Keran Ekonomi Sulut Dibuka, Jokowi Resmikan Tol Ruas Manado-Danowudu, Diharapkan Pertumbuhan Ekonomi Melaju

0
RESMI : Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu, Selasa kemarin. Jokowi turut didampingi sejumlah menteri kabinet.

Harimanado.com MANADO–Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan jalan tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu sepanjang 26,35 kilometer, Selasa (29/9) kemarin. Jalur ini dianggap nadi utama pertumbuhan ekonomi Sulut di masa akan datang. Banyak pihak memprediksi dibukanya tol tersebut menjadi semakin membuka lebar jalan bagi investasi menancapkan taringnya di Sulut.

Perlu diketahui penggagas dan inisiator TOL ini adalah S H Sarundajang yang dimulai tahun 2012 lewat blue print. Namun warga Sulut juga harus berterima kasih kepada Calon Gubernur Olly Dondokambey yang punya peran besar dan andil sehingga mimpi dan gagasan SH Sarundajang ini terwujud.

“Pak Olly lah yang punya andil sehingga proyek Tol ini masuk di Blue Book Bapenas, di era beliau sebagai pimpinan badan anggaran.Lebih dari itu, mungkin banyak yang belum tahu..Setelah empat tahun disetujui oleh Bappenas Tol Manado Bitung ini tidak diminati oleh investor. Tangan dingin pak Olly lah yang berhasil mencari solusi pendanaan Tol ini sekaligus memfasilitasi pihak pelaksana untuk duduk bersama dan sepakat melaksanakan proyek Toll Manado Bitung ini.Terima kasih pak Olly Dondokambey ” ujar calon Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Peresmian tersebut dilakukan secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu sepanjang 26 kilometer sudah selesai, sudah rampung, dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha dan memudahkan transportasi masyarakat,” ujar Presiden yang tampak mengenakan helm dan rompi sebagaimana yang biasa dikenakan dalam peresmian proyek infrastruktur.

Ruas tol Manado-Danowudu adalah jalan tol pertama di Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan bagian dari jalan Tol Manado-Bitung.

Jalan Tol Manado-Bitung sepanjang 40 kilometer ini merupakan jalan tol terpanjang di Pulau Sulawesi dengan nilai investasi pembangunan mencapai Rp 5,12 triliun.

Ruas Manado-Airmadidi sepanjang 15 kilometer didanai oleh APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sedangkan ruas Airmadidi-Bitung sepanjang 25 kilometer dilaksanakan oleh PT Jasa Marga dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha). Dengan adanya jalan tol ini maka waktu tempuh dari Manado ke Bitung menjadi jauh lebih cepat.

“Yang dulu ditempuh 1,5 jam sekarang hanya setengah jam saja, ini sebuah kecepatan, perubahan kecepatan yang sangat berubah sekali,” ujar Presiden Joko Widodo.

Jalan tol Manado-Bitung ini, lanjut Kepala Negara, juga dirancang untuk terintegasi dengan kawasan industri dan kawasan pariwisata di Sulawesi Utara sehingga akan kawasan tersebut menjadi lebih cepat dan mudah dijangkau, lebih terkenal, serta mudah dikembangkan.

“Dengan adanya jalan tol ini maka biaya logistik dari Pelabuhan Internasional Bitung dapat ditekan lebih rendah sehingga lebih efisien, daya saing juga otomatis akan meningkat. Tugasnya pak gubernur menarik investasi untuk KEK,” kata Presiden.

Dalam peresmian jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono hadir di lokasi peresmian di Gerbang Tol Manado, Sulawesi Utara. Hadir juga di lokasi tersebut Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni, Sekdaprov Edwin Silangen, Pjs Bupati Minahasa Utara Clay June Dondokambey, Direktur Utama PT Jasa Marga, dan Direktur Utama PT PP.

Acara ini diawali dengan pengguntingan Pita di kantor Gerbang Tol dan Penandatanganan Prasasti oleh Menteri PUPR yang didampingi Pjs. Gubernur A. Fatoni. Dilanjutkan dengan penandatangan Prasasti.

Menteri PUPR Basil Hadimuljono melaporkan dari pintu Gerbang Tol Manado-Bitung yang akan diresmikan pengoperasiannya oleh presiden.

Dalam laporan disampaikan saat ini sedang membangun Infrastruktur penunjang Kawasan Pariwisata, karena Manado menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional antara lain jalan akses Manado Likupang, Penataan Kawasan Likupang, Penataan Kawasan Bunaken, Penataan Kawasan Pantai Malalayang di Manado, Pembangunan 463 home stay untuk masyarakat di Kawasan Pariwisata, Jembatan Marinsow, Penambahan Kapasitas Air Minum di Malalayang dan Pembangunan TPA dan Pemulihan Banjir.

Ruas Tol Manado-Bitung dengan total Panjang 40 km, merupakan yang terpanjang di Pulau Sulawesi saat ini dengan nilai Investasi mencapai 5,12 triliun.

Di mana ruas konstruksi Manado-Airmadidi sepanjang 15 km didanai oleh APBN Kementerian PUPR, sedang ruas Airmadidi-Bitung sepanjang 25 km dilaksanakan oleh PT.

Jasa Marga,dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.

Presiden menyampaikan apabila sudah selesai panjangnya mencapai 40 km, Gerbang Tol’nya hanya 9km atau sekitar 12 menit dari Bandara Samratulangi.

“Waktu tempuhnya akan menjadi lebih cepat, yang dulu ditempuh satu setengah jam sekarang setengah jam saja”, kata Presiden.

Pesan Presiden kepada Gubernur untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya ke KEK di Bitung.

Setelah sambutan dilanjutkan dengan Penandatanganan Prasasti.

Turut hadir secara virtual bersama Presiden, Para Menteri Kabinet Indonesia maju, Anggota Komisi V DPR RI, dan hadir secara fisik Forkopimda Sulut dan Dirut. Jasa Marga dan PT. PP. (tra )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here