harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Gara-gara Naskah Pidato Desakan Rolling Jabatan Menguat

 

 

Harimanado.com.AMURANG- Buntut dari keteledoran  salah menulis nama di naskah pidato bupati,desakan kuat kepada  Bupati Minsel Franky D Wongkar dan Wakil Bupati Petra Y Rembang, (FDW-PYR), untuk melakukan rolling jabatan.

“Perubahan harus dilakukan di lingkungan pejabat. Ini berkaca dari kesalahan fatal yang dilakukan ASN,”  tutur sejumlah warga di ruang sidang paripurna DPRD Minsel usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Minsel dengan agenda mendengarkan pidato Bupati Minsel Franky D Wongkar pada Senin (1/3).

Kesalahan fatal yang terjadi dalam naskah pidato Bupati menurut warga sangat fatal. Artinya penghargaan, menghargai bahkan menghormati Bupati Wongkar.

“Memang kami tahu pak bupati taat aturan, tapi kami juga mendesak jangan sampai upaya perubahan yang digaungkan justru tak ditunjang oleh anak buah,” sembur lagi warga.

Arus desakan juga dilayangkan Anggota Dewan Frangky Lelengboto. Menurutnya, penilaian kinerja ASN sangat jelas. Sehingga jika memang dari bupati dan wakil bupati melakukan evaluasi jabatan itu sangat wajar.

Related Posts

“Yang utama kami yakin pak bupati dan wakil bupati sudah tahu harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Lelengboto.

Dijelaskannya jika ada masukan atau kritikan bahkan saran dari masyarakat atau LSM atau kelompok masyarakat lainnya, supaya bupati dan wakil bupati melakukan rolling jabatan itu hal yang wajar.  “Sah-sah saja kalau banyak yang mendesak supaya ok bupati lakukan rolling jabatan,” ucapnya.

Mengenai hal ini Bupati Minsel Franky D Wongkar dan Wakil Bupati Petra Y Rembang, memberikan lampu hijau. Menurut Wongkar dalam melakukan rolling jabatan itu akan dilakukan . “Pasti saya dan pak wakil akan lakukan assessment. Karena ini sangat penting dilakukan untuk menjaring pejabat yang profesional,” jelas Wongkar ketika dimintai keterangan sejumlah wartawan.
Dikatakannya, assessment dilakukan menilai sejauh mana pejabat tersebut memiliki kompetensi, kemampuan dalam menduduki satu jabatan.
“Saya yakin langkah itu sangat adil dilakukan. Karena semua pejabat yang ikut assessment memiliki peluang yang sama,” tandasnya.

Yang pasti lanjut Wongkar, ASN dan pejabat harus mampu melakukan perubahan. Dalam menjalankan tugas harus tunjukkan kinerja yang baik.

“Kerja, kerja dan kerja yang baik harus dilakukan. Harus bisa berinovasi dan berimprovisasi dalam melaksanakan tugas. Jangan lagi tungu-tunggu petunjuk. Maunya petunjuk selalu. Harus kerja ciptakan hal-hal baru yang bisa bawa perubahan untuk kemajuan,” pungkasnya. (vis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.