POLITIK CERDAS MELAWAN POLITIK GANAS!

0

Oleh: Arifin Labenjang
Jurnalis Senior, Pengamat Komunikasi Politik

Kebohongan dikali seribu sama dengan kebenaran! Kalimat pendek barusan menjadi basis pembenaran bagi praktek fitnah, bohong, dusta, yang dilakukan berulang-ulang, oleh kelompok politik yang lemah dalam gagasan dan kebaikan, tetapi kental dengan kebusukan serta tipu daya.

Mereka, para pendukung gagasan sungsang ini, tak memiliki kebaikan apapun untuk dihadirkan ke khalayak luas. Satu-satunya pilihan tersedia: membanjiri memori publik dengan manipulasi, penyesatan, pemutarbalikan fakta, adu domba, dan menghinadinakan pihak lain. Dalam bayangan mereka, publik akan terpengaruh, tertipu, seraya mengikuti apa yang mereka mau. Makanya, meski teramat kasar dan vulgar, mereka tak pernah malu menampilkan pesan-pesan busuk tiap saat. Dilakukan teramat sering, dengan frekuensi tinggi, serta melibatkan orang-orang sebarisan.

Celakanya, mereka tak sadar, permainan politik keji itu justru menepuk air di pendulang, alias berbalik memercik ke muka sendiri. Niat mengolok-olok dan menjatuhkan lawan, malahan mereka jadi bahan tertawaan. Motivasi mereka adalah menghabisi, tetapi malah memetik antipati (dari orang-orang baik).

Belakangan begitu marak foto editan, ilustrasi provokasi, dan kata-kata beracun, yang tayang di laman Medsos. Sasaran yang kerap kali dituju adalah pada profil SBRG (Suhendro Boroma – Rusdi Gumalangit). Mudah saja membuka tabir permainan ini. Paling kentara, bahwa kelompok yang memainkan isu palsu itu adalah pihak-pihak yang miskin ide.

Kompetisi politik di mata mereka adalah ajang menghamburkan kebencian. Makanya tiap saat yang ditampilkan adalah fitnah, berita palsu, rekayasa, dan berbagai praktek kotor lainnya.

Mereka tak lagi sungkan untuk menghina dan mencerca. Mengapa? Pertama, memang tak ada kemampuan apapun dari mereka untuk melaksanakan program yang bermanfaat untuk rakyat. Mereka miskin gagasan. Alhasil, tiap saat mereka menyerang SBRG, yang memang bergerak dengan penuh manfaat. SBRG berkeliling ke rumah-rumah warga, membawa Tim Medis (dengan peralatan lengkap). SBRG mengirim Tim Penyemprotan Desinfektan untuk mengendalikan wabah Covid – 19. SBRG silaturahmi dengan para tokoh-tokoh penting di Boltim. SBRG merajut tali perdamaian dan toleransi sesama Ummat beragama. SBRG mengusung ide-ide perubahan, demi kemajuan Boltim.

Kedua, batok kepala mereka terpenuhi nafsu angkara, melihat politik sebagai panggung kesombongan. Mereka menyerang kanan kiri, menyalahkan berbagai pihak, seraya memprovokasi rakyat. Padahal senyatanya, semua itu sama sekali tak laku. Publik membutuhkan pemimpin yang bijak, cerdas, pekerja keras, jujur, serta benar-benar pengabdi publik. Kerangka kebaikan itu, hanya ada secara parpipurna dalam diri SBRG. Makanya, secara bertubi-tubi, serangan membabi buta menghantam SBRG, dari kelompok miskin gagasan.

Ketiga, mereka malas mempelajari fakta sosial di Boltim. Rakyat Boltim saat ini berjuang memperbaiki kualitas kehidupan mereka. Rakyat merindukan perbaikan dan pembangunan. Rakyat ingin pemimpin yang dianggap mampu menyelesaikan masalah. Pemimpin yang mampu menggalang investasi dengan jejaring bisnis yang luas. Nah, factor kemampuan jaringan bisnis lokal, nasional, dan internasional ini, hanya ada dalam diri SBRG. Makanya, lagi-lagi, mereka tak henti menyerang SBRG, karena hanya itu yang mereka mampu.
Itulah yang terjadi hari ini. SBRG dengan kemampuan paripurna di segala bidang, berhadapan dengan pihak yang mengabadikan pembodohan. SBRG politisi cerdas, melawan politik ganas!

Teori propaganda kuno ini sesungguhnya telah usang, hanya layak dijadikan catatan hitam sejarah kemanusiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here