KPU Manado Ajak Tomas, LSM Pemilu dan Media Baku Bantu, Liando: Memilih Adalah Hak,

0
BANTU KPU: KPU Manado menggelar pendidikan pemilih di Quality Hotel Manado, Jumat.(9/10). Hadirkan pembicara Ferry Liando (tengah) Sunday Rompas (kanan). Acara dibuka oleh Ketua KPU Manado Jusuf Wowor.(foto:afik)

Harimanado.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado telah mematok target 75 persen pemilih mencoblos di Pilkada 9 Desember 2020.

 

Untuk itu, beragam sosialiasi dilakukan. Baru-baru ini, KPU Manado bidang Humas Parmas dan SDM mengundang stakeholders untuk Pendidikan Pemilih di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta Wali kota dan Wakil Wali kota Manado 2020 di Hotel Quality Manado, Jumat (09/10).

GUGAH PEMILIH: Ferry D Liando (kiri dan Sunday Rompas (kanan)

Kali ini giliran lembaga terkait pemilu diundang. Di antaranya Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kota Manado, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kota manado, Netflid Kota Manado, Lembaga Survey Indo Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia, MAPPILU Kota Manado, serta media.

 

 

Kegiatan  dengan memerhatikan huruf (a) Pasal 84 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Republik Indonesia (RI) Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Serentak Lanjutan dalam kondisi Bencana Non-alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ferry D Liando dan Sunday Rompas.(foto:afik)

 

KPU Manado menghadirkan pakar kepemiluan Dr Ferry D Liando dan

Komisioner KPU Manado Divisi Hukum dan Pengawasan Sunday Rompas.

 

Sunday menjelaskan Protokol kesehatan dan protokol demokrasi harus seiring dan sejalan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

 

“Kami selaku penyelenggara dan jajaran benar-benar memahami kerja dalam 1 Aquarium yang boleh dilihat dan dievaluasi oleh semua masyarakat dari berbagai aspek,” ujarnya.

 

Untuk itu, Sunday mengajak publik mengawasi agar integritas, independensi penyelenggara akan berjalan beriring dengan pemenuhan regulasi protokol kesehatan dan demokrasi,” tambah Rompas.

 

Ferry Daud Liando selaku dosen Tata Kelola Pemilu Universitas Samratulangi (Unsrat) memberikan pendidikan politik yang menyegarkan.

 

 

Kata Liando bahwa cara untuk menghidupkan demokrasi adalah menghormati hak-hak konstitusi, mencari pemimpin yang baik, maka serapat mungkin agar bergegas ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih.

 

“Walapun tidak wajib, memilih atau tidak memilih adalah hak. Bukan tidak mungkin dari ke 4 calon tersebut tidak ada yang terbaik,” ungkapnya.

 

Dia mengingatkan lembaga terkait dan media bantu KPU.

 

Lantaran anggaran Pilkada 2020 cukup banyak. Dianggarkan sekira 41 M lebih.

Jangan sampai terbuang sia-sia ketika tidak berpartisipasi dalam Pilkada nanti.

 

“Tindakan untuk ke TPS sebagai wujud membantu masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik, siapa lagi kalau bukan kita,” pungkasnya.

 

Menurut Liando,  Pilkada akan berkualitas berkat peran dan kontribusi bersama.

 

Setidaknya harus menghargai kerja kawan-kawan penyelenggara yang telah bersemangat melayani, memberikan informasi, dan mensosialisasikan pesta demokrasi.

 

“Saya tidak memaksa masyarakat untuk memilih, tetapi yang saya bangun perihal kesadaran, uang telah banyak habis, tenaga penyelenggara terkuras,” tuturnya.

 

Selain itu, Liando menasehati forum agar pegiat pemilu, awak media, tokoh agama, akademisi serta lainnya, agar bersifat independen dan tidak memihak.

 

Jangan berpura-pura netral padahal konsultan pada salah satu calon, terlebih untuk menyampaikan kebenaran yang dibumbui kepentingan.

 

Adapun tanggapan dari Ketua KPU Manado Jusuf Wowor mereka bekerja sesuai hierarki dan regulasi.

 

“Kita bekerja sesuai regulasi yang ada, tentunya kita membutuhkan dukungan dan suport dari masyarakat untuk 9 desember nanti, jadikan Pilkada 2020 ini sebagai Pilkada yang sehat serta pastikan pasca pemilu Manado tetap kondusif,” tutupnya.(tr21)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here