Penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Plus Tindakan Pencegahan Untuk Terhindar Dari COVID-19

0
Adisti A. Rumayar, SKM, M.Kes, MPH
Adisti A. Rumayar, SKM, M.Kes, MPH

Keadaan sehat adalah kehendak semua pihak, tidak hanya didominasi oleh perorangan, akan tetapi juga harus dimiliki oleh kelompok dan bahkan oleh masyarakat. Dalam Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, disebutkan “Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.

Hal ini berarti bahwa kesehatan pada diri seseorang atau individu itu mencakup aspek fisik, mental, spiritual dan sosial demi tercapainya keadaan yang sejahtera bagi seseorang baik dengan produkivitasnya dan juga ekonominya.

Keadaan sehat dari seseorang tidak serta merta langsung terjadi, tetapi harus diupayakan dari hidup yang tidak sehat menjadi hidup yang sehat serta menciptakan lingkungan yang sehat pula.

Upaya ini harus dimulai dari menanamkan pola pikir sehat yang menjadi tanggung jawab setiap orang yang harus dimulai dan diusahakan oleh diri sendiri. Upaya ini adalah untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai satu investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif.

Saat ini dunia diperhadapkan dengan masalah kesehatan masyarakat yaitu “Pandemi Covid-19”, tidak terkecuali Indonesia. Covid-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu SARS-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. Seseorang dapat terinfeksi dari penderita Covid-19 (Kemenkes RI, 2020).

Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disesase (Covid-19) Rev-05 oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, penularan Covid-19 terjadi melalui droplet yang mengandung virus SARS-CoV-2 dari hidung atau mulut saat batuk atau bersin, yang masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut dan mata.

Oleh karena itu, merupakan tanggung jawab dari kita bersama dalam upaya ‘memerangi’ Covid-19 ini yang sudah mengakibatkan banyak kerugian dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia selama kurang lebih 7 bulan.

Agar kita terhindar dari Covid-19, pemerintah telah mempromosikan lewat program dengan istilah GERMAS dan tindakan pencegahan penularan Covid-19.

Hal ini seharusnya bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah, tapi keadaan sehat merupakan tanggung jawab kita bersama.

Istilah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian (Kemenkes, 2016). GERMAS mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat.

Berdasarkan informasi yang tersedia di website Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, GERMAS yang dapat dilakukan untuk mencegah agar kita tidak tertular dengan Covid-19, yaitu dengan makan makanan yang bergizi seimbang, rajin berolahraga dan istirahat yang cukup, cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam, tidak merokok, menjaga kebersihan lingkungan, minum air putih 8 gelas/hari, makan makanan yang dimasak sempurna dan jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan, bila demam dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan, dan jangan lupa berdoa.

Selain GERMAS, berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disesase (Covid-19) Rev-05 Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, tindakan pencegahan penularan Covid-19 yang dapat dilakukan oleh setiap individu, sebagai berikut:

Membersihkan tangan secara teratur dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau menggunakan cairan antiseptic berbasis alkohol (handsanitizer) minimal 20 – 30 detik. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak bersih.

Menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya (yang mungkin dapat menularkan Covid-19).

Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplet dari orang yang yang batuk atau bersin. Jika tidak memungkin melakukan jaga jarak maka dapat dilakukan dengan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya.

Membatasi diri terhadap interaksi / kontak dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.
Saat tiba di rumah setelah bepergian, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.

Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, istirahat yang cukup termasuk pemanfaatan kesehatan tradisional.
Mengelola penyakit penyerta/komorbid agar tetap terkontrol.

Mengelola kesehatan jiwa dan psikososial. Kondisi kesehatan jiwa dan kondisi optimal dari psikososial dapat ditingkatkan melalui:

1) Emosi positif: gembira, senang dengan cara melakukan kegiatan dan hobi yang disukai, baik sendiri maupun bersama keluarga atau teman dengan mempertimbangkan aturan pembatasan sosial berskala besar di daerah masing-masing;

2) Pikiran positif: menjauhkan dari informasi hoax, mengenang semua pengalaman yang menyenangkan, bicara pada diri sendiri tentang hal yang positif (positive self-talk), responsif (mencari solusi) terhadap kejadian, dan selalu yakin bahwa pandemi akan segera teratasi;

3) Hubungan sosial yang positif: memberi pujian, memberi harapan antar sesama, saling mengingatkan cara-cara positif, meningkatkan ikatan emosi dalam keluarga dan kelompok, menghindari diskusi yang negatif, tetap melakukan komunikasi secara daring dengan keluarga dan kerabat.

Apabila sakit menerapkan etika batuk dan bersin. Jika berlanjut segera berkonsultasi dengan dokter/tenaga kesehatan.

Menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan protocol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Apabila penerapan GERMAS dan tindakan pencegahan penularan Covid-19 dilakukan oleh seluruh komponen Bangsa Indonesia saat ini, niscaya kita akan terhidar dari Covid-19. Semoga kita semua dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa dan Covid-19 segera berlalu. Salam Sehat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here