harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Anggota DPRD Bolsel dari Dapil 3 Pinolosian Bersatu Reses di Tobayagan

harimanado.com, Bolsel – Tujuh anggota DPRD Bolsel dari daerah pemilihan (dapil) 3 (tiga) wilayah Pinolosian Bersatu gelar reses di Desa Tobayagan Selatan, Kecamatan Pinolosian Tengah, Selasa (16/3). Dalam kegiatan itu, DPRD menampung banyak aspirasi  masyarakat untuk diperjuangkan agar bisa terealisasi pada Tahun Anggaran (TA) 2022 mendatang.

Kegiatan DPRD di Desa Tobayagan Selatan ini merupakan reses hari kedua. Hari pertama Senin (15/3) reses dilaksanakan di Desa Matandoi, Kecamatan Pinolosian Timur. 

“Reses rencananya dilaksanakan tiga hari di tiga kecamatan Pinolosian Bersatu. Rabu (17/3) diagendakan lagi di Desa Ilomata, Kecamatan Pinolosian [Induk],” tutur Kasubag Umum Sekretariat DPRD Bolsel, Oni Podomi yang mendampingi para anggota DPRD dalam kegiatan reses ini.

Tujuh wakil rakyat yang melakukan reses antara lain Ketua DPRD Arifin Olii,  Wakil Ketua DPRD Salman Mokoagow, Sarjan Podomi, Petrus Keni, Muhammad Paputungan, Supatia Kobandaha dan Hanira Paputungan. Sementara dari Sekretatiat DPRD, turut mendampingi Kabag Risalah Sujito Laiya, Kasubag Umum dan sejumlah staf sekretariat DPRD Bolsel.

Dalam reses tersebut, banyak usulan yang disampaikan pemerintah desa, BPD dan perwakilan masyarakat. Sebut saja soal jaringan internet, peningkatan air bersih, pembangunan jalan tani/kebun, keluhan aktivitas pertambangan illegal, perhatian pemerintah terhadap lembaga dewan adat, kebijakan pemerintah daerah terkait pelaksanaan hajatan pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19, status sekolah, peningkatan lapangan desa, dan beberapa usulan lain.

Related Posts

Menanggapi usulan-usulan yang disampaikan oleh para peserta reses yang datang dari delapan desa se-Kecamatan Pinolosian Tengah, Ketua DPRD Arifin Olii mengatakan, DPRD Bolsel agar berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.

“Reses merupakan kegiatan rutin DPRD setiap tahun guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kami di DPRD akan berjuang semaksimal mungkin untuk dapat merealisasikannya. Tapi, mengingat terbatasnya daerah, tentu saja yang paling diprioritaskan adalah yang paling dibutuhkan masyarakat,” jelas politisi PDIP ini.
Hal senada disampaikan anggota DPRD lainnya.

Sarjan Bonde mengatakan, dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat DPRD Bolsel akan melihat mana yang paling prioritas menjadi kebutuhan masyarakat. Katanya tidak ada pertimbangan lain.
“Kita di DPRD tidak ada lagi perbedaan warna. Yang kita perjuangkan adalah rakyat Bolsel,” tuturnya.

Begitu juga Supatia Kobandaha. Dikatakatannya, bicara kepentingan masyarakat tidak ada istilah desa anak tiri dan anak kandung. “Pemerintah tidak akan memilah-milah. Semua sama,” sahutnya.
Sementara itu, Petrus Keni meminta kepada seluruh Kepala Desa (sangadi) dan perangkat harus terus berinovasi. 

“Jangan sampai masuk kategori desa miskin,” katanya.(qs)

Leave A Reply

Your email address will not be published.