harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

DPRD Manado Panggil Semua Camat Dengar  Keluh Kesah Buruh Sampah

Harimanado.com, MANADO — Tuntutan buruh sampah di Kota Manado di  depan kantor Wali Kota Manado 24 Februari akhirnya didengar. Demo mereka lantaran masalah mereka terus menggunung, seperti bukit sampah.

Jimmy Tindi

Prihatin dengan kondisi para pejuang kebersihan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Manado menggelar hearing bersama masyarakat, SKPD terkait dan 11 camat se-Kota Manado.

Rapat digelar Komisi A DPRD Manado. Dipimpin Ketua Komisi A DPRD kota Manado Benny Parasan ditemani Sekretaris Komisi Bobby Daud, dan anggota Komisi 1 Jeane laluyan.

HEARING: Ketua Komisi A Benny Parasan, Jeane Laluyan dan Boby Daud dengar aspirasi buruh sampah, Senin (1/3)

Ketua Komisi 1 Benny Parasan mengatakan, bahwa problem ini adalah suatu kewajiban bagi DPRD untuk segera mengatasinya, karena tenaga kebersihan adalah rakyat kita yang harus membiayai keseharian mereka.

“Kami selaku wakil rakyat akan memfasilitasi segala keluhan para masyarakat. Apalagi situasi pandemi, asas kemanusiaan harus diperhatikan,” katanya di hadapan audiens.

Sejumlah masalah yang dituntut para buruh sampah adalah THR Belum dibayar, upah beberapa bulan terbengkalai, Pemotongan Gaji, serta PHK 59 buruh secara sepihak.

Related Posts

Para camat yang hadir menanggapi bahwa upah bulan Desember sudah dibayar,

“Kendalanya pada  Januari-Februari tertunda disebabkan perubahan rekening dari BRI ke BSG,Sehingga para buruh harus membuka rekening terlebih dahulu, sebagai mekanisme pembayaran upah,”katanya

“Kami berharap, jangan mempersulit masyarakat untuk membuka rekening. Kalau bisa dibayarkan secara manual, disegera mungkin untuk bayar. Karena kasihan mereka juga punya keluarga, jangan sampai mereka sakit, atau bahkan mati baru upah akan dibayarkan,” tandas Anggota Komisi 1 Jeane laluyan.

Selain itu, para camat juga membantah terkait keluhan pemotongan gaji itu tidak benar.

Diskusi itu berjalan alot, antara buruh dan masyarakat saling menyalahkan, dan menuduh satu sama lain.

Untuk itu, para camat dengan legowo dan akan bersama-sama mengentaskan persoalan hak buruh yang belum dipenuhi.

Aktivis buruh Jimmy Tindi menuturkan, bahwa hasil hearing hari ini melahirkan beberapa poin penting untuk penyelesaian persoalan hak buruh.

“21 tahun saya mendampingi para buruh, 10 tahun terakhir pengelolaan sampah Manado semakin amburadul, hak buruh terabaikan, Kami berharap Anggota Dewan dapat mengakomodir aspirasi kami, untuk memperbaiki pengelolaan sampah yang berdampak pada buruh sampah,” tuturnya.

Dekot berharap agar para buruh tetap bersabar, dan terkait langkah selanjutnya tetap dapat berkoordinasi dengan Camat masing-masing.(tr21)

Leave A Reply

Your email address will not be published.