harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Beringin Ancam Banteng, Lawan Tanding CEP Hanya OD

Harimanado.com, MANADO – Pertarungan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara. Partai Golkar mulai mengklaim diri sebagai lawan tangguh dari petahana Olly Dondokambey. Bahkan, partai berkhas warna kuning tersebut cukup optimitis bisa mengkandaskan OD, di periode keduanya.

Seperti dikatakan Noldy Pratasis, salah satu Pengurus DPD Partai Golkar Sulut. Menurutnya, OD lawan sepandangnya hanyalah Tetty Paruntu. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengagalkan OD-SK dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahun sekali ini.

Bahkan, NP sapaan akrabnya, pihaknya juga sudah membaca keiginan masyarakat, yang dimana posisi tawar OD-SK untuk periode kedua, tidak seperti yang diharapkan. “Kan banyak pembangunan, yang belum bisa dikerjakan dengan tuntas oleh pemerintah OD-SK. Untuk itu, Sulut ke depan butuh sosok figur sang pembaruan. Yang bisa membawa Sulut lebih baik lagi. Dan itu, hanyalah CEP alias Tetty Paruntu,” tegas Pratasis, Selasa (7/7) malam.

Dirinya juga menegaskan bahwa Golkar hingga kini terus memperkuat komunikasi dengan partai lain, untuk membangun koalisi. “Kan kami masih kurang kursi untu bisa memenuhi syarat bisa mengusung pasangan calon sendiri. Namun demikian, bukan berarti kami pesimistis. Untuk koalisi sudah ada. Tinggal tunggu momentumnya saja,” ujar Noldy.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Sulut Lucky A Senduk menanggapi santai nyayian pihak Golkar tersebut. Menurut Lucky, pihaknya membiarkan pihak Golkar mengklaim diri sebagai lawan tangguh OD-SK. “OD sudah ada SK, mereka masih sibuk cari partai untuk memenuhi syarat pencalonan. Kalau sudah bisa mengusung calon. Itu barulah bisa membuktikan bisa mencalonkan diri seperti OD. Kalau belum jangan dulu sesumbar , jangan nanti tida bisa ba calon. Mo malo sandiri toh,” ujar Senduk.

Sekertaris PDIP Sulut Frangki Wongkar mengatakan PDIP Sulut sudah sangat siap menghadapi pilkada 9 Desember.

“Penetapan calon kami sudah ada, sudah jelas untuk konsolidasi telah dilakukan. Jadi apalagi yang mau dikhawatirkan dan ditakutkan, “terangnya.

Dia menjelaskan calon lain masih sibuk melakukan lobi SK penetapan kandidat. Sementara PDIP sudah lama ada. “Jadi dari situ saja mereka sudah kalah strategi untuk memenangkan pilkada, “jelasnya.

Related Posts
dlm artikel

Wongkar yang juga calon Bupati Minsel ini menambahkan PDIP tak takut akan strategi head to head dan sistem keroyokan.

“Silahkan saja, karena optimis masa kami sudah militan dan telah teruji. Serta rakyat sudah yakin dengan pasangan kami Olly Dondokambey dan Steven Kandouw,”tukasnya.

Wongkar pun menegaskan dalam partainya tidak isu ganti-ganti calon. “Kalau sudah ditetapkan tidak ada ganti-ganti. Yang berkembang itu fitnah yang sengaja ingin memecah belah. Buktinya kami kompak dan solid,” tegasnya.

Sementara itu, Taufik Tumbelaka, Direktur Tumbelaka Institute menganalisa, semua kekuatan politik di Sulut, dalam hal ini para penantang; nampaknya menyadari bahwa akan mengalami pertarungan. Dikarenakan akan berhadapan dengan Sang Petahana, OD dan SK, yang didukung parpol yang dalam pileg lalu meraih kursi terbanyak di DPRD Sulut dan mengirim Wakil Rakyat terbanyak di DPR RI.

“Ini dapat terlihat dengan sangat berhati-hatinya kekuatan politik yang akan mengusung bakal kandidatnya dalam berhitung. Sehingga sampai saat ini masih melum secara resmi mengumumkan pasangan bakal kandidat Gubernur – Wakil Gubernur Sulut,” katanya.

Menurutnya, munculnya anggapan yang menyatakan Partai Golkar (PG) Sulut dengan CEP-nya, akan menjadi lawan tangguh; adalah sah-sah saja.

“Karena memang figur paling menonjol dalam ‘stok’ PG Sulut. Sehingga otomatis dukungan PG di Sulut terhadap CEP relatif bulat utuh dengan gesekan faksi tidak terlalu besar,” tuturnya.

Sedangkan, lanjut Tumbelaka, Partai Nasdem Sulut memiliki sejumlah figur menonjol. Sehingga akan menghadapi tugas tambahan menyatukan kekuatan faksi agar tidak terjadi bulat lonjong.

“Namun selain itu dalam menghadapi Sang Petahana yang kuat maka PG Sulut dan Nasdem Sulut tetap harus menghadirkan figur ‘papan dua’ yang tepat, agar bisa meraih probabilitas kemenangan lebih besar. Fakta yang dihadapi PG dan Nasdem Sulut adalah figur ‘papan dua’ akan berpengaruh signifikan dalam mendapatkan pencapaian maksimal dalam pertarungan Pemilu Kada Sulut 2020,” tutupnya. (**)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.