FGD POKDEM-Jurnalislam, Mayoritas Sepakat Umat Terbelah, Baso: Era Imba-Abdi Sulit Terulang

0
Agus Abdullah, Koordinator POKDEM

Politikal Elektoral, Kemana Suara Umat ? (habis)

FORUM Discussion Group (FGD) yang digagas Poros Kedai Demokrasi (POKDEM) dan Jurnalislam sampai pada kesimpulan sementara. Berikut lanjutan diskusinya,
Surveyor pemilu dan pilkada, Baso Affandi banyak mengalami pengalaman di tengah umat.
Ia mengatakan sentimen pemilih lantaran kesamaan identitas kecil pengaruh ke calon.
Troy Pomalingo

Dia mencontohkan pasangan pilkada di 2005 Jimmy Rimba Rogi dan Abdi Buchari. Duet ini dipertemukan di waktu yang tepat.

Bersamaan popularitas Imba Rogi sangat tinggi.
Dan ketokohan Abdi sebagai birokrat muslim cerdas dan matang di organisasi.

Apalagi di Kota Manado. Tingkat heterogenitas suku dan budaya sangat tinggi. Manado adalah melting pot Indonesia timur.

Para pembahas FGD Politik Elektoral Kemana Suara Umat. (Dari kiri): dr Makmum Jafara, Baso Affandi, Ferry Liando, Idam Malewa (moderator), (tak kelihatan) Agus Abdullah, Joko Sutrisno, Troy Pomalingo, Buang Bua, Hadi, Jefry Alibasyah.(foto:dok)

Baso sepakat politik identitas akan manjur  seperti fenomena DKI. Asalkan ada tokoh kuat. Mirip Habib Rizieq.

Tapi untuk Sulut Baso pesimis akan terulang seperti di DKI.
“Di agama masing masing arus belahan kepentingan juga sangat kuat,”katanya.
Dia sepakat lima komponen pemilih. Dan yang dominan adalah pemilih pragmatis.
Dia pun membeberkan ada empat prilaku pemilih. Memilih aktif dan tidak aktif. Tidak memilih aktif dan tidak aktif.
DEBAT KECIL: Agus Abdullah (kiri) dan Joko Sutrisno (kanan). Keduanya berdebat soal sentilan Joko pemilih hepatitis.(foto.dok)

Joko Sutrisno yang pengalaman sebagai praktisi menambahkan ada juga pemilih hepatitis. Dan biasanya kambuh setiap pilkada.

Joko sendiri tidak yakin jualan identitas akan mengubah elektoral umat ke  paslon yang seagama. Karena tidak akan efektif.
Dokter Makmum Jafara menegaskan pileg dan pilkada adalah rezim demokrasi. Idealnya demokrasi akan terkait dengan perimbangan.
Tapi di Sulut faktor itu tidak terjadi. Salah satunya adalah komitmen para pimpinan partai Islam.
Mereka bisa dikalahkan dengan logistik. Dia juga mengaku sulut menghilangkan sentimen identitas.
Tapi, dia lebih memilih pemimpin tidak seideologi (keyakinan) daripada pilih seideologi tapi pembohong.
Koordinator Jurnalisislam Jeffry Alibasyah sulit untuk menyatukan suara umat. Dia beralasan karena figur yang sangat menentukan.
“Umat tidak bisa disatukan,”katanya.
Troy E Pomalingo mengatakan suara umat optimis bisa disedot untuk paslon muslim yang hanya satu di Pilgub dan Manado. Dia tegas mendorong kekuasaan harus ada perimbangan.
Dia mengaku suara umat bisa diekstrasi dengan narasi yang kuat. Dan paslon yang dia dukung Sonya Syarif akan meraih simpati oleh semua agama.
Terakhir koordinator Poros Kedai Demokrasi (POKDEM) Agus Abdullah menutup forum diskusi grup mengenalkan POKDEM adalah wadah para aktivis berbeda warna dan layar belakang profesi.
Dia hadir untuk menjawab kegamangan. Serta menawarkan gagasan untuk demokrasi dan egaliterianisme.
Diskusi ini tidak condong membawa misi sektarian kelompok.(#)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here