PAHAM di Atas, MORHJP – AARS Beda Tipis, Apa Kata Pengamat

0
Empat paslon saat pengundian nomor urut perserta beberapa waktu lalu. (foto;dok)

SoinSyaf Menguat di Utara

Harimanado.com- Drama pemilihan wali dan wakil wali kota Manado 2020-2024 hampir mirip 2016.

Sangat ketat dan adu kuat.

Info didapat di awal Oktober pekan lalu, elektabilitas empat paslon saling kejar.

Ini sebabnya sejumlah pengamat dan para surveyor pilkada ekstra hati-hati meramal juara pilkada Manado 9 Desember 2020.

“Persaingan sangat ketat. Khususnya di antara tiga pasangan calon,” kata peneliti senior salah satu lembaga survei.

Surveyor yang minta namanya disebut telah memotret dinamika di arus bawah.

Katanya dari pembacaan di lapangan tiga paslon, Julyeta Paulina A Runtuwene-Harley Mangindaan (PAHAM), Mor D Bastian-Hanny J Pajouw (MOR-HJP) dan Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS) saling mengganggu. Akibatnya membuat pemilih pragmatis menunggu amunisi dan program hebat.

“Pemilih basis masing-masing sangat kuat. Yang membuat peluang ketiganya untuk menang masih besar,” katanya.

Dia mengaku paslon yang diusung Partai Golkar, PKS dan Hanura agak tertinggal jauh. Ada beberapa faktor. Terlambat sosialisasi. Mesin partai tidak kelihatan. Dan narasi paslon tidak kuat. Tapi, figur SSK-SS mampu menggerus elektabilitas tiga paslon lain.

“Paslon yang diusung Golkar PKS Hanura harus kerja keras. Agak jauh perbedaan,” tandasnya.

Pengakuan salah satu tim sukses, PAHAM kuasai Wanea, Malalayang dan Mapanget. Calonnya dikuntit ketat AARS di Wanea dan Malalayang serta Sario dan Paal 2.

Dia optimis basis PAHAM di utara masih militan. Dia sesumbar, PAHAM di kisaran 35 persen. Saingannya di bawah 30 persen.

“Kata konsultan saat ini masih ketat. Selisih hanya di bawah 10% dengan saingan,” tuturnya.

Ketua Tim Kada PAHAM, Edwin Tawaluyan mengaku saat ini tetap fokus kerja. “Tidak usa pusing pergerakan lain. Fokus saja dengan kerja dan tujuan kita. Semakin fokus, survey kita naik terus. Jadi, fokus saja,” ungkapnya sembari menambahkan sebelum melangkah berdoa memohon.

“Tak usah penting yang negatif. Nanti masyarakat yang nilai. Kita jual program dan visi misi,” tambahnya.

Ketua Tim AARS, Roland Roeroe mengatakan survey itu sah-sah saja. Bahkan masing-masing paslon punya survey sendiri.

“Tapi saya selaku Ketua Tim, tidak mau mengacu selalu pada survey. Misalnya survey kami pasangan AA-RS di atas, saya tak mau melihat angka-angka. Karena itu bisa jadi energi negatif bagi tim kampanye untuk bekerja,” tandasnya.

 

Dirinya meyakini palson AARS punya spesialis treatmen khusus dan baik untuk menang.

“Apa lagi kami kerja terus, ditambah partai pengusung terus konsolidasi. Angka tak penting, kinerja di lapangan yang penting,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi Ferry Liando mengatakan, hasil survey itu masuk akal.

Menurutnya, memang percakapan publik di berbagai forum lebih condong pada ketiga pasangan itu. Ketiga pasangan itu bukan nama baru. Apalagi beberapa diantaranya sudah pernah tampil sebagai calon.

“Pak Ai Mangindaan pasangan Prof Runtuwene pernah jadi calon wali kota tahun 2016. Begitu juga dengan pak HJP. Pak Richard Sualang sudah pernah jadi calon wakil wali kota tahun 2010 berpasangan dengan Marhany Pua. Ketiga pasangan ini pun memiliki basis dukungan yang kuat,” kata doktor jebolan Universitas Padjajaran itu, sore kemarin.

Namun demikian calon lain seperti Sonya Kembuan belum tentu sudah tamat.

“Pengalaman di Pilkada Minut tahun 2005, ketika calon yang diusung Golkar dan calon yang diusung PDIP memiliki ketenaran dan kekuatan yang sama, dan saat nama ibu Vonnie tak di perhitungan, tapi justru pada waktu itu yang menang adalah ibu Vonnie,” terangnya.

Pengamat Politik Unsrat Donald Monintja mengatakan, hasil survei memang tak bisa dibantah. Asal benar-benar memenuhi kaidah-kaidah keilmiahan.

“Hasil survei juga belum tentu akan sama dengan beberapa waktu ke depan. Artinya hasil per September dan hasil per Oktober bisa berbeda,” katanya.

Disebut, terkait hasil survei, posisi PAHAM memang diuntungkan dengan posisi wali kota. Sementara Mor-HJP posisi wawali, juga menjadi perhatian serius pemilih.

“Maksudnya, isu perjalanan pemerintahan menjadi ikatan emosi yang sangat kuat. Sementara posisi AARS bisa dilihat karena posisi Ketua DPRD Sulut yang dapilnya dari Manado, sama halnya dengan RS. Artinya hasil survei AARS masih tergambar pada representasi hasil pileg kemarin,” sebutnya.

“Nah, posisi untuk kedepannya tinggal dilihat tim mana yang kuat. Sebab bila hanya menggunakan kekuatan instruksi bakalan terlewati dengan kekuatan tim yang kuat,” tutup Monintja.

Terpisah, Direktur Tumbelaka Institute Taufik Tumbelaka menilai, hasil surveI akhir September 2020 yang konon terinformasi hasilnya pasangan kandidat mendapatkan hasil beda tipis, itu wajar.

“Dikarenakan para pasangan kandidat baru terbentuk dan tersosialisasikan. Sehingga pengenalan publik masih terbatas. Selain itu tim pemenangan belum bergerak maksimal menjalankan strategi. Pengenalan publik yang masih minim biasanya belum ada pasangan kandidat yang menonjol, selain itu masih tinggi responden yang belum menentukan pilihan,” nilainya.

Dikatakan, dalam perjalanan waktu nanti, mulai akan terjadi perbedaan hasil survei.

Ini seiring tim pemenangan mulai menjalankan strategi pemenangan.

“Survei politik akan dilakukan secara berkala dikarenakan kebutuhan tim. Ini berguna untuk melihat peta kekuatan serta dinamika pergerakan kekuatan sendiri dan juga lawan politik,” kunci Tumbelaka. (An1/hrm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here