harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

BLT November dan Desember 2020 Desa Kombot Belum Disalurkan, Padahal Dana Sudah Dicairkan dari Bank?

harimanado.com, Bolsel – Warga Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, keluhkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap III yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2020. Pasalnya, untuk November dan Desember belum disalurkan sama sekali.

Salah satu tokoh mayarakat setempat, Rukminto Paputungan mengaku sangat menyayangkan hal itu, sebab pemerintah sengaja mengalokasikan dana tersebut untuk membantu masyarakat yang lagi kesulitan menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Setelah tidak menerima BLT, mereka (warga penerima) datang ke saya mengeluh. Karena itu kami meminta kepada pemerintah desa atau pihak yang terkait agar segera menyalurkan sisa BLT tahun lalu. Ini masih dalam situasi pandemi. Itu hak mereka walaupun waktunya sudah lewat,” tutur Rukminto yang ditemui di kediamannya di Desa Kombot, Selasa (9/2).

Terpisah, Penjabat Sementara (Pjs) Sangadi Desa Kombot Irno Simbayan sama sekali tidak menampik informasi tersebut. Katanya, dua bulan BLT tahap III tahun lalu sama sekali belum disalurkan. Kendati demikian, ia mengaku tidak tahu menahu soal itu karena ia baru saja dilantik pada awal januari (2021).

“Soal itu lebih jelasnya dikonfirmasi ke pejabat lama. Soalnya saya belum lama menjabat di sini,” jawab Pjs Sangadi yang juga menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pinolosian ini, yang ditemui di Kantor Desa Kombot, Selasa (9/2).

“Tapi sesuai data yang ada, memang belum (disalurkan). Saya juga sudah menanyakan hal ini ke mantan sangadi. Beliau hanya janji. Dan sampai sekarang belum (disalurkan) juga,” terang Pjs.

Irno Simbayan juga mengaku bahwa beberala anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kombot sudah datang menemuinya menyakan BLT tersebut.

“Mereka menanyakan ke saya. Beberapa masyarakat juga sempat datang ke rumah menemui saya,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Desa (Sekdes) Kombot Irul Mamonto juga turut membenarkan masalah itu.

“Memang belum (disalurkan). Warga Sudah bertanya-tanya. Kami juga sudah menghubungi beliau (mantan sangadi). Tapi lebih bagus langsung saja tanya ke Pak Sangadi (mantan),” tuturnya.

Ia kemudian menjelaskan, jumlah penerima BLT tahun 2020 di Desa Kombot sebanyak 113 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Besarannya 300 ribu per KPM per bulan. Penyalurannya dibagi tiga tahap. Tahap 1 (April, Mei, Juni), Tahap 2 (Juli, Agustus, September), dan tahap III atau tahap terakhir (Oktober, November, Desember).

“Tahap 1 dan 2 sudah. Untuk tahap III yang diserahkan (kepada 113 KPM) baru Oktober. Untuk November dan Desember belum,” terangnya.

Ia juga mengatakan kalau dana itu sudah dicairkan oleh desa.

“Jadi, pencairan dana desa itu mengacu ke rekomendasi. Baru kemudian bendahara tarik di bank tapi atas persetujuan sangadi (tanda tangan). Sebab, kalau tidak ada tanda tangan sangadi tidak bisa dicairkan. Sesuai resi sudah dilakukan penarikan,” akunya.

“Total anggaran yang belum disalurkan (ke KPM) dikalikan saja. Rp 300 ribu kali 113 KPM kali 2 bulan (Rp 67.800.000),” sambungnya.

Ditambahkannya,  total Dana Desa Tahun 2020 Desa Kombot Rp 916.383.000. Secara garis besar kegiatannya terdiri dari BLT, Pemberdayaan dan Fisik

“Tapi kegiatan fisik, bumdes dan bantuan kelompok sebagian dialihakan ke BLT,” sebut Sekdes.

Sementara itu, Mantan Sangadi Desa Kombot Burhanudin Hattani yang baru saja mengakhiri masa jabatannya pada awal Januari lalu, belum berhasil dikonfirmasi. Ketika hendak ditemui di rumahnya di Dusun 2 Desa Kombot sekira pukul 16.15 Wita, Selasa (9/2), yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah. “Bapak lagi keluar. Dia juga tidak punya nomor HP,” kata Istrinya.

Di lain pihak, Kepala Bidang PMD Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Bolsel Ronal Ismail mengatakan, Dana Desa tahun 2020 sudah dicairka ke semua desa se-Bolsel.

“Iya, 81 desa sudah cair semua,” kata Ronal, Selasa, kemarin.(ail)

Leave A Reply

Your email address will not be published.