristian Samuel Wahe hilang sejak Jumat (17/1) setelah mandi bersama dengan teman- temanya dibendungan air di Kelurahan Manente.

 

“Saya baru mengetahui kalau dia tidak bersama dengan teman- temannya, pada hari Senin (20/1) salah satu orang tua dari teman anaknya mengantarkan kaos milik Cristian ke rumah dan pada saat itu saya baru mengetahui anak saya hilang,” tutur Anita kepada petugas kepolisian.

 

 

Setelah menerima laporan anak hilang, Polsek Tahuna bersama warga dan Basarnas langsung turun ke lokasi untuk mencari korban di sekitar bendungan.

 

Setelah melalukan pencarian pada Selasa (21/1)  pukul 04.30, korban Cristian Samuel Wahe ditemukan berada dalam belokan pipa saluran air sekitar 10 meter dari bendungan.

 

Kondisi korban sudah  meninggal dunia, setelah itu korban langsung dievakuasi oleh personil Polsek Tahuna.

Sementara itu pihak kepolisian masih masih melakukan penyelidikan terhadapkejadian ini dengan mengumpulkan saksi- saksi.

“Masih mendata sakdi-saksi yang terakhir kali bersama korban guna penyelidikan lanjut,” ujar Kasubag Humas Polres Sangihe IPTU Jakub Sedu Selasa (21/1) di Tahuna. (rps)

Leave A Reply

Your email address will not be published.