harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

LPPN: Organisasi KAMI Tidak Relevan dengan Kondisi Indonesia

Harimanado.com, MANADO — Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terus melebarkan sayapnya di beberapa daerah. Gerakan ini mendapat beragam respon dari berbagai kalangan. Ada yang setuju, dan tidak setuju. Bahkan, ada yang memilih diam.

Tak terkecuali Lembaga Pendamping Pembangunan Nasional (LPPN). Lembaga yang bersinergi dan mengawal penuh agenda serta program pemerintah ini memiliki pandangan tersendiri dalam menyikapi lahirnya gerakan KAMI tersebut.

Ketua Umum (Ketum) LPPN Dr Semuel Topayung mengatakan bahwa pihaknya mengikuti secara detail perkembangan politik dan pembangunan nasional. Untuk itu, munculnya kelompok dengan semangat menyelamatkan Indonesia, pihaknya menilai beberapa elemen masyarakat sedang masuk pada wilayah demokrasi kebablasan.

“Munculnya kelompok yang mengatasnamakan KAMI pada 18 Agustus 2020. Aksi deklarasi itu dilaksanakan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Ini cerminan demokrasi sedang digiring menuju kebablasan,” tegas Semuel kepada Harian Radar Manado (Grup Harimanado.com), Rabu (2/9/2020) di Jakarta.

Related Posts
dlm artikel

Untuk itu, pihaknya menyatakan sikap sebanyak sebelas (11) poin;
1. Mencermati dari nama Aksi Gerakan yang menyebut diri Koalisi Aksi Menyelamatkan
Indonesia. Dari nama kelompok aksi ini, sangat tidak relevan dengan kondisi saat
sekarang ini. Apanya Indonesia yang akan diselamatkan, Indonesia saat sekarang ini
masih sangat stabil dari semua bidang yang ada. Jadi sangat tidak relevan dengan
penamaan tersebut diatas.
2. Pada butir yang pertama dalam tuntutan KAMI adalah Mendesak penyelenggara
negara, khususnya pemerintah, DPR, DPD, dan MPR untuk menegakkan
penyelenggaraan dan pengelolaan negara sesuai dengan (tidak menyimpang dari)
jiwa, semangat dan nilai semangat dan nilai Pembukaan UUD 1945 yang di dalamnya
terdapat Pancasila. Justru Pemerintahan RI saat sekarang ini yang di pimpin oleh
Presiden JOKO WIDODO sangat memelihara nilai dan semangat Pancasila dan UUD
1945 yang diaktualisasikan dalam semua sendi kehidupan masyarakat melalui
program Pemerintah di setiap Kementerian yang ada.
3. Pada butir yang kedua dalam tuntutan KAMI menyebutkan,Menuntut pemerintah
agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi COVID-19 untuk menyelamatkan
rakyat Indonesia. Pemerintah saat sekarang ini sangat bersungguh-sungguh untuk
menanggulangi Pandemi Covid-19 untuk menyelamatkan bangsa, dibuktikan dengan
dibentuknya Satuan Tugas Covid-19 dan dengan ketatnya Pemerintah selalu
menngintruksikan untuk mengikuti Protokoler Kesehatan.
4. Pada point yang ketiga KAMI Menuntut pemerintah bertanggung jawab mengatasi
resesi ekonomi. Kami menilai bahwa Pemerintahan saat sekarang ini sangat kerja
keras dan focus untuk menyelamatkan Ekonomi masyarakat kecil dengan
memberikan bantuan-bantuan dari berbagai cara seperti swakelolah yang dilakukan. Oleh semua Kementerian yang ada. Dan jika dibandingkan dengan Negara-negara
lain yang kena pandemic Covid-19, Indonesia masih dalam kategori stabil.
5. Pada point tuntutan KAMI yang lain adalah Menuntut penyelenggaraan negara untuk
menghentikan sistem dan praktik korupsi, kolusi dam nepotisme (KKN), serta sistem
dan praktik oligarki, kleptokrasi, politik dinasti dan penyelewengan/ penyalahgunaan
kekuasaan. Pandangan kami bahwa penyelenggara dengan tegas dan bekerja keras
untuk menghentikan praktek Korupsi tanpa membeda-bedakan siapa, baik Pejabat
Negara maupun orang kaya. Mengenai Politik Dinasti, Politik yang dianut adalah
politik kebebasan Demokrasi yang terpusat pada kehendak rakyat, bukan kehendak
yang berperan dalam Pemerintahan.
6. Tuntutan KAMI yang lain adalah tidak memberi peluang bangkitnya komunisme,
ideologi anti Pancasila lainnya, dan separatisme serta menghentikan stigmatisasi kelompok keagamaan dengan isu intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme serta
upaya memecah belah masyarakat. Kami memandang bahwa justru Pemerintah saat
sekarang ini sangat bekerja keras untuk mempertahankan Ideologi Pancasila dengan
dibentuknya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP. Dan
pemerintah saat sekarang ini terus berupaya agar penerapannya di terapkan di
sekolah-sekolah atau Kampus-kampus.
7. Butir tuntutan KAMI yang berikut adalah Menuntut pemerintah untuk mengusut
secara sungguh-sungguh dan tuntas terhadap pihak yang berupaya melalui jalur
konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk
meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945. Pandangan kami menilai
bahwa pemerintahan saat sekarang ini sudah sangat tegas mengusut tuntas terhadap organisasi atau kelompok yang berupaya mengubah dasar Negara. Seperti
kelompok-kelompok yang ingin mendirikan ideologi lain yang bertentangan dengan
Pancasila dan UUD 1945.
8. Dari Aksi ini justru kami berpendapat bahwa ada Agenda-Agenda Politik dengan
berbagai skenario agar pemerintahan Jokowi jatuh sebelum berakhir 2024. Namun,
menurut pandangan kami belum cukup kuat untuk menjatuhkan Jokowi saat ini.
9. Skenario berikutnya,adalah, gerakan Aksi ini sengaja dibesarkan dan segera
menemukan calon presiden yang populer untuk diusung pada 2024 mendatang.
KAMI, menurut Denny JA, bisa menjadi pemimpin dengan menggandeng partai
politik tertentu nantinya untuk mengusung capres pada Pemilu 2024.
10. Menghimbau kepada semua elemen anak bangsa untuk tetap bersatu dan tidak
terpengaruh dengan aksi-aksi dari kelompok-kelompok tertentu yang menganggu
jalannya pemerintahan yang sah secara konstitusi sesuai dengan azaz demokrasi.
Tidak ada istilah KAMI tapi yang ada adalah KITA Indonesia. Dan kita tetap bersatu
untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945.
11. Mari kita membantu program-program pemerintah disetiap kementerian yang ada
dan tetap menjaga stabilitas Politik agar Ekonomi kita terus membaik untuk
bertumbuh menuju pada Ekonomi Kerakyatan.
Demikianlah pernyataan Release kami menyikapi Aksi dari KAMI beberapa hari yang lalu.

“Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan banyak terimakasih,” tutup Topayung, yang juga alumni Universitas Negeri Manado (Unima).

Struktur KAMI

Untuk diketahui, pengerak KAMI sejumlah tokoh nasional. Diantaranya Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo hadir di acara itu. Selain itu, Rocky Gerung, Ahmad Dhani, Refly Harun, Said Didu, Ichsanuddin Noorsy, dan Ahmad Yani. (tr11)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.