harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Kasus Virus Corona, Ini Ultimatum IDI Sulut

Harimanado.com, MANADO – Kekacauan adanya virus corona di Wuhan, Tiongkok. Akhirnya mendapat perhatian dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pasalnya, pneumonia adalah infeksi akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroonganisme seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru.

Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia. Namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di Negara berkembang. Hal tersebut ditegaskan Ketum Pengurus Besar IDI Dr Daeng M Faqih SH MH melalui, dr Taufiq Pasiak Wasek IDI Sulut sekaligus Sekretaris Bidang Leadership PB IDI.

“Premonia dibagi menjadi tiga yaitu community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP) dan ventilator associated pneumonia (VAP), yang dibedakan berdasarkan darimana sumber infeksi dari pneumonia. Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas,” kata Taufik, mengutip press release PB IDI, Senin (27/1) kepada Harian Manado.

Dia membeberkan bahwa saat ini sedang terjadi kasus-kasus pneumonia berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya adalah coronavirus jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV). Kasus ini kemudian meningkat cepat, hingga 23 Januari 2020 dilaporkan telah mencapai 830 lebih kasus di seluruh dunia dan 25 orang meninggal dunia.

Related Posts
dlm artikel

“Selain di Wuhan, beberapa Negara juga melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan yaitu Thailand, Hongkong. Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan dan USA. Namun WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk tranveler perdangangan dengan Tiongkok. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamanan,” beber akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini.

Dia menuturkan, gejala yang muncul pada pneumonia ini mirip dengan pneumonia pada umumnya, diantarannya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas.

“Jadi perlu diwaspadai pada orang lanjut usia atau memiliki penyakit lain, memiliki resiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi. Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secarapasti. Namun rata-rata gejala timbul 2-14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan. Namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia,” tegas Presidium Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulut ini.

Untuk itu, dr Taufik meminta masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap tenang. Bahkan, updating terus perkembangan info hanya dari pihak yang berwenang.

“Pemerintah jangan sampai lengah, dan luput memberikan perlindungan kepada masyarakat. Untuk sementara waktu baiknya ditutup dulu arus orang, dan kunjungan wisata dari China, sampai waktu yang dianggap sudah nyaman,” pinta Pasiak. (tr09/but)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.