Bawaslu Disangsi Bongkar Aliran Dana Kampanye Paslon

0
Ferry Liando

Harimanado.com MANADO–Terkait Laporan Awal Dana Kamapanye (LADK) oleh para pasangan calon baru-baru ini mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan.

Hal tersebut dinilai wajib untuk dideteksi sedetail mungkin oleh para pemangku kepentingan. Apalagi terkait sumber-sumber pendanaan yang ditengarai sangat rawan terjadinya pelanggaran.

Dosen Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi Ferry Liando mengatakan, laporan dana kampanye seyogyanya tak hanya mencantumkan nominal masing-masing pasangan calon.

Menurutnya, yang paling pokok adalah sumber-sumber pendanaan itu wajib diketahui publik.

Masing-masing calon tidak diperbolehkan menerima sumbangan dana kampanye dari sumber yang dilarang atau melebihi Ketentuan.

“Jadi Bawaslu perlu memfasilitasi pelaporan asal sumbangan dari pihak lain.

Yang paling penting adalah dari mana sumber sumbangan itu berasal atau apa motif si pemberi sumbangan itu. Sebab bisa jadi sumbangan itu akan dimanfaatkan sebagai instrument money politik.

Sebab salah satu faktor yang selama ini memicu tidak efektifnya kerja eksekutif disebabkan karena ada intervensi pihak lain dalam proses perumusan kebijakan.

Ternyata setelah dikaji, intervensi itu disebabkan karena hasil kompromi anatara pemberi sumbangan dengan penerima sumbangan pada saat Pilkada,”beber dosen pascasarjana itu tadi malam.

Lanjutnya, jadi jangan sampai nantinya sumbangan dana kampanye itu dibarter dengan proyek atau dibarter dengan rumusan aturan seperti Perda.

Oleh karena itu penting untuk investigasi dari mana sumber sumbangan itu berasal, dan apa kepentingan dari setiap donatur.

Jadi intinya ada baiknya jika laporan ini tak sekedar hanya memenuhi persyaratan administrasi, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan politik.

“Pemilih harus diinformasikan terkait peserta yang terbukti memanipulasi laporan atau sumber pemberi sumbangan serta motivasi pihak tertentu memberi sumbangan.

Bawaslu harus mengawal penggunaan dana kampanye yang disumbangkan. Karena semakin banyak sumbangan maka otomatis tingkat kerawanan penyalahgunaan akan semakin tinggi.

Namun jika diawasi dengan baik maka potensi penyalahgunaan bisa dibendung,”tandas Liando.(fjr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here