harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

RESENSI BUKU: PANDEMI, DEPRESI, DAN “PANGGILAN BUMI”

Oleh: Endi R Biaro
Buku Otak Kota (Dr dr Taufik Pasiak)

 

Kecerdasan Biofilia

Tak perlu mengernyitkan dahi, biofilia dalam aksi nyata adalah segala tindak tanduk dan perilaku kita yang berbasis pada karakter empatik, dermawan, pro sosial, dan menghormati semesta.

 

RESENSI: Resentor Buku OTAK KOTA Endi R Biaro.(foto.dok)

Tersenyum sabar terhadap kasir yang lelet karena tumpukan belanjaan yang harus dihitung, adalah sejenis biofilia.

Mengucapkan kata-kata yang segar didengar juga tergolong biofilia. Menahan diri (pra komitmen) untuk tidak boros dan menghambur-hamburkan air di rumah, juga adalah biofilia. Ini fakta-fakta sederhana.

Selanjutnya, secara konsepsional, watak biofilia sebenarnya melekat dalam seluruh jiwa raga manusia.

Laku murah hati, penolong, welas asih, merawat alam, menurut buku ini, telah ada sepanjang sejarah manusia (lihat halaman: 14). Terangkum dalam istilah compassionate (welas asih).

Kebaikan-kebaikan kecil yang tampak sepele tetapi ikhlas, beramal, meningkatkan perasaan positif (bahagia) bagi Anda dan orang lain.

Juga meningkatkan kekerabatan, mempromosikan rasa nyaman bersama, dan memperkokoh kelompok (halaman 15).

Uraian ini sepadan dengan nasihat suci Bunda Maria, “Jika kita belum mampu melakukan tindakan besar, maka lakukanlah pekerjaan kecil yang bermanfaat, dan dilakukan sepenuh cinta”.

Related Posts
dlm artikel

Uniknya, di buku ini, urusan harian itu dibingkai dengan kerangka teoritis dan analisis ilmiah yang padat referensi.

Dengan pendekatan multi disiplin ilmu. Resensi ini akan terlampau panjang bila mengulas itu semua.

Yang jelas, kecerdasan biofilia, selain ada dalam diri kita, juga berjalin berkelindan dengan segala hal di sekeliling, dengan rumah, tanaman, pepohonan, dan bahkan bangunan.

Pun dengan makanan, isi perut, serta usus. Ini mengagetkan, karena jarang kita membaca informasi yang membuka rahasia keterkaitan antara makanan, memasak, isi perut, dapur, rumah, dan pengaruhnya terhadap otak!

Komitmen Pro Sosial

Jika kecerdasan biofilia ada di bab pertama, maka kecerdasan sosial dibahas di bab kedua.

Kecerdasan pro sosial tak lain menyangkut penemuan jawaban atas segala aktivitas kebaikan kita yang bermanfaat bagi orang lain, mahluk hidup dan lingkungan.

Kita pasti bertanya, untuk apa itu semua? Apakah dengan menjadi dermawan, penolong, dan murah hati akan membuat kita bahagia? Terkenal, populer, serta dicintai banyak orang.

Pikiran awam akan menjawab semua pertanyaan itu pendek saja: belum tentu! Toh sering kali kita mengalami disakiti oleh orang-orang yang kita bantu.

Buku ini akan melipatgandakan komitmen pro sosial kita. Dengan argumentasi teoritis, pengungkapan fakta, kutipan riset, dan contoh-contoh kasus yang menarik. Termasuk dari penulisnya sendiri.

Saat saya mengunjungi rumah Dokter Taufiq beberapa hari lalu, naluri saya langsung melihat bahwa si penulis tak cuma berteori, melainkan membuktikan!

Di rumahnya yang asri dan luas, posisi dapur justru ada di bagian depan, bersisian dengan ruang tamu. Menurut Dokter Taufiq, ini adalah komitmen pembuktian, bahwa dapur di ruang tamu adalah prioritas, karena beliau ingin melayani tamu sebaik-baiknya.

Per teori, laku lampah melayani (altruis), dermawan, menghasilkan respon positif kepada otak, lalu Anda akan merasakan sensasi bahagia yang kuat, atau di buku ini disebut kebahagiaan yang substansial (eudaimonik), lihat halaman 41.(BERSAMBUNG)

jrbm

Leave A Reply

Your email address will not be published.