harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Felly Runtuwene Beber Srtategi Rapid Test Covid-19

Harimanado.con,JAKARTA–Instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menggunakan strategi Rapid Test Covid-19 secara massal, terukur, dan menyeluruh seperti yang dilakukan Korea, akan menjawab keresahan nasyarakat mendapat tanggapan dari legislator asal Sulawesi Utara (Sulut) Felly Estelita Runtuwene.

Menurut Ketua Komisi IX DPR RI itu, bahwa Rapid Test Covid-19 membutuhkan strategi khusus karena aspek demografi Indonesia dan Korea sangat jauh berbeda. Dari jumlah penduduk, politikus NasDem ini menyebutkan bahwa penduduk indonesia 5 kali lipat dari penduduk Korea Selatan yang hanya 51 juta. Dari angka tersebut sudah dipastikan kompleksitas jauh lebih besar.

“Demograsi dan geografis juga berpengaruh pada pelaksanaan Rapid Test massal virus corona ini. Pulau Jawa khususnya menjadi daerah dengan positif corona terbanyak, dan penduduknya yang mencapai 141 juta orang, menyisirnya harus ada strategi khusus, juga protokol yang jelas” tutur Runtuwene.

Lanjutnya, protokol berupa Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) menurutnya sangat ditunggu masyarakat dan para pelaksana teknis di daerah. Hal itu akan menjadi acuan bersama bagaimana para pelaksana mempunyai standar yang jelas mengenai penanganan wabah hingga proses  isolasi di rumah sakit rujukan. 

Related Posts
dlm artikel

“Protokol itu outputnya adalah keberhasilan kebijakan Rapid Test Corona secara massal. Dengan kata lain menjadi ujung tombak. Juga pelaksana harus disiplin dalam pelaksanaannya. Kelonggaran-kelonggaran dalam situasi saat ini harus diperkecil guna keberhasilaan penanganan corona,” imbuhnya.

Selain itu, Felly juga menginginkan mitigasi Orang Dengan Pengawasan (ODP) dengan Pasien dengan Pengawasan (PDP) segera dipercanggih lagi. Ia membayangkan kerumitan di lapangan akan terjadi tatkala perpindahan orang secara massif tidak bisa ditelusuri dengan tuntas. Alhasil, terjadi kantung-kantung ODP dan PDP bahkan pasien positif baru di wilayah yang sebelumnya bersih.

“Ini yang kita tidak inginkan, penyebarannya yang tidak terlacak oleh sistem yang canggih,,” katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk melakukan Rapid Test massal terhadap semua orang yang mempunyai potensi paling besar tertular seperti orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif corona. Selain itu, Joko Widodo menganjurkan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, menyiapkan fasilitas rumah sakit dan fasilitas lain untuk isolasi, menghentikan ekspor alat kesehatan, perlindungan maksimal terhadap tenaga kesehatan, serta memastikan stok pangan aman.(tr01)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.