harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Mahasiswa KKT UNSRAT Posko Tuminting Merakit Robotic Handsanitizer

Harimanado.com- Rasa takjub terpancar dari wajah sejumlah warga Maasing.

Mereka kagum melihat penutup botol putih bekas tempat handbody bisa bergerak turun naik otomatis.

Handsanitizer robotic temuan mahasiswa KKT Unsrat posko Maasing.(dok.foto)

Dari dalam wadah keluar cairan bening, yang ternyata handsanitizer robotic (HR) namanya.

Handsanitizer  robotic ternyata karya para mahasiswa KKT 124 Unsrat Posko Tuminting 52.

Ada 27 mahasiswa dari ragam fakultas di KKT 124.

Temuan mereka cukip menghebohkan warga dan pemerintah Kecamatan Tuminting.

HR menjadi temuan baru di lingkungan akademik.

“Kami bangga kepada adik-adik mahasiswa KKT Unsrat. Tak diduga bisa buat karya inovasi yang lagi dibutuhkan,”ujar Yayu Niode guru ASN salah satu SD di Manado.

Karya hebat ini, racikan salah satu anggota KKT 124, Dandy Aprilianto mahasiswa Fakultas Teknik Unsrat Prodi Teknik Elektro.

Dandi membeberkan pembuatan HR butuh ujicoba tidak lama.

Related Posts
dlm artikel

Ia mengaku komponen-komponen tang dibutuhkan tersedia.

Cara kerjanya mirip pintu kaca menggunakan sensor tubuh.

“Arduino Uno R3 sebagai Micro Controller (Servo) sebagai penggerak, serta Infrared sebagai sensor penghalang. Prinsip kerja alat ini, program disimpan pada Arduino Uno sebagai Micro Controller dan ketika Infrared menerima halangan tangan maka pin pada Arduino Uno memberi perintah ke (Servo) bergerak ke kanan 90º untuk menarik Push-botton pada botol Handsanitizer,” bebernya.

Berkat temuan itu, warga dan pemerintah Maasing lokasi posko KKT makin penasaran.

Dosen Pembimbing Lapangan Dra, Rosijanih Arbie, M.Hum mengungkapkan Anak-anak menciptaka Adaptasi Kebiasaan Ba

berhadapan langsung dengan masyarakat untuk menuangkan gagasan-gagasanini bagian dari memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Arbie, walaupun situasi pandemi menghalangi kebebasan beraktifitas, namun tidak bisa membunuh nalar mahasiswa dan membatasi mereka untuk berkarya, sehingga inovasi ini harus diapresiasi.

Karya tersebut digagas oleh Dandi dan kawan-kawannya sejak 5 – 7 September 2020.

Kepala Kelurahan Maasing, Ridwan Agus S,H mengatakan, pemerintah melihat anak-anak mahasiswa Posko Tuminting 52 punya kreatifitas yang tinggi, bahkan baru pertama kali saya mendengar

Untuk itu, Dandi menanggapi supaya pemerintah turut memperhatikan potensi yang diciptakan olehnya.

“Saking sibuknya masyarakat, upaya untuk menekan tombol Hansanitizer saja dirasa rumit, maka dari itu tinggal ulurkan tangan tanpa dipencet sehingga isi Hansanitizer secara otomatis keluar dengan sendirinya,” pungkasnya.

“Niat kami hanya membantu dan mempermudah masyarakat, untuk itu kami juga butuh perhatian khusus dari pemerintah,” tutup Dandi.(tr21)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.