Dikecam BMR, Esok Dialog Teater Pingkan Matindas Dihelat

0
Flayer Teater Pingkan Matindas

Harimanado.com MANADO–Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jenry Sualang SPd MAP segera memfasilitasi pertemuan antara sutradara, pihak Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), para seniman dan budayawan Bolmong Raya, terkait pentas teater Pingkan Matindas “Cahaya Bidadari Minahasa” yang dinilai kontroversi.

“Pihak Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut, dalam waktu dekat segera memfasilitasi pertemuan sejumlah pihak dengan melibatkan para seniman dan budayawan terkait pagelaran teater Pingkan Matindas yang diprotes teman-teman budayawan Bolmong Raya,” kata Jenry Sualang, Selasa (03/11) malam.

Menurut Sualang, duduk bersama dan berdialog merupakan solusi, apabila terjadi protes terhadap suatu karya seni, sehingga semua pihak nyaman dan persoalan tidak berkepanjangan.
Dijelaskan Sualang, memang saat dipentaskannya teater Pingkan Matindas “Cahaya Bidadari Minahasa” oleh Institut Seni Budaya Independen Manado (ISBIMA) pada Sabtu (31/10) lalu, Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut hadir sebagai undangan, diwakili Kabid Kesenian.

“Isi dan materi dari pementasan ini juga kami tahu sesesudah pementasan teater. Tetapi kalau ada pihak yang mengkritisi pementasan ini, saya kira hal yang wajar. Apalagi kalau isi materinya, ada yang dianggap keliru atau tidak sesuai dengan fakta sejarah oleh para penonton, terlebih saudara-saudara kita dari Bolmong Raya, sebab berhubungan dengan raja mereka,” terang Sualang.

Untuk itu, Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut ikut terpanggil guna memfasilitasi pertemuan terkait pementasan teater Pingkan Matindas tersebut.
Memang, kata Sualang, menurut penjelasan dari Sutradara Achi Breyvi Talanggai bahwa naskah Pingkan Matindas diambil dari buku Cahaya Bidadari Minahasa, karangan HM Taulu, penerbit Balai Pustaka.

Namun, hal tersebut dinilai adil bilamana dilakukan pertemuan dan duduk bersama antara Sutradara Achi Breyvi Talanggai, Kepala BPNB Apolos Marisan, Kadis Kebudayaan, Kabid Kesenian, Sutradara Nasional Eric Dayoh, Staf Dinas Kebudayaan, Tokoh Adat Bolmong Raya dan para seniman serta budayawan.

“Sesuai jadwal, pertemuan akan dilaksanakan Kamis tanggal 05 November 2020 ini bertempat di Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut,” ujar Sualang.Diketahui, pentas teater Pingkan Matindas Cahaya Bidadari Minahasa oleh ISBIMA, menimbulkan riak protes dari pihak tertentu.

Dalam teatrikal yang berdurasi kurang lebih lima jam itu, turut menampilkan sosok raja yang disebut sebagai Raja Bolaang Mongondow. Leluhur Bolaang Mongondow itu, dalam cerita yangditayangkan ingin merebut Pingkan dari Matindas, tapi Pingkan memerintahkan prajurit untuk membunuh Raja Bolaang Mongondow itu. Bahkan, kepalanya dipenggal dan dipertontonkan.

Atas reaksi protes itu, membuat Tokoh Toleransi Sulawesi Utara (Sulut) Hi Herson Mayulu (H2M), memberi pesan menyejukan hati dan pikiran.“Jangan sampai karena teater Pingkan Matindas ini, kemudian kerukunan antar etnis yang sudah terbina baik selama ini akan rusak. Apalagi, tahun ini adalah tahun politik bagi Sulut,” ujar H2M akhir pekan lalu.(tra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here