harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Ganasnya Budew Jeane di LKPJ, Buat Para Camat ‘Mandi Keringat’

MANADO– Para camat se Kota Manado mati gaya. Dibuat tak berkutik. Mereka seperti duduk di bara api, mandi keringat ketika diberondong pertanyaan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Manado.
TEGAS: Suasana rapat pembahasan LKPJ wali kota Manado tahun anggaran 2020 antara Pansus DPRD Manado bersama para camat, Selasa (4/5) di ruang paripurna.

Vokalis pansus Jeane Laluyan, yang paling bersemangat menguliti  laporan para camat dalam pembahasan LKPJ wali kota Manado 2020, Selasa (4/5).

Srikandi PDIP begitu keras meminta jawaban para camat. Kebetulan giliran kecamatan Wenang. Saat bertanya bu dewan Jeane menggunakan taktik bertinju gaya fighter.
Memberondong dengan pertanyaan uang Rp 2 miliar untuk gaji 56 kepala lingkungan (pala) di Wenang.
“Data yang laporkan gaji pala hanya 9 bulan dikali Rp 3 juta. Namun, ternyata diakui itu salah bahwa yang benar adalah 12 bulan,” beber Laluyan.
Kritikan Jeane memancing kekesalan bersama anggota pansus lain. Jeane melanjutkan dengan sedikit ceramah.
“Ini masalah angka. Kita tak main-main. Sebab ini  dipertanggungjawabkan pada masyarakat. Kalau di LKPJ tak benar, terus laporan mana yang benar? Ini ada banyak selisih angka. Laporan LKPJ ini resmi dan sudah ditandatangani oleh wali kota. Masa lembaran yang dibahas dalam forum resmi dikatakan salah ketik,” tandasnya.
Related Posts
Perempuan paras manis ini mengakui paling banyak tahu, lantaran  dia duduk di komisi 1 bermitra dengan camat, lurah dan pala.
Beberapa bulan lalu Komisi 1 dapati keluhan para THL dan pala. Mereka konfrontir semua camat karena ada keributan gaji pala, THL dan buruh sampah yang belum terbayarkan.
“Tapi, kalau lihat di laporan ini seakan-akan tak ada masalah. Padahal saat itu semua gaji belum terbayar,” sesalnya.
Saat hearing, kata dia, pihaknya minta klarifikasi kenapa belum dibayar gaji. Namun para camat mengatakan akan membayarkan. “Berarti ada dana tambahan. Nah dana dari mana itu? Tapi para camat tak tahu itu dana apa. Yang penting bayar saja gaji. Harusnya kalau terima uang baiknya tahu sumbernya dari mana. Ini membingungkan. Karena laporan-laporan berbeda,” kesalnya.
Anggota Pansus Jeane Sumilat pun membeberkan bahwa program yang disodorkan camat tak ada di buku LKPJ. ” Yang Rp 2 miliar tak tertata di buku LKPJ. Kalau demikian, ini bukan salah ketik. Memang laporannya tak lengkap, dipaksa dimasukan ke Bapelitbang. Coba diteliti, program peningkatan pada masyarakat tak tertera. Jadi ini tiba saat tiba akal. Sudah dua kecamatan yang kami temukan seperti ini. Berarti mereka hanya menerka-nerka saja laporan anggaran untuk pala,” bebernya. Sementara itu, Camat Wenang kebingungan untuk menjawab setiap pertanyaan. Namun, dia menegaskan soal perbedaan yang terjadi. “Kalau dilihat dari jumlah, memang itu 12 bulan. Memang ada salah ketikan,” ucap Camat Wenang. (An1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.