harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Kepemimpinan Yang Adil dan Peka

Oleh: Aisyah Nano
(Kader PKS Boltim)

 

ISLAM mengenal konsep _tabayun,_ yakni: hati-hati dalam menyikapi informasi. Dalam konteks terkini, maksudnya adalah cek, ricek, croscek (memeriksa, menelusuri, dan memastikan kebenaran informasi).

Prinsip ini teramat penting. Terlebih untuk seorang pemimpin. Betapa fatal jika seorang pemimpin bertindak sembrono. Mengambil keputusan atau tindakan yang bersumber dari berita palsu, atau dari keterangan dusta.

Maka akibatnya akan dahsyat. Keputusan yang keliru karena diambil dari sumber palsu, akan merugikan semua pihak. Bisa jadi, kerusakan hebat terjadi di mana-mana.

Dalam Islam, ada beberapa ibroh (pelajaran) yang terkait dengan kehati-hatian mengolah informasi.

Seperti yang bersumber dari Kitab Tafsir Jalalain, tentang sebab musabab turunnya Ayat 6 Surat Al Hujurat.

Ayat ini bermula dari fitnah (desas desus) yang dihembuskan kaum munafik untuk menjatuhkan martabat Aisyah, isteri Rosulullah. Sang penghembus informasi menggosipkan bahwa Aisyah sengaja memisahkan diri dari rombongan Nabi, dan ditemani seorang lelaki. Tentu cerita bohong ini menyebar seraya melahirkan kegelisahan.

Related Posts

Lalu turunlah ayat tabayun ini, sebagai patokan Umat Islam, untuk berhati-hati dalam hal informasi.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam firmannya yang berbunyi:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik (bodoh, tak jujur) datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (Al- Hujurat:6)

Hikmah peristiwa fitnah kepada Aisyah ini teramat tegas! Jangan mudah terprovoksi.

Bagi kita semua, warga Boltim yang tengah menghadapi Pilkada, kewaspadaan dalam menerima dan mengambil tindakan terhadap sebuah berita, teramat sangat perlu.

Saat ini, berangkai-rangkai narasi palsu, kabar bohong, informasi sesat, serta rekayasa berita muncul tiap saat.

Menyedihkan jika kemudian lahir tindakan tergesa-gesa. Hanya karena informasi yang sesuai selera politik pihak tertentu, lalu diolah dan dibesar-besarkan. Padahal fakta sesungguhnya justru berbeda.

Rakyat Boltim dan para pemimpinnya harus adil. Jangan hanya mengikuti hawa nafsu sepihak.

Mestinya, periksa dulu kebenaran sebuah informasi. Cari dan telusuri lebih lengkap. Hadirkan fakta pembanding, agar lengkap. Dan lakukan tabayun, atau mengecek langsung kepada pihak yang tepat.

Bukan malah mendramatisasi sebuah informasi. Wallahu’alam.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.