harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
bolsel
syarikatislam

Eyang Masih ‘Jual Mahal’ di Cawagub,  Liando : Sehan Mendongkrak Elektabilitas Pasangan

Harimanado.com.BOLTIM– Bandul politik jelang Pemilihan Gubernur Sulut (Pilgub) 2020 bergerak kian cepat.
Semenjak Olly Dondokambey-Steven Kandouw  (ODSK) telah deklarasi merajut kembali di pilgub 2020, para kontestan
seperti Vonnie Anneke Panambunan (VAP)  dan Christiany E Paruntu (CEP) sibuk cari pasangan untuk cawgub.
Yang lagi diwacanakan isu CEP yang digadang-gadang akan meminang Ketua DPW PAN Sulut Sehan S Landjar.
Related Posts
jrbm
Ami Eyang makin popular, sejak video viral Bupati Boltim April lalu.
Ketua DPW PAN Sulut saat diwawancarai mengatakan, ada beberapa partai yang melirik.
Mereka terang terangan menawarkan untuk berpasangan dengannya sebagai calon wakil gubernur Sulut.
“Tentunya, saya tidak tertarik akan tetapi saya terdorong. Tetapi, kalau tertarik berarti ada sekak, diantara yang menarik karena masih ada pernyataan menarik, tapi kalau terdorong tidak ada sekak ,” kata Sehan, saat diwawancarai Harian Manado, Rabu kemarin.
Pengamat politik Unsrat Dr Ferry Liando mengatakan, nama- nama yang muncul sebagi bakal calon gubernur di media seperti Olly Dondokambey, Tetty Paruntu, Vonnie Panambunan, dan Elly Lasut adalah figur-figur yang memiliki kelebihan masing-masing.
Sekarang sulit mencari pembeda diantara mereka. Kemungkinan suatu saat masyarakat pemilih akan kesulitan membedakan mereka.
“Kesulitan itu, karena semuanya seimbang. Sehingga, untuk menentukan pembeda antara mereka adalah sosok calon wakil gubernur. Calon wakil gubernur bisa saja akan menaikkan digit kekuatan Electoral yang kemudian bisa berbeda dari bakal calon lain, maka pasangan bakal calon wakil kepala daerah sangat menentukan,” kata dosen pascasarjana program kepemiluan Unsrat  itu tadi malam.
Lanjutnya, jika figur itu populer dan memiliki reputasi yang baik, maka pengaruhnya akan bergerak naik. Apalagi figur itu melekat identitas khusus. Apakah karena latar belakang agama, etnik ataupun faktor kewilayahan. Jika, semua bakal calon gubernur yang disebut-sebut selama banyak didominasi oleh etnik Minahasa dan Kristen, maka etnik-etnik lainnya akan menjadi laku.
“Apakah etnik Nusa Utara atau etnik BMR. Figur di dua etnik ini, bukan hanya melekat identitas wilayah tapi memang kapasitas dan kualitas tokoh-tokoh sana sangat banyak yang memumpuni dan punya reputasi bagus. Sehingga sangat wajar jika ada beberapa bakal calon gubernur sangat tertarik mengajak figur disana untuk dipaketkan sebagai bakal calon wakil gubenur,” ungkap akademisi unsrat ini.
Lebih jauh kata Liando, salah satu nama yang sering disebut media adalah Sehan Landjar. Bupati Boltim ini paling banyak dilirik karena pertama, memimpin parpol yang memiliki 2 kursi di DPRD hasil pemilu. Bagi parpol yang tidak mencukupi ambang batas pencalonan tentu membutuhkan kursi tambahan agar syarat ambang batas terlenuhi. Kepemilikan 2 kursi di DPRD menjadikan kursi PAN menjadi mahal dan diperebutkan. Kedua, Sehan merupakan bupati di salah satu kabupaten di BMR.
“Sehingga jika Pak Sehan menjadi calon wakil gubernur maka, akan berpotensi menjadi daya tarik bagi pemilih di BMR. Istrinya yang berasal dari Gorontalo bisa juga mempengaruhi pemilih- pemilih yang berasal dari sana. Populasi masyarakat etnik Gorontalo di Sulut sangat banyak. Ketiga, Landjar juga bisa menjadi daya tarik bagi pemilih muslim. Sehingga siapapun calon yang berhasil mengajak beliau akan sangat mempengaruhi elektabilitas pasangan,”bebernya.
Ia juga mengatakan, cuma saja hambatan terberat bagi pasangan calon gubernur dengan Sehan ini adalah pertama ketika ada calon lain yang juga mengsung putra BMR lain dalam posisi yang sama.
“Jika ini terjadi maka peluangnya akan melemah karena suara BMR akan terpecah pada beberapa pasangan calon. Kedua, jika walikota Kotamobagu, Bupati Bolmong dan bupati Bolsel tetap konsisten mendukung incumbent Pak Olly maka suara BMR tak akan terbagi-bagi. Dua hal inilah yang bisa saja menghambat pencalonannya,” tandasnya. (jux/fjr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.