Bawaslu : Paslon, Tim Kampanye dan Relawan, Stop Bagi-Bagi Hadiah

0
Supriyadi Pangellu, pimpinan Bawaslu Sulut.

Harimanado.com – Bila sebelum penetapan begitu ramai pasangan calon yang melakukan aksi sosial berupa bagi-bagi beras dan sejenisnya kepada masyarakat disertai tanda gambar pasangan calon.

Maka sejak ditetapkan sebagai pasangan calon dan kemarin pencabutan nomor urut, aksi bagi-bagi sembako dan apapun jenisnya tidak bisa lagi dilakukan.
Sebab, sejak ditetapkan sebagai pasangan calon, semua gerak-gerik pasangan calon bahkan tim kampanye dan relawan yang terafiliasi dengan calon tertentu akan menjadi objek pengawasan Badan Pengawas Pemilu.

Meskipun itu atas nama bantuan sosial untuk keluarga yang terdampak Covid 19.
Penegasan ini disampaikan Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut Supriyadi Pangellu, kepada Harimanado.com, Kamis (24/9) malam.
Menurut Pangellu, Bawaslu dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasannya akan mengacu pada Perbawaslu yang selalu beririsan dalam terapannya dengan PKPU.

Tak hanya bagi-bagi bantuan. Pasangan calon ataupun tim kampanye dan relawan pasangan calon tertentu yang kedapatan menggelar acara, pertemuan atau kegiatan lain yang menyebabkan kerumunan orang, juga menjadi bagian dari pengawasan Bawaslu.

“Untuk pelanggaran jenis ini, akan dikenai sanksi berupa larangan berkampanye selama beberapa waktu,” tandasnya.
Memang aturan berkerumun di masa kampanye Pilkada tergolong baru sekali ini terjadi karena memang Pilkada 2020 digelar di tengah pandemi Covid 19.

“Itulah sebabnya regulasi yang dikeluarkan standardnya adalah pengetatan protokol kesehatan dengan sanksi tegas bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan,” pungkas komisioner Bawaslu yang berlatar belakang pengacara.(arz/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here