harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Pilkada Bolsel, Max Rembang: Petahana masih ‘di atas angin’

Harimanado.com, BOLSEL—pasangan petahana Haji Iskandar Kamaru bersama Deddy Abdul Hamid (BERKAH) masih unggul di atas kertas. Ini berdasarkan analisa pengamat politik.

Sebut saja DR Drs Max Rembang, MSi. Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fiisip) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini mengatakan, secara teoritik pasangan petahana memiliki kelebihan dibanding pasangan calon lainnya atau pasangan penantang.

“Jika menggunakan instrument politik, petahana punya dua hal, yakni kekuasaan dan massa,” terang Dosen Pasca Sarjana Unsrat ini, via ponsel, Minggu (13/9), kemarin.

Dijelaskannya, pasangan yang dikenal dengan jargon BERKAH diusung oleh Parpol yang mendominasi kursi di DPRD Bolsel. Antara lain PDIP (11 kursi), Gerindra (1 kursi) dan Perindo (1 kursi).

“Jumlah kursi dari parpol pengusung saja kan 13 dari total 20 kursi di DPRD Bolsel. Berarti dia punya massa,” terang Max Rembang.

Related Posts
dlm artikel

Selain itu, menurutnya petahana juga punya kekuasaan. “meski dalam hal ini petahana akan digantikan sementara oleh pejabat sementara, tapi harus diingat, petahana Bolsel saat ini punya satu jaringan dengan provinsi,” jelas pengamat politik Sulut ini.

Jadi begitu, karena dari sisi peluang yang ditinjau secara objektif kita bisa bilang petahana masih di atas angin,” sambung mantan Dekan Fisip Unsrat ini.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa dalam dunia politik praktis, hal tersebut bukan menjadi standar.

“Sebab, bisa saja kondisi di lapangan berbeda. Artinya, semua punya peluang. Tergantung dari strategi dan taktik pemenangan dari masing-masing calon,” terangnya.

Sementara itu, soal visi misi, menurutnya tidak terlalu berpengaruh.

“Visi misi disusun berdasarkan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah). Itu ketentuan sekarang. Jadi, visi misi (semua pasangan calon) tidak jauh berbeda. Semua menjual ‘kecap’ yang sama. Minta maaf saya harus sampaikan apa adanya,” tutup sang Doktor.(qs)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.