harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Dalam Keadaan Sakit Meyla Tirayoh Antar Bantuan ke Posko BAZNAS Sulut

Kisah Inspirasi Wanita Kaima Naik Angkot Bawa Bantuan

SEBUAH mikrolet  trayek Minahasa Utara (Minut)  mendekati posko bencana alam Kelurahan Malendeng, akhir pekan lalu.

Posko di perempatan Malendeng didirikan Badan Amil Zakat (Baznas) Sulut. Letaknya di lahan eks Kantor Pengadilan Agama (PA) Manado.

Meyla Tirayoh, dermawan asal Kaima Minahasa Utara, mengantar langsung bantuan di Posko bencana Baznas Sulut.(foto: dok)

Hampir semua mata tertuju ke angkutan tua itu. Mikrolet warna biru berhenti tepat di depan pintu halaman.

Para relawan Baznas Sulut saat itu tengah menyiapkan kebutuhan untuk warga pengungsi. Sejumlah warga korban bencana lagi bersih bersih.

Dari dalam mikro ada  pria muda mendekat. Menyapa para relawan.  Mendengar penjelasan orang  yang tidak dikenal mereka terkejut bercampur takjub.

Ternyata di dalam mikro ada seorang wanita sedang terbaring sakit yang membawa bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor.

Para relawan bergegas menurunkan bantuan. Mereka terharu. Sangat terenyuh melihat tubuhnya yang ringkih. Seperti menderita sakit. Tubuhnya kelihatan lemah.

Nama perempuan itu Meylia Tirayoh, asal Desa Kaima-Minahasa Utara (Minut). Meyla berbaring lemah di tempat duduk di bagian tengah.

Ia rela berpergian  jauh untuk mengantar langsung sumbangan miliknya.

“Keluarga sudah membujuk supaya sumbangan mereka yang antar. Tapi, kakak bersikeras ingin mengantar langsung. Dia ingin melihat langsung kondisi warga,” ucap iparnya.

Related Posts

Keluarga pun luluh. Mereka dengan senang hati menemani Meyla. Dia ditemani adik dan iparnya untuk membawa langsung bantuan kepada posko Baznas.

Meyla hanya berucap lemah ketika melihat masyarakat yang terdampak banjir di daerah Malendeng.

Warga yang melihat kondisi Meyla, dipenuhi keheranan, dan memuji kepedulian Meyla.

“Jarang ada manusia seperti ibu. Ini gambaran kepedulian kepada sesama walau dalam keadaan sakit tapi tetap penuh semangat berusaha mendatangi langsung posko Baznas dan dapur umum berbagi dengan mereka-mereka yang terdampak,”tutur Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan.

Abid mengaku tidak habis pikir dengan kemuliaan hati Meylia Tirayoh.

Tinggal jauh di kampung. Naik angkutan yang  sempit, nekat ke Manado untuk membagikan bantuan sebagai bentuk kepedulian buat sesama.

“Sungguh sebuah tamparan yang mengusik mereka yang diberikan Allah rezeki yang berlimpah tapi miskin dalam kepedulian kepada sesama,”katanya.

Tak terbendung keharuan masyarakat dan para relawan saat Meyla beranjak pulang.

Relawan Baznas dan warga sekitar sempat meneteskan air mata.

Setelah wanita berhati mulia menghilang mereka masih jadi pembahasan warga sekitar.

Semoga cepat sembuh ibu, dan bisa terus menjadi inspirasi bagi semua orang untuk turut serta hadir dalam setiap musibah sekalipun itu hanya dengan sebungkus nasi,”tutur relawan. (HM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.