harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Puncak Hari Patriotik, Sambutan Ketum KKIG Kecewakan Warga Manado

Harimanado.MANADO- Peringatan  Hari Patriotik Gorontalo ke-78 di Manado boleh dikata berjalan baik.

 

Sejak pembukaan di TKB sampai jalan sehat di Warkop Kemang berlangsung mulus, meski ada saling kritik di medsos.

 

Begitupun acara malam penutupan di Lapangan Sparta Tikala Manado, Minggu (26/1) malam, berlangsung sukses.

Ribuan orang hadir. Para tokoh agama dan masyarakat ikut serta. Termasuk warga Gorontalo ikut hadir.

Pengisi acara berupa tarian khas Goromtalo juga mendapat apresiasi dari penonton.

Namun sayang, acara paguyuban yang menjunjung kerukunan yang hebat dan dikemas bagus, mengecewakan pengurus KKIG Manado.

Mereka kecewa isi sambutan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Sjafruddin Mosii yang dinilai sangat politis karena bicara politik identitas.

Tanpa sadar  Sjafruddin mengajak warga Manado asal Gorontalo untuk berpartisipasi dalam Pilkada Manado 2020, dengan cara memilih calon kepala daerah berdarah Gorontalo.

Bahkan, tak tanggung-tanggung dia menyebut dua nama bakal calon kepala daerah Kota Manado yang berasal dari Gorontalo, yakni Hi Ulyas Taha dan Hi Amir Liputo.

Related Posts
dlm artikel

Kata Mosi karena Amir tidak kelihatan serius, maka kandidat adalah Ulyas Taha Ketua PWNU Provinsi Sulut.

”Cuma Pak Amir ini serius atau tidak. Saya keliling di Kota Manado belum pernah lihat baliho Pak Amir setelah memberikan pernyataan. Kalau memang tidak mau maju, jadi kita fokus saja ke Bapak Ulyas Taha,” tandas Mosii berapi api.

Seperti dikutip dari kliknews, pengurus KKIG Manado tampak kecewa dengan isi sambutan Sjafruddin Mosii.

Bahkan, sempat terdengar teriakan seruan untuk mengganti Ketua Umum KKIG. “Ganti Ketum!” teriak seorang pengurus KKIG Manado warga mengenakan kemeja putih bercorak orange, bertuliskan KKIG.

Beberapa warga terlihat langsung saling berbisik dan menunjukkan mimik wajah tak senang. “Nda etis sambutan berbau kampanye, apalagi KKIG organisasi paguyuban,”tukas Lukman Polim warga Goromtalo.

Sejumlah tokoh asal Gorontalo yang berada di samping panggung utama juga terpantau terus menggeleng-gelengkan kepala, saat sambutan Sjafruddin. Seakan menunjukkan kekecewaannya.

Ketua Panitia Hery Anwar tampak langsung meninggalkan lokasi acara.

Tak lama kemudian rasa kecewa Herry dituangkan dalam FB. Ia menyatakan panggung KKIG bukan untuk kampanye politik.

Herry pun minta mengundurkan diri dari KKIG Manado.(hm/klikn)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.