LSI: CEP-VAP Kans Dekati ODSK, Asalkan Lakukan Ini

0

Harimanado.com- Untuk kedua kalinya Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Network Konsultan Citra Indonesia (KCI) memperkirakan pasangan calon (paslon) incumbent Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) unggul telak di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Survei LSI KCI (14-21/10)  ODSK  kokoh di angka 60 persen.

Peneliti LSI Ikrama Masloman (berdiri) dan Sahril L (moderator) saat presentase survei Pilgub Sulut, Sabtu (31/10)

Paslon yang diusung PDIP akan dipilih 64,3 persen warga Sulut. Sementara paslon Christiany E Paruntu dan Sehan S Landjar (CEPSSL) akan dipilih 22,3 persen dan paslon nomor 2 Vonnie A Panambunan- Pdt Hendry Runtuwene di level 10,2 persen.

Peneliti senior LSI Ikrama Masloman saat Konferensi Pers Sabtu (31/10) membeberkan kenapa elektabilitas ODSK begitu kuat lantaran punya lima kekuatan pendukung.

ODSK sulit dikalahkan tercermin dari segmen gender, agama, usia dan suku/etnis.

Angka pemilih Muslim yang mengatakan ODSK sulit dikalahkan sebanyak 51,2 persen. Tapi, yang mengaku bisa dikalahkan ada 28 persen.

Di pemilih Protestan 71,2 masih suka. Yang menolak ODSK lanjutkan hanya 11,8 persen.

Hal senada di penganut Katholik. Sebanyak 63,6 responden yakin ODSK sulit dikalahkan.

”Secara gender, 66,7 persen laki laki dan 63,3 persen perempuan optimis ODSK  masih kuat dan minta lanjutkan,”tutur Ikrama didampingi koordinator LSI KCI Sahril L di Hotel Grand Central Manado.

Yang makin menarik adalah segmen etnis. Khususnya tiga etnis besar.

Sekira 72 persen Etnis Minahasa mengaku ODSK terlalu tangguh. Yang pesimis hanya 9.3 persen.

Pemilih Bolaang Mongondow sebanyak 52,6 persen nilai masih kuat. Tapi, 29,9 persen optimis bisa kalah. Sedangkan pemilih Nusa Utara 69,8 persen mengaku masih kuat dan 12 persen pesimis.

Makin menarik adalah Partai Golkar yang mengusung paslon lain.

Pemilih Golkar mengaku ODSK sangat kuat sebesar 47,5 persen dan 31,3 persen mengaku lemah.

Di Pemilih Gerindra 45,7 persen masih yakin ODSK kuat. Sebaliknya yang pesimis 37,1 persen.

“Sementara pemilih PDIP sangat yakin sekira 83,2 persen. Yang 6,5 persen pemilih tidak yakin,”katanya.

Selanjutnya kata Ikrama, ada 6 alasan petahana masih perkasa. Tingkat popularitas tertinggi 97,2 persen. Untuk tingkat kesukaan 83,8 persen.

Untuk CEP yang kenal 84,2 persen dan disukai 69,3 persen. Sementara VAP dikenal 83 persen dan disukai 60,4 persen.

Petahana juga dianggap lebih jujur. Pintar. Berwibawa dan berpihak kepada rakyat dibanding paslon lain.

Yang mencengangkan kepada pemilih BMR.

Meski ada calon wakil gubernur putra BMR, tapi 78,9 persen sumbangan 4 kepala daerah asal BMR ingin pilih ODSK.

”Di Nusa Utara, ODSK dinilai pimpinan yang adil. Karena percayakan putra Nusa Utara sebagai ketua DPRD Sulut,”kata Ikrama.

 

Kemudian, dominasi Petahana dibuktikan dari kunjungan kandidat 8,8%, eksistensi Alat Peraga Kampanye (Baliho) 91,7%, bantuan sembako 13,7%, stiker kandidat 14,3%.

“Ditambah nomor urut petahana paling banyak diingat sekira 65,2%, dan antusiasme pemilih petahana meningkat sekira 77%, selebihnya kompetitor lain jauh di bawah petahana,” pungkasnya.

Ikrama menambahkan survei ini dilakukan secara tatap muka (14 – 21/10) kepada 800 responden yang tersebar di seluruh Kabupaten Kota, dengan Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 3.5%.

“Selain survei, LSI Denny JA juga
menggunakan riset kualitatif, untuk memperkuat temuan dan analisa,” katanya.

Menurut Ikrama, jika tidak ada kejadian luar biasa (Penetrasi), petahana Olly-Steven sulit dikalahkan, serta naik turun suara kandidat di sisa waktu sangat tergantung pada pergerakan semua kandidat.

“Meski Pasangan CEP-SSL dan VAP-HR punya peluang menaikkan suara, namun sulit sekali mengejar elektabilitas petahana yang perkasa,” tutupnya.(tr21)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here