harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Banteng Dinilai Galau di Pilwako Manado, Ini Penyebabnya?

Harimanado.com, MANADO — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ini, dari beberapa kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Hanya Pilwako Manado yang dinilai menjadi barometer politik di Bumi Nyiur Melambai (Sulut,red). Untuk itu, semua partai politik (Parpol) pemilik suara di DPRD Manado cukup berhati-hati menentukan pasangan calon (Paslon).

Bahkan, sekelas PDI Perjuangan, yang notabene peraih kursi terbanyak di Pileg 2019 kemarin. Sampai hari ini, belum berani mengumumkan Paslonnya. Bahkan, partai berlambang kepala banteng ini, dikabarkan galau siapa kandidat yang akan diusung, khususnya calon wakil walikota.
“PDIP dalam posisi dilema di Pilwako Manado. Sebab, Olly Dondokambey mengingkan 02 dari representatif muslim. Sementara, kader PDIP lainnya tidak mempersoalkan kombinasi tersebut. Sesama nasrani pun mereka yakin bisa menang,” kata salah satu sumber yang meminta namanya jangan dikorankan, Jumat (21/2).

Dia menegaskan, dilema tersebut yang membuat PDIP sehingga belum mengeluarkan nama-nama Paslon yang akan bertarung di kabupaten kota se-Sulut.
“Coba lihat, kan provinsi lain sudah umumkan Paslon kabupaten/kota. Sulut hanya Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur ODSK (Olly Dondokambey-Steven O Kandouw). Jadi, ini mengambarkan bahwa ada yang belum selesai secara internal,” tegas sumber yang sama.

Ketika dikonfirmasi, Lucky A Senduk, salah satu Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulut membantah kebenaran informasi tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak ada dilema dalam penentuan Paslon Pilwako Manado.

“Tidak ada dilema, tapi proses sementara jalan yakni pemetaaan geo politik dan survey,” ujarnya, kemarin malam.
Senduk menuturkan, pihaknya belum mengumumkan Paslon Pilwako Manado dikarenakan Manado menjadi target utama. “Makanya PDI Perjuangan mempersiapkan sebaik-baiknya untuk pemenangan,” jelas mantan Komisioner KPU Kota Manado ini.

Related Posts
dlm artikel

Ketika ditanyai, faktor dilemanya PDIP karena perbedaan pendapat di internal. Karena, terendus Ketua DPD PDIP Sulut OD menginginkan calon wakil representatif muslim. Sementara dipihak lain, kader PDIP tidak mempersoalkan kombinasi tersebut. Lucky menegaskan, pihaknya sama sekali tidak melihat soal komposisi Paslon seperti hal itu. “Faktor utama adalah elektabilitas calon harus lebih dari elektabilitas partai, serta kapasitas calon harus mumpuni,” bebernya.

Sementara faktor representasi agama bukanlah menjadi pertimbangan, lanjut Lucky. Karena menurutnya, PDI Perjuangan merupakan partai nasionalis yang mempunyai Ideologi jelas, yakni Pancasila. “PDI Perjuangan mempunyai modal soliditas kader yang bergerak bersama rakyat tanpa melihat atau membedakan agama,” tutup Senduk.

Sementara itu, Direktur Tumbelaka Institute Taufik Tumbelaka menganalisa, Pilwako Manado dalam sejarahnya selalu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi PDIP.

“Walaupun untuk posisi kekuatan politik di Manado merupakan Parpol papan atas. Namun Pilwako Manado selalu menghadirkan mimpi buruk kegagalan (PDIP) melahirkan kemenangan. Tampak untuk Pilwako Manado 2020, PDIP melakukan kalkulasi politik ekstra, guna memecah mitos selalu kalah,” urainya.
Tak hanya itu, disebut Taufik, PDIP juga melakukan kalkulasi tentang kemungkinan melakukan strategi politik harmoni. Dimana mengakomodir kekuatan aliran politik sebagai bentuk representasi politik.

“Di masa lalu, politik harmoni berhasil dilakukan oleh Jimmy Rimba Rogi dengan menggandeng Abdi Buchari sebagai figur yang diposisikan sebagai representasi muslim,” tutup Tumbelaka. (ian/but)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.