harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Eksperimen Presiden The New Normal Berdamai dengan Virus

Jadikan Rakyat Prihatin Namun Pasrah Benarkah NKRI Colaps !!!

Oleh:
Firasat Mokodompit

PERTANYAAN pertama apakah NKRI sudah Colaps?

Tanda tanya itu mengingat belum tuntas masalah penyebaran pademi, tangani Bansos -BLT-  Kartu Bantuan Kartu Kerja, BPJS.

Kondisi muram ini disertai tekanan ekonomi, gula naik 2x lipat, bawang merah dan bawang Putih, Tarip TDL PLN 900-1200, dan lain lain naik.

Tapi anehnya,  koq harga BBM stagnan? Padahal harga minyak dunia anjlok ke level USD 30an/ barel.

Belum tuntas semua masalah diatas itu Tuan.Presiden turunkan kebijakan THE NEW NORMAL.

“Bungkahe dari mana ley ini Mr.Presiden,”kata sahabat saya.

Di tengah putus asa. Batinku mengakui Inilah potret NKRI yang sedang sakit, dilanda kebijakan eksperimen.

Yang rakyat harus terima dengan keprihatinan.

Coba kita simak uji coba Mr President.

Eksperimen  I; Di tengah fakta menyebarnya PADEMI Covid-19, dan diberlakukannya berbagai Kebijakan stay at home, Social & Physical Distancing, PrayFromHome, Isolasi Terbatas hingga PSBB , meledak informasi TKA China masuk dengan mudah ke Morowali dan beberapa titik Investasi China termasuk Conch Semen Solog Inobonto 2 Bolmong.

Eksperimen II; Di mana- mana rakyat teriak, mana bansos yang merupakan hak rakyat sesuai Pembukaan Undang- Undang NKRI Konstitusi kita.

Sampai ada Kata kata goblok dari Bupati Boltim yang berbuah manis, di mana rantai birokrasi bantuan dipangkas agar rakyat bisa cepat dapatkan haknya.

Related Posts

Penyebaran Pademi belum ada perkembangan bisa dihambat bahkan bertambah terus Tuan Presiden.

Justru keluarkan Kebijakan THE NEW NORMAL, yang banyak berpendapat bahwa Mr.Presiden mulai lepas tanggung jawab dan pasrah karena The New Normal itu sama dengan minta rakyat untuk mandiri.

Kembali ke kehidupan normal tanpa menunggu bantuan.

Ini jelas konyol. Sepertinya minta rakyat bunuh diri massal.

Jika Trend Pademi Covid -19 sudah terkendali, Kecenderungan mulai tertangani dengan banyaknya yang sembuh, maka mungkin bisa, namun ini sebaliknya Pademi Covid- 19 masih merajalela.

Eksperimen III; Tuan Presiden meminta Kita Rakyat Berdamai dengan Pademi Covid-19.

Ini virus kita minta berdamai. Sama  saja kita diminta bunuh diri oleh Tuan Presiden.

Maaf kami belum suka mati konyol. Agama mana pun melarangnya.

koq bisa Tuan Presiden minta berdamai dengan Wabah.

Eksperimen IV: Kebijakan BPJS yang telah dibatalkan kenaikannya dengan putusan Mahkamah Agung namun dengan enaknya Tuan Presiden naikkan BPJS kelas 1 dan 2 (Pelanggaran Putusan MA), rakyat jadi korbannya.

Eksperimen V ; Kebijakan tarif listrik, untuk 900 -1200 Kva, Kebijakan Ansuran Kredit Kendaraan, KredIt Usaha, Belum semua dilaksanakan.

Seharusnya semua kebijakan ini dievaluasi dulu. Rakyat sudah menjerit Tuan Persiden, dengan berbagai kebijakan pengetatan yang implikasinya sendi sendi sosial rakyat diputus, namun justru Kebijakan Pemerintah pusat banyak membingungkan.

Kami Rakyatmu patuh Aturan, patuh undang- undang, patuh konstitusi,patuh dan laksanakan himbauan pemerintah, namun koq tega teganya Tuan Presiden melanggara dan menghianati kami.(hm)

Poigar, 29/05/2020.

Leave A Reply

Your email address will not be published.