harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

PAHAM Gugat Penggelembungan di Semua TPS, Hakim MK Seperti Kurang Yakin

Sidang Lanjutan untuk Saksi Masih Tanda Tanya

Harimanado.MANADO – Sidang sengketa pilkada Manado di Mahkamah Konstitusi (MK), telah digelar  Selasa (9/2). sidang ini lanjutan dari sidang pertama akhir Januari 2021.

Sidang  dipimpin Hakim Ketua Arief Hidayat, dihadiri KPU Manado, tim kuasa hukum paslon nomor urut 1 Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS) sebagai pihak terkait, Bawaslu Manado, dan kuasa hukum Paslon nomor urut 4 Paula Runtuwene-Harley Mangindaan (PAHAM) sebagai pihak Pemohon.

Suasana sidang agak seru. Lantaran terjadi adu argumen perihal laporan dugaan pelanggaran yang dilayangkan pihak Pemohon kepada Majelis Hakim MK. Kemudian, Hakim sempat mempertanyakan adanya keberatan saksi di 979 Tempat Pemungutan Suara (TPS) kepada Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu Manado.

“Berapa banyak saksi Anda (Paslon Nomor Urut 4) di TPS yang tidak tanda tangan di tingkat TPS?” tanya Hakim Saldi Isra kepada Kuasa Hukum Paslon Nomor Urut 4.

Kemudian, pertanyaan yang dilontarkan oleh hakim tersebut langsung dijawab Kuasa Hukum Paslon Nomor Urut 4, Firman Mustika,

“Sebagian ada, sebagian tidak,” sahut Mustika.

Menurut Hakim Saldi Isra, Pemohon harus memberikan kepastian tentang jumlah saksi yang tidak tanda tangan di tingkat TPS.

“Kalau semua tanda tangan lalu dibilang tidak, akan jadi masalah juga,” tandasnya.

Pertanyaan itu tidak hanya diutarakan ke pihak Pemohon saja. Tetapi kepada Pihak Terkait, dan dijawab.

“Secara detail tidak kami ketahui angkanya. Tapi kemudian kami tidak menanggapinya terlalu jauh karena dalam permohonan Pemohon tidak jelas, kabur, dan sangat tidak rinci menyebutkan TPS dimana telah terjadi pelanggaran,” timpal kuasa hukum Pihak Terkait (Paslon AARS).

Lanjut Paslon AARS, kuasa hukum Pihak Terkait menyebutkan, semua saksi ikut menandatangani di tingkat TPS, dan perihal tidak menandatangani itu adalah ketidakbenaran.

Selain itu, pihak Termohon (KPU Manado) menyatakan bahwa semua saksi menandatangani di tingkat TPS.

Berdasarkan hasil yang kami terima dalam bentuk Sirekap, semuanya menandatangani,” kata Termohon yang dihadiri Komisioner KPU Manado Sunday Rompas.

Menanggapi jawaban Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait, Hakim Arief Hidayat menilai dalil permohonan pemohon bahwa terjadi penggelembungan pemilih di 979 TPS yang tersebar di 11 kecamatan adalah tidak jelas.

“Karena ketidakjelasan ini, maka Termohon akan susah, Locus-nya dimana. Pihak Terkait juga tidak bisa menanggapinya secara jelas. Lain kali harus disebutkan dimana. TPS dimana, kelurahan mana. Supaya bisa adu bukti antara Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait. Kalau seperti ini, mau adu bagaimana,” ketusnya.

Setelah itu, Ketua Bawaslu Manado Marwan Kawinda buka suara. Menurutnya, berdasarkan hasil pengawasan di TPS tak ada satu pun saksi paslon nomor urut 4 yang berkeberatan atau tidak menandatangani di tingkat TPS.

“Selama berada di TPS tidak ada yang keberatan. Nanti di tingkat Kecamatan baru ada laporan dan muncul persoalan,” ungkap Kawinda.

Di akhir Sidang, Hakim Arief Hidayat menyampaikan bahwa hasil persidangan akan dilaporkan dalam rapat putusan hakim.

“Bagaimana tindak lanjut perkara ini, apakah akan dilanjutkan ke pemeriksaan saksi dan alat bukti lainnya atau cukup sampai di dua pemeriksaan ini,” tutupnya. (tr21)

Leave A Reply

Your email address will not be published.