harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Tantangan Kepemimpinan Manado di Era New Normal

(Lima Optimisme Bangkit Dari Krisis)

oleh:

Abid Takalamingan
(Ketua Baznas Sulut)

 

BENCANA Pandemik Covid-19 terjadi secara global, menyebabkan krisis yang berlarut, serta daya rusak terhadap ekosistem kehidupan sangat besar.

Selain sebagai sebuah musibah tentunya ini juga bisa pertanda baik akan ada perubahan besar dimasa yang akan datang.

Dalam berbagai sejarah perubahan hampir tidak pernah ada perubahan besar tanpa diawali krisis. Bahkan jika dicermati “krisis” itu adalah elemen pertama yang dibutuhkan oleh setiap perubahan.

Pada titik itu krisis adalah pertanda baik dari Allah SWT atau krisis ini adalah pintu masuk untuk terjadi perubahan besar dalam kehidupan, tak terkecuali perubahan kota Manado.

Untuk melakukan perubahan besar agar Kota Manado bisa keluar dari krisis dan menjadi kota yang lebih maju dari hari ini minimal diperlukan beberapa optimisme dalam menatapnya.

Pertama ; krisis itu sendiri harus dilihat dari sudut pandang pintu masuk perubahan.
Bahwa Krisis ini “musibah” ia tak ada yang menyangkalinya tapi sisi baiknya adalah musibah ini adalah peluang emas untuk kita berubah lebih baik kedepan.

Akan tetapi melewati krisis ini sangat dibutuhkan daya tahan karena boleh jadi waktu yang diperlukan bukanlah waktu yang singkat, sementara kemampuan kita untuk bersabar terhadapnya rata-rata kurang dari waktu yang sebenarnya kita butuhkan.

Kita terlalu ingin semuanya cepat-cepat bahkan terkesan tergesa-gesa.

Lalu apa yang membuat manusia bisa bertahan dalam krisis namun dalam waktu yang sama bisa sekaligus melakukan ikhtiar atau inovasi dan tdk fatalis?, jawabannya adalah agama.

Agamalah yang menjadi sumber energi atau harapan. Dalam setiap riwayatnya agama selalu mengabarkan adanya hope dan keyakinan tentang kehidupan manusia.

Olehnya semua tokoh agama yang representatif di kota Manado ini harus melakukan pembinaan mental dan pencerahan kepada masyarakat untuk menjaga dan memelihara semangat kebersamaan.

Mengembalikan budaya leluhur kawanau menjadi kekuatan kolektif masyarakat. Kebiasaan gotong royong atau Mapalus, Torang Samua Basudara, dan Torang Semua Ciptaan Tuhan adalah idiom-idiom religiusitas kearifan lokal yang sangat penting dalam membangun daya tahan (kesabaran).

Related Posts
dlm artikel

Optimisme kedua ; adalah harus ada cerita tentang masa depan atau yang dikenal dengan narasi atau mimpi yang akan memberikan harapan.

Harapan meminjam kata Anis Matta Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia bahwa Narasi atau harapan sebagaimana “cahaya di ujung lorong yang gelap”.

Kita harus punya narasi yang kuat untuk Manado bangkit dari krisis akibat pandemi ini.

Harus ada narasi besar yang akan mampu menciptakan colective mind’ (cita-cita bersama) tentang mau dibawah kemana Kota Manado dihari-hari kedepan pasca pandemi atau krisis.

Setelah itu, akan muncul optimisme Ketiga ; Leader (pemimpin) yang inovatif, efektive dan kolaborative.

Ditengah krisis akan muncul pemimpin yang mengarahkan. Pemimpin ini akan menciptakan struktur kekuatan politik, kekuatan ekonomi dan teknologi yang terbarukan untuk beradaptasi dengan krisis, serta pada saat yang sama akan memberikan kepastian agar masyarakat bisa tenang terhadap pola baru atau apa yang dikenal dengan ‘New Normal’.

Optimisme Ke empat tim yang kuat. Tim yang kuat adalah elemen berikut yang sangat penting dalam membangun kembali setelah krisis.

Tim ini bertugas sebagai penerjemah dan menyambung harapan bersama dan mimpi pemimpin menjadi kenyataan,”. Menciptakan sesuatu yang baru agar masyarakat bisa beradaptasi dengan cepat.

Kata R.Buckminster Fuller dalam soal ini bahwa ;
“Kamu tidak pernah mengubah banyak hal dengan melawan kenyataan yang ada. Untuk mengubah sesuatu, buat model baru yang membuat model yang lama menjadi usang”.

Adapun optimisme kelima adalah komunitas atau sekelompok rakyat, yang mempunyai kesamaan pandangan tentang jalan hidup atau peta jalan.

“Sekelompok orang ini akan menjadi model (contoh) bagaimana mencari jalan untuk keluar dari krisis. Sebagai catatan penting bahwa rakyat itu adalah pelaku sejarah perubahan dan karena itu rakyat harus bisa dikonsolidasi untuk perubahan itu.

Dalam konteks kepemimpinan kota Manado ke depan pemahaman terhadap hal-hal diatas yang kita butuhkan.

Pemimpin baru yang akan memimpin kota Manado pasca krisis akibat pandemi nantinya akan banyak membuat terobosan dan inovasi baik itu sistem teknologi dan ekonomi, ataupun aliansi ekosistem baru.

Dengan pemimpin yang memiliki kekuatan mimpi dan harapan serta bagaimana cara mewujudkannya maka akan terbangun fondasi kesejahteraan dan kemakmuran jangka panjang sebagai kekuatan kota Manado termasuk dalam bidang ekonomi.

Akhirnya tuntutan untuk membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang adalah tuntutan masa depan kota Manado.

Itulah kenapa kita butuh pemimpin yang efektive, inovative dan kolaborative yang akan memberikan keterarahan dan peta jalan untuk melakukan perubahan pasca krisis.

Catatan pentingnya jangan lupa hadirkan agama di setiap perubahan agar tidak berakhir kelam dan anarkis.
Wallahu’alam.(*)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.