KETUA NU SULUT KECEWA FILM MY FLAG, ULYAS: ADEGAN 3:25-3:31 TIDAK PANTAS

0
TAK PATUT: Salah satu adegan film My Flag yang tidak pantas.(foto:cuplikan film)

Harimanado.com- Jamaah Nahdlatul Ulama (NU) dan kaum Muslim lain geger dengan beredar film pendek.

Film itu berjudul MY FLAG, MERAH PUTIH vs RADIKALISME yang beredar di chanelNU di Youtube.

CUPLIKAN MY FLAG: Salah satu adegan film pendek yang bagus.(sumber:cuplikan)

Sebagian besar kecewa. Dengan alasan yang hampir sama.

Salah satu yang kelihatan marah adalah Ketua PW NU Sulut Hi Ulyas Taha.

GERAKAN NYATA: Ketua PW NU Sulut Hi Ulyas Taha di kantor NU Sulut untuk persiapan pembagian paket sembako, Sabtu (18/4) pagi.

Tokoh NU Sulut ini mengkritik film pendek yang ikut menampilkan kiai kharismatik NI KH Ahmad Muwafiq.

Film pendek 7.29 menit, kata Ulyas tidak pantas beredar.

Lantaran menampilkan adegan tidak islami. Condong menghasut umat Muslim lain.

KH Ahmad Muwaffik

“Awalnya film ini bagus. Tapi menjadi tidak baik ketika di adegan  menit 3:25-3:31 yang mengadu fisik antara santri dan santriwaty dari 2 kelompok berbeda,”tandas Ulyas kepada media ini.

Pejabat Kemenag Sulut ini menambahkan, adegan perkelahian antara santri dan santrwati melawan kelompok celana jingkrang dan perempuan bercadar harusnya jangan dimasukkan.

Seolah-olah sutradara film menyebarkan pesan perempuan bercadar dan celana jingkrang anti merah putih.

“Ada kesan tidak baik ditunjukan oleh pembuat film mulai adegan 3.15, seakan menegaskan bahwa mereka yg bercadar itu anti merah putih padahal, bisa saja mereka lebih merah putih dan lebih NKRI dari yang lain,”sindirnya.

Pembuat film kata Taha, jika ingin menampilkan adegan rasa cinta ke merah putih,  lebih elok aksi kelompok santri melawan kelompok yang pernah membantai kader-kader NU zaman orde lama.

“Justtu lebih baik yang ditampikan kalangan santri melawan kelompok  yang selalu mengibarkan bendera PALU ARIT.  Itu akan menunjukan kecintaan kita kepada  Islam agama Tauhid dan kedua kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Merah Putih,”tutur mantan aktiivis PMII dan HMI sambil menambahkan.

“Saya menghimbau kepada pembuat film tersebut untuk menghapus atau mengedit adegan yang tidak mendidik bahkan ada kecenderungan justru memecah belah Umat Islam.”(faj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here