harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

The Only VAP

CATATAN:
Idam Malewa

 

BOS Partai Nasional Demokat (Nasdem) Surya Paloh, kemungkinan tidak nyaman pekan ini.

Dia mengalami dilemma dan serba salah. Lantaran bingung memberikan kepada siapa satu tiket pilkada Sulut.

Politisi brewok ini butuh ruang kontemplasi untuk menentukan siapa yang beruntung menerima tiket untuk calon gubernur Sulut periode 2020-2025.

Sekelas Surya Paloh tidak akan gegabah. Selalu berhitung, menang dan menjadi pemenang.

Kalau Surya pengagum ahli perang klasik China Sun Tzu, maka dia akan menggunakan lima variabel kemenangan. Salah satunya kondisi daerah dan panglima perang.

Kalau pilkada ibarat perang, maka untuk merengkuh kemenangan hingga akhir pertempuran, bos Media grup ini butuh calon yang kuat.

Nasdem butuh politisi berkarakter, yang mampu menyaingi lawan terberat dari PDIP, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK). Serta punya kapasitas dan berprestasi.

Sejauh ini, ciri-ciri yang dibutuhkan SP di pilgub Sulut cukup tersedia. Ada GSV Lumentut, Elly Lasut dan srikandi Vonnie Panambunan (VAP).

Mereka semua politisi papan atas. Punya basis massa. Kuat logistik dan selalu menang dalam pertempuran.

Para pengamat politik terbelah untuk menyimpulkan kepada siapa arah telunjuk SP. Sebagian mengunggulkan Elly Lasut. Tapi banyak juga dengan kalkulasi berbeda ungulkan VAP. Sementara nama wali kota Manado Vicky Lumentut makin memudar.

VAP yang dua kali meraih kemenangan pilkada di Minahasa Utara terkenal dengan bakal calon terkuat.

Punya kekuatan finansial sangat besar untuk harga sebuah pilkada. Tim pendukung bergerak massif. Alat kampanye bertebar di mana-mana. Jauh melebihi kandidat lain.

Namun, investasi politik VAP di Nasdem terlalu mudah disaingi Elly. Padahal, Elly  tidak sekuat VAP dalam urusan logistik. Tapi, dokter Elly punya karakter seorang leader.

Yang menarik ada fatsoen di Nasdem bahwa dalam satu kontestasi berbeda, di pilkada kabupaten/kota dan skala provinsi, tidak dibolehkan orang tua dan anak, atau suami dan istri diusung Nasdem.

Konon, isu berkembang Nasdem akan mengorbankan salah satu kerabat. Kebetulan Elly, VAP dan Vicky punya kerabat dekat yang didorong ikut pilkada di tingkat kabupaten/kota.

Elly ada istrinya Telly Tjanggulung. VAP ada anaknya Sintia G Rumampe dan Vicky juga mendorong istrinya Paula Runtuwene.

Hanya saja khusus pilkada di Sulut, Kita tidak terlalu yakin, SP akan terapkan fatsoen seperti itu.

Terlebih khusus untuk VAP. Artinya tingkat probabilitas VAP menerima tiket Partai Nasdem lebih tinggi dibanding Elly atau Vicky.

Kenapa VAP? Alasannya bisa dicerna. Sejak VAP manuver ke Nasdem, meninggalkan Gerindra, namanya menjadi sorotan.

VAP salah satu kunci di Pemilu 2019, rotasi kursi di DPRD Minut dan dapil Minut Bitung untuk DPRD Sulut melonjak.

Related Posts

Kelebihan lain, VAP punya mobilitas tinggi di atas rata-rata. Apalagi, yang ada kaitan dengan bantuan. Semua orang akan mengakui keunggulan VAP.

Dengan segenap keunggulan di atas dua kandidat, isarat SP akan memberi dua tiket pilkada kepada VAP di Sulut dan anaknya di Pilkada Minahasa Utara berpeluang terjadi.

Dan, tanda-tanda itu bisa terwujud. Karena saat ini VAP sudah ke Jakarta. Sudah ketemu om brewok. Meski secara bertepatan ada juga Elly Lasut, di Jakarta untuk urusan Talaud.

Bicara peluang, baik VAP, Vicky dan Elly sama-sama kuat. Walau VAP masih unggul.

Kalau SP ingin Nasdem bersaing ketat di pilkada Sulut, maka alternatif terakhir adalah memilih calon yang kuat dan memenuhi aturan main.

Ada apa dengan rule of game? Kita coba tracing status Elly Lasut.

Kalau Nasdem jeli, maka frasa UU Pilkada Nomor 10/2016 yang telah direvisi pasca putusan MK RI (Pasal 7 ayat (2) huruf g UU No. 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada) tentang syarat calon kepala daerah) maka Nasdem akan menguji dengan serius status masa bebas murni Elly Lasut.

Revisi UU Pilkada sudah ditindaklanjuti KPU melalui PKPU nomor 1/2020 yang bunyinya setelah lima tahun bebas dari pidana penjara.

 

Kalau menggunakan yurisprudensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut saat pilkada Sulut 2015, Elly digugurkan pencalonan, lantaran oleh KPU setelah pertimbangan Kemenkumham, Elly masih berstatus tahanan sampai masa tahanan hingga Agustus 2016.

Berikut kutipan berita 2015 terkait tidak lolosnya Elly dalam penetapan calon oleh KPU Sulut.

“Setelah diteliti akhirnya tidak lolos dalam penetapan calon karena masih berstatus tahanan hingga tanggal 24 Agustus 2016,” kata Jessi Momongan Agustus 2015

Jesi menyatakan KPU Sulut sudah melakukan pengecekan lebih dari satu kali ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait dengan status hukum Elly.

“Kami melakukan check and recheck langsung ke Kemenkumham,” tuturnya.

Nah, kalau menggunakan referensi 2015, berarti Elly bebas murni sekira 2016. Kalau menggunakan logika matematika, masa bebas pidana penjara Elly dimulai Agustus 2016-Agustus 2021.

Tapi, di rimba politik. Tafsir menafsir bukan hal tabu. Bisa saja, kacamata KPU periode sekarang menyatakan Elly sudah di atas lima tahun.

Dari beberapa aspek, peluang ada di tangan VAP. Peluang itu agak sulit ditemukan di figur lain.

Tapi, kalau peluang itu tidak didapat VAP, maka ada hal yang bisa saja dilakukan VAP. Yang tidak akan menguntungkan SP dan Nasdem.

Kalau SP terpaksa mendengar masukan lawan-lawan VAP, supaya tidak mengakomodasi VAP, maka kemungkinan VAP akan menjadi kuda troya untuk Nasdem.

Artinya, ada beberapa poin yang tidak akan menguntungkan Nasdem dan SP.

Pertama; VAP tidak bisa didikte Partai Nasdem. Karena apa yang ditakutkan para kepala daerah di Nasdem tidak ada lagi.

Kedua; VAP yang merasa terluka dan kecewa akan mengalihkan dukungan ke calon lain.

Ketiga; VAP yang bukan politisi loyal dengan satu partai, akan memilih sikap pragmatis.

Keempat; Peluang VAP mendukung ODSK sangat kuat, karena yang ditakuti para kepala daerah periode lalu, sekarang ada di PDIP. Dan VAP bisa meminta kongsi kepada PDIP, kalau dia masuk PDIP, maka 2025, dia punya peluang jatah tiket calon gubernur setelah OD. Dan itulahThe Only VAP.(*)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.