harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Pintu Gereja Katolik Barcelona Disiapkan untuk Umat Muslim Berbuka Puasa

BARCELONA- Bulan Ramadhan mampu menghilangkan sekat umat beragama. Contoh yang terjadi di Barcelona,Spanyol. Gara-gara pembatasan berkumpul banyak orang, akibat pandemi COVID-19, warga Muslim di Barcelona kesulitan menjalankan Ramadhan di area indoor.

Melihat kesulitan tersebut, sebuah Gereja Katolik di Barcelona membuka pintunya lebar-lebar bagi umat Muslim yang hendak berbuka puasa.

Menu buka puasa di biara gereja Santa Anna, Barcelona, Spanyol. Foto: Albert Gea/Reuters

Setiap malam selama Ramadhan, Gereja Santa Ana itu dipenuhi 50 sampai 60 orang muslimin dari seluruh penjuru kota.

“Kita semua sama. Jika kamu Katolik atau dari agama lain, itu semua baik-baik saja,” ucap seorang warga Muslim Barcelona keturunan Maroko, Hafid Oubrahim, seperti dikutip dari Reuters.
Saat Pintu Gereja Barcelona Terbuka bagi Umat Muslim Berbuka Puasa (2)

Suasana buka puasa di biara gereja Santa Anna, Barcelona, Spanyol. Foto: Albert Gea/Reuters
Related Posts

Hafid mengatakan, ia rutin mengunjungi gereja tersebut selama Ramadhan tahun ini untuk berbuka puasa.

“Kami semua seperti saudara dan kami harus saling menolong,” sambung dia.
Kisah terbuka pintu gereja bagi umat Muslim, bermula saat Presiden Asosiasi Perempuan Maroko di Catalonia, Faouzia Chati, ingin melanjutkan tradisi buka bersama di Ramadhan tahun ini.

 

Suasana buka puasa di biara gereja Santa Anna, Barcelona, Spanyol. Foto: Albert Gea/Reuters
Tapi, pandemi COVID-19 membuat rencana itu sulit terwujud. Bukan tanpa sebab, untuk menggelar buka bersama, harus dilakukan di ruangan dengan ventilasi bagus dan luas sehingga warga bisa menjaga jarak.

Keinginan Chati itu sampai ke telinga pemimpin gereja Santa Ana, Pastor Peio Sanchez. Tanpa ragu, Sanchez langsung membuka pintu gereja untuk umat Muslim.


Saat Pintu Gereja Barcelona Terbuka bagi Umat Muslim Berbuka Puasa (4)

Suasana buka puasa di biara gereja Santa Anna, Barcelona, Spanyol. Foto: Albert Gea/Reuters
Chati mengatakan, Sanchez memandang pertemuan antar-umat beragama sebagai simbol koeksistensi.

“Warga akan senang melihat umat Islam berbuka puasa di gereja Katolik, sebab agama harus mempersatukan kita, bukan memecah belah,” tegas Chati.(kumparan/*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.