harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Sindulang Mas Lokasi Baru Festival Kuliner Ramadan

 

 

BULAN Ramadhan telah tiba. Telah berjalan tiga hari Kamis (15/4).

Umat Muslim merindukan Ramadan. Tapi yang paling merindukan Ramadan adalah pedagang ta’jil atau makanan buka puasa.

Hampir semua perkampungan  yang banyak Muslimnya, ramai dengan pemandangan pedagang musiman.

Di pinggir jalan raya hingga di dalam lorong juga banyak.

Selain badan jalan. Pedagang tajil menjaja makanan buka puasa  di kawasan Mega Mas, eks Boulevard Mall hingga Lapangan Ketang Ternate Baru, Singkil.

 

Nah, Ramadan  tahun ini,  ada lokasi baru untuk pedagang tajil.

Namanya lapangan Sindulang Mas. Terletak di tepi Boulevard 2, Kelurahan Sindulang 2, Kecamatan Tuminting, Manado.

Di lokasi itu sedang digelar Festival Manado Ramadan Fair (RMF) 2021.

Peserta ada 23 pedagang tajil. Mereka menempati tenda biru milik Pemkkt Manado.

Lokasi RMF sangat strategis. Diapir Warkop Kemang dan Indomaret Sindulang.

Acara Grand Opening Cafe/Kuliner Ramadan digelar pada Rabu (14/4).

Related Posts

Penggagas EO Eight Sulut dan Dompet Dhuafa serta beberapa sponsor ternama lainnya.

Ketua Panitia Manado Ramadan Fair, Devitasari mengatakan iven ini baru perdana. Jadi wajar banyak belum kenal.

Devi sapaan akrabnya menuturkan, semoga Manado Ramadan Fair dapat membangkitkan ekonomi UMKM.

“Selain itu, tujuan awal kita untuk melangsungkan syiar atau dakwah di bulan Ramadan. Dari sisi penerapan Protokol Kesehatan, kita bersama satgas covid telah mengupayakan ukuran jarak sekitar 3 Meter, dan Protokol kesehatan lainnya telah dilengkapi. Dan tentunya semoga cuaca selama bulan Ramadan mendukung kegiatan kita ini,” tuturnya.

Acara MRF dibuka Karo Perekonomian Pemerintah Provinsi Sulut Hanny Wayong.
Hanny atas nama gubernur titip pesan kegiatan ini mempererat tali persaudaraan, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Dan kami ingatkan mari jaga diri bersama dari pandemi Covid-19, Jangan jenuh-jenuh pake masker, jangan jenuh-jenuh melayani secara sehat, agar pembeli merasa aman dan nyaman untuk berbuka puasa dan lain sebagainya,” ujar Wajong.

MRF tidak hanya soal kemeriahan tetapi membangun daya tarik wisata daerah Manado, dan Ajang ini perlu sama-sama dijaga serta sukseskan bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Sekertaris Kecamatam Tuminting Jonly Kasenda juga menyampaikan sambutannya.

“Atas nama Pemkot Manado mengucapkan, semoga Ramadan kali ini akan menjadi Ramadan terindah dan momen kebangkitan umat dari keterpurukan pandemi Covid-19,” tukasnya.

Peserta MRF yang juga pemilik Kedai Egmil Ariska Nusi mengatakan biaya sewa lokasi setiap Pedagang sekira Rp3 jutaan.

“Modal kita 3 juta untuk biaya sewa tempat, dan 2 juta modal bahan masakan. Kita berharap, semoga acara Ramadan Fair Sukses, dan Ramai Pengunjung agar pedagang juga senang,” timpalnya.

Pemilik kedai lainnya juga turut senang, dikarenakan Ramadan tahun ini dapat rasakan suka citanya dibanding dengan tahun lalu yang hanya berdiam diri dirumah.

“Semoga dari kegiatan Ramadan Fair kita selaku pedagang bisa mendapat penghasilan yang menguntungkan, karena sebelumnya pedagang sedikit sulit mencari nafkah dikarenakan Covid-19,” ujar Arlinda Mamonto, warga Tuminting/Simponi pemilik Kedai Arunika.

Diketahui, Manado Ramadan Fair tidak hanya menyediakan wisata kuliner Ramadan, tetapi juga akan menggelar diantaranya Lomba Dendang Sahur, Lomba Tahfiz Cilik, Lomba Futsal Mini, Bincang Komunitas Pemuda, Talk-Show Zakat, serta Festival Musik.(tr21)

Leave A Reply

Your email address will not be published.