harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Minut-Tomohon Head to Head, PDIP vs Nasdem-PG

Harimanado.com- Peta pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten/Kota se Sulut semakin meruncing.

Related Posts
dlm artikel

Teranyar, di dua daerah yakni di Minahasa Utara, Bolmong Timur dan Kota Tomohon mengencang akan terjadi pertarungan berhadap-hadapan satu lawan satu atau head to head.

Pasalnya, koalisi Partai politik (Parpol) di 3 daerah itu nyaris membentuk dua kubu.

Seperti di Minut, PDIP dipastikan telah memborong mayoritas parpol pemilik kursi di DPRD.

Belum lama ini Demokrat telah mengeluarkan SK. Kemudian, informasi yang diperoleh sejumlah Partai disebut-sebut akan merapat ke bakal paslon Joune Ganda-Kevil Lotulung.

Sementara dari kubu sebelah Nasdem dan PBB telah memutuskan mengusung Shintia Gely Rumumpe dan Petrus Macarau sebagai calon.

Ketua DPC PDIP Minut Denny Lolong pun turut menegaskan akan hal itu. Menurut Delon sapaan akrabnya mengatakan, PDIP mentargetkan head to head.

Bahkan kata dia, lawan kotak kosong bisa saja terjadi. Ia mengungkapkan, PDIP sudah pengalaman menang dengan strategi seperti itu.

Dirinya mencontohkan di Pilkada Minahasa, PDIP menang head to head melawan Nasdem dan Golkar. Kemudian di Mitra James Sumendap keluar sebagai satu-satunya calon tunggal dan berakhir lawan kotak kosong.

“Target kita head to head bahkan lawan kotak kosong. Sejumlah Partai telah menyatakan mendukung calon PDIP Joune Ganda dan Kevil Lotulung. Sebagian juga intens melakukan komunikasi.

Tidak menutup kemungkinan Partai-partai lain juga akan merapat ke PDIP. Dengan begitu kemenangan PDIP di Pilkada Minahasa Utara semakin terbuka lebar. Dan kami sangat yakin PDIP akan jadi pemenang,”tandas Ketua DPRD Minut itu, di kediamannya Sabtu akhir pekan lalu.

Sementara itu, Ketua Bapilu Partai NasDem Minut Novel Lotulung menuturkan, SGR-PDM adalah pilihan tepat warga untuk memimpin tanah Tonsea lima tahun ke depan. Pasalnya, dua sosok dengan latar belakang berbeda ini, punya rekam jejak gemilang di bidangnya masing-masing.

“SGR adalah politisi handal. Tak perlu diragukan integritasnya. Dua periode dipercaya menjadi wakil rakyat. Menjadi pimpinan DPRD pula,” bebernya.

Begitu juga dengan sosok PDM. “Siapa tak kenal birokrat handal satu ini? Karena kerjanya yang gemilang sehingga PDM terus mendapat kepercayaan pimpinan. Jadi masyarakat jangan ragu mempercayakan kesejahteraan Minut lima tahun ke depan ke tangan dua sosok hebat ini,” tandas Lotulung.

Ia menambahkan, untuk isu head to head pihaknya tak gentar. “Mau terjadi head to head atau berapa pasang intinya kami siap bertarung di Pilkada Minut,”tandasnya.

Sementara untuk Pilwako Tomohon, banyak kalangan masyarakat Kota Tomohon menilai, kans head to head antara Golkar (10 kursi) dan PDIP (4 kursi) berpotensi terjadi. Walau ada kemungkinan bakal pasangan calon (Bapaslon) Perseorangan lolos dari verifikasi faktual perbaikan.

Sinyalemen head to head di Pilwako Tomohon, terlihat dari dukungan resmi sejumlah Parpol pemilik kursi di DPRD terhadap salah satu kader Partai Golkar yaitu Jilly Gabriella Eman. Didukung oleh Partai Hanura (1 kursi), Partai Demokrat (1 kursi) maupun Partai Nasdem (2 kursi).

Ini memberikan modal kuat bagi Jilly Gabriella Eman dengan nilai tawar tinggi dalam pengambilan keputusan Partai Golkar.

Di sisi lain, Partai Gerindra masih belum menyatakan sikap resmi, walau salah satu kadernya yaitu Wenny Lumentut berpotensi besar diusung PDIP.

Ketua Golkar Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA menyebut bahwa Partai Golkar menyiapkan kejutan untuk pertarungan di Pilwako Tomohon.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Tomohon Caroll Senduk SH mengakui bahwa Olly Dondokambey menargetkan menang telak di Pilwako Tomohon 2020. Bahkan Paslon yang akan diandalkan ditargetkan menang dengan raihan 40 ribu suara.

“Saya kirim ke pusat sebanyak enam nama. Namun DPP (dewan pengurus pusat) yang menentukan,” tandas Olly.

Terpisah, Taufik Tumbelaka, Direktur Tumbelaka Institute menganalisa, dalam Pilkada Serentak di Sulut 2020, memang ada peluang terjadi head to head di beberapa daerah. Hal ini dikarenakan beberapa situasi dan kondisi.

“Dapat ini karena alamiah, dalam arti memang cuma muncul dua kekuatan politik dengan figur yang kuat. Atau, karena rekayasa politik pengkondisian konstelasi dimana menarik beberapa parpol untuk berkoalisi,” nilainya.

Dikatakan, terkait pengkondisian head to head, hal ini dikarenakan adanya kepentingan mengejar probabilitas kemenangan.

“Jika terjadi head to head karena alamiah konstelasi, hal itu wajar-wajar saja.

Namun jika terjadi head to head karena rekayasa politik  pengkondisian maka ini perlu dicermati lebih dalam,” katanya.

Lanjutnya, jika dilihat dari sisi demokrasi, hal ini jelas merugikan dan tidak sehat untuk perkembangan demokrasi. Dimana hak-hak rakyat seperti dipermainkan dan diciderai oleh para oknum parpol. “Sejatinya hal ini harus dihindari,” tegas Tumbelaka.

Dibeberkan, pola permainan rekayasa politik pengkondisian head to head; jika berpeluang terjadi, karena ada kelemahan aturan. Dimana bakal calon perseorangan atau independen, harus melalui tahapan lebih dulu dari bakal calon usungan parpol.

“Seharusnya bakal calon perseorangan mendaftar setelah bakal calon usulan parpol. Supaya bakal calon yang dianggap bagus dan tidak diusung parpol dapat masuk lewat jalur perseorangan,” tuturnya.

Ditambahkan, selain itu, dari logika politik agak aneh jika calon perseorangan lebih dulu mendaftar guna memasukan administrasi dukungan. Sejogyanya dukungan pada bakal calon independen didapat dari calon pemilih sebagai pilihan alternatif bagi bakal calon pemilih diluar usungan parpol.

“Dengan kata lain, jika ada calon pemilih merasa bakal calon usungan parpol kurang tepat, maka mereka bisa mendapat alternatif dari bakal calon dari jalur independen,” kunci Tumbelaka.(rry/ian/fjr)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.