Paslon Rebutan Sponsor Rentenir , Parpol Bantah Kandidat Mereka Pinjam Duit

0

Harimanado.com MANADO–Hari H pemilihan pemimpin baru di 7 Kabupaten/Kota plus pemilihan gubenur (Pilgub) tinggal 4 pekan lagi. Manuver dan intrik para calon tak sanggup tergambarkan lagi. Saling gontok-gontokan bahkan nyaris adu fisik di lapangan antar pendukung pasangan calon (Paslon) sudah tak terhindarkan. Kini rumor beredar para penyokong paslon sedang bergirilia mencari talangan logisitik untuk menghadapi perang sesungguhnya yakni dipenghujung pesta demokrasi lima tahunan ini.

Bahkan kabar terendus, memakai jasa pihak ketiga pun siap dilakukan untuk mencapai sahwat politik berkuasa. “Hal seperti itu sudah biasa. Dan ini telah terjadi dari Pilkada-pilkada sebelumnya. Mencari sponsor sampai ke renteiner pun pernah dilakukan oknum paslon. Semakin mendekati hari H semua tau anggaran politik semakin meninggi. Untuk Pilkada ini sudah ada beberapa terinformasi mencari donatur pinjaman uang. Namun, biasanya bukan paslon yang turun langsung, bisa ada tim atau orang terdekat paslon,”beber sumber di Manado, kemarin.

Sementara itu, Jubir DPD I Golkar Sulut Feriando Lamaluta mengatakan, ketika ditetapkan sebagai bakal calon, Golkar hanya mengeluarkan biaya untuk saksi.
“Biaya yang keluar hanya biaya saksi. Yaitu biaya makan minum saksi selama mereka menjaga suara. Dan itu sudah selesai,” katanya.

Menurutnya, Golkar selalu mengedepankan sistem yang sudah menjadi komitmen dengan KPU dan Bawaslu. Yakni tidak ada politik uang.”Untuk dana kapan dan lain-lain, sudah disiapkan paslon. Sedangkan untuk pinjaman ke pihak ketiga, itu personal masing-masing. Tapi sejauh ini, tidak ada yang ke arah situ (meminjam uang ke pihak ketiga,” tuturnya.

Ditambahkan, dalam LHKPN para paslon, juga sudah dilaporkan semua harta kekayaan, termasuk anggaran untuk biaya kampanye.
“Dalam LHKPN, mereka (Paslon) sudah ada fresh money untuk biaya kampanye. Semua sudah tertata dan tersistem. Juga Golkar sangat menghormati tidak ada politik uang,” tutup Lamaluta.

Terpisah, Sekertaris PDIP Frangki Wongkar mengatakan PDIP jelang hari H sebentar tetap mengikuti prosedur. “Kami tidak melakukan deal atau pinjaman pihak ketiga untuk melakukan hal yang membodohi rakyat, “jelasnya. Lanjutnya, biarlah semua berproses tanpa ada pinjaman dari pihak ketiga. “Sekali lagi ini tindakan kurang terpuji. Mari kita rebut kemenanan dengan tulus dan jujur, “tambah calon bupati Minsel ini.

Sementara Direktur Tumbelaka Institute Taufik Tumbelaka menilai, isu soal paslon dalam pilkada bergerilya mencari talangan uang bahkan sampai mencari pinjaman, tentunya sangat memprihatinkan. Karena, ia beralasan, jika ini benar-benar nyata maka ada beberapa hal yang terjadi.

“Pertama, tidak siapnya pasangan kandidat menghadapi pertarungan. Dimana membutuhkan biaya politik. Kedua, partai pengusung dan juga pendukung kurang selektif. Karena biaya politik adalah salah satu instrumen penting,” tuturnya.

“Ketiga, jika nantinya menang, akan berpotensi besar melakukan korupsi. Karena wajib mengembalikan pinjaman,” tambahnya.Lanjut Tumbelaka, pemilihan langsung oleh masyarakat, memang ada dilematis soal biaya politik. Seperti tingginya biaya sosialisasi, biaya petugas saat Hari-H di TPS, hingga penggalangan dukungan masa melalui tim pemenangan atau tim kampanye serta lainnya. “Oleh karenanya, setiap figur harus mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari agar terjadi penurunan biaya politik,” tutup Tumbelaka.(ian/tra/fjr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here