harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Warga Sulut Dirongrong Virus, Hasil 36 Orang Diumumkan Kamis

Harimanado.MANADO – Wabah virus Corona (Corvid-19) akhirnya meneror warga Sulut. Di mana-mana suasana jadi mencekam,
sejak Sabtu (14/3) sampai tadi malam.

Semua orang bicara tentang  Virus asal Wuhan China yang menyerang Hi B (51) warga Kelurahan Bailang (kompleks pasar Bobo), Kecamatan Bunaken.

Pemerintah Sulut, kabupaten dan kota serta masyarakat  pun panik bercampur  cemas.

Sampai-sampai sejumlah warga mempertanyakan penanganan lebih lanjut lokasi terhadap tempat Hi B, warga Kecamatan Bunaken, Kota Manado yang dinyatakan positif Corona.

Pemerintah Provinsi langsung gerak cepat. Sabtu akhir pekan lalu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey langsung gelar rapat Sabtu malam.

Olly mengakui saat ini ada pasien positif corona yang sedang ditangani RSUP Kandou Malalayang.

“Dua yang sementara diisolasi yaitu pasien yang positif terinfeksi Covid-19 dan satu keluarga/kerabat,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Olly, ada 36 orang sedang dilacak dan sudah diketahui posisinya. Sudah diambil sampel darah dan dikirim ke Jakarta. “36 orang tersebut yang diketahui kontak erat (langsung) dengan pasien nomor 58 tersebut,” terangnya.

Pihaknya pun akan mempersiapkan anggaran Rp 45 Miliar.

“Saat ini telah ada anggaran 3,5 miliar,” ucapnya. Anggaran tersebut, kata Olly, untuk menambah ruang isolasi yang saat ini baru 10 ruangan. Selain itu juga akan disediakan rumah singgah dan laboratorium.

“Ruang isolasi RSUP akan ditingkatkan menjadi 80 kamar. Lab juga akan segera disediakan. Jadi tidak menunggu dari pusat lagi,” tandasnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Manado Yohanes Patari mengatakan bahwa Tracing bagi rombongan umroh yang tiba tanggal 4 Maret 2020 bersamaan dengan pasien positif Covid-19 menjadi pengawasan Dinkes. “Itu pengawasannya Dinkes,” ucapanya.

Sementara, Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel MPH mengaku, untuk warga yang kontak langsung dengan pasien nomor 58 tersebut sudah dilakukan protap self quarantine atau karantina rumah.

Related Posts
dlm artikel

Dari informasi terpercaya diperoleh, pasien yang dinyatakan positi corona sebelumnya telah memeriksakan diri di berbagai fasilitas kesehatan.

Awalnya di RS Sitty Maryam, kemudian ke Klinik Madani, di Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, dengan keluhan diabetes melitus dan gagal ginjal.

Setelah diperiksa di Klinik, selanjutnya pasien memeriksakan diri di RS TNI Wolter Monginsidi Teling dan lanjut ke RS Pancaran Kasih di Jalan Sam Ratulangi Manado.

Di RS Pancaran Kasih, pasien diopname selama dua hari dengan perawatan seperti biasa dilaksanakan para perawat maupun dokter.

“Pasien tidak memberitahukan riwayat perjalanan bahwa yang bersangkutan baru selesai melakukan perjalanan ibadah umroh di Mekkah, Arab Saudi,” ujar sumber ini, sembari meminta namanya dirahasiakan.

Namun setelah kondisi pasien berangsur-angsur menunjukkan gejala mengarah pada Covid-19, maka pasien dirujuk ke RSUP Kandou Manado. Setelah dilakukan isolasi barulah pasien mengakui bahwa dirinya belum lama kembali dari Arab Saudi.

Perjalanan ibadah umroh tersebut diakui juga oleh Pimpinan Ponpes Hi MA di Bailang yang sama-sama umroh dengan pasien.

“Kami tiba di Manado tidak bersamaan. Haji B bersama keluarga tiba di Jakarta tanggal 2 Maret. Dua hari di Jakarta, nanti 4 Maret 2020 di Manado. Kami pulang dari Mekkah tidak bersamaan dengan pak Haji. Pasien Hi B mengidap diabetes dan selama umroh dibantu kursi roda,” tutur MA.

Pengurus Klinik Madani dr Suyanto Yusuf membenarkan Hi B berobat ke klinik sekira 4 Maret, pukul 22.00 Wita. Pasien BPJS ini datang dengan keluhan lemah badan dan pusing. Punya riwayat DM dan luka di kaki.

“Pasien langsung masuk dalam ruangan tindakan dan sendiri dalam ruangan itu,”katanya.

Untuk antisipasi, petugas medis, bagian admin, perawat semua menggunakan masker dan handscoon. Dokter telah periksa dan diberikan obat.

Tiga petugas medis sudah melakukan pemeriksaan laboratorium di Dinkes Sulut.

“Setiap hari saya memantau perkembangan tim medis klinik yang kontak, sampai tadi siang jam 12.00 masih dalam keadaan sehat wal Afiyat,”aku Suyanto.(an1/hm)

 

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.