harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

PHBI Sulut-Ormas Islam PATUH dan TAAT, Dukung Gubernur  OD,   Sholat Idul Fitri di Masjid Saja

Lapangan Terbuka Boleh, Khusus di BMR dan Lapangan Ketang Ternate Baru

MANADO— PHBI Sulut dan ormas Islam satu kata. Patuh dan taat kepada umara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Mereka siap mengamankan kebijakan pawai malam takbiran (sebelum Idul Fitri)  ditiadakan. Dipersilahkan mengucapkan takbiran di masing-masing tempat. Begitu pun dengan sholat Idul Fitri 1422 H, tidak boleh di lapangan terbuka.
Kesepakatan yang penuh dinamika berlangsung di pertemuan semua pimpinan ormas  keagamaan , Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forkopimda Sulut  dalam rangka Pengamanan  Lebaran Tahun 2021 dan Penanganan Covid-19 di Sulut di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur, Selasa (4/5) .
Gubernur Olly, mengatakan sebelum pertemuan , dia bersama Forkopimda Sulut sudah membahas kesiapan menghadapi Hari Raya Besar Islam dan Kristen di tengah masa Pandemi Covid-19.
“Sudah hampir sebulan ini Covid-19 di Provinsi Sulut situasinya dalam terkendali, tapi kalau kita melihat pengalaman seperti di India kemarin suasananya memang sudah terbuka sehingga pemerintah  mengizinkan melaksanakan acara keagamaan secara besar-besaran dan akibatnya banyak masyarakatnya terkena dampak Covid-19,” kata Olly.

Keputusan itu diaminkan ormas Islam dan FKUB  Sulut. Ketua PHBI Sulut  Syahrul Poli mengatakan sami’na wa athona (mendengar dan taat) dengan putusan umara (gubernur Sulut). PHBI Sulut sebagai penanggung jawab hari besar keagamaan Islam akan bersama ormas Islam seperti Parmusi, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Nahdlatul Ulama, Mathlau Anwar, Alkhairat, DMI dan lainnya menyampaikan  ke bawah.

“Kami mendukung apa yang diputuskan bersama di forum mulia itu. Karena pertimbangan sangat masuk akal dan tidak ada yang mengurangi dari rangkaian kegiatan di Hari Idul Fitri dan malam takbiran. Kami akan mensosialisasikan ke umat Islam supaya jauh hari mereka ketahui,” kata Syahrul Poli usai pertemuan.

 

Hal senada ditambahkan  Ketua Baznas Sulut bahwa Gubernur Sulut dan Forkompinda Sulut sangat serius mengumpul para tokoh agama dan pimpinan ormas keagamaan. Karena kondisi covid 19 sulit diprediksi maka malam takbiran dan sholat Idul Fitri untuk ummat Muslim diminta digelar di tempat masing-masing.

Related Posts

“Kecuali di masjid-masjid yang ada lapangan seperti di Kelurahan Ketang Baru’, di daerah seperti Bolmong setiap masjid memiliki lapangan tidak mengapa sholat di lapangan. Begitu juga di saat bersamaan umat Kristiani menggelar ibadah peringatan Kenaikan Isa Al Masih yang jatuh  13 dan 14 Mei 2021. Setelah dialog dan demi kemaslahatan bersama disepakati takbiran di masjid-masjid demikian juga sholat id tidak ada di lapangan terbuka. Untuk ibadah kenaikan bagi ummat Kristiani di gereja, tidak di tempat terbuka,”kata Abid

Berdasarkan data laporan Satgas Covid-19 per tanggal 3 mei 2021 tidak ada kasus bertambah, yang sembuh 9 orang dan tidak ada yang meninggal.
“Untuk itu kami bersama Forkopimda Sulut membicarakan hal-hal ini dan memang juga ada surat edaran dari Menteri Agama RI Nomor 3 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah/2021,” lanjutnya.
Gubernur menegaskan ada edara SE Menag RI bahwa Shalat Idul fitri 1 Syawal 1442 H/ 2021 dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat berdasarkan pengumuman gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 setempat.
“Artinya masih diserahkan juga kepada gugus tugas untuk melihat dan mengatur langkah-langkah di dalam menjalankan acara hari raya keagamaan,” ungkapnya.
“Kami bersama dengan Forkopimda intinya sepakat untuk mengikuti dan mematuhi SE dari Menteri Agama RI, dalam rangka menyerahkan kepada gugus tugas ini, tentunya kita tahu bersama akan melaksanakan acara malam takbiran bersama-sama untuk itu dalam acara malam takbiran ini disampaikan bahwa tetap dilaksanakan tapi tidak konvoi dan dilaksanakan di masjid-masjid yang ada,” tambahnya.
Pertemuan yang berakhir sore dihadiri juga Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw, Ketua DPRD Sulut dr Andi Silangen, Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Kakanwil Kemenag Sulut Anwar Abubakar, Ketua MUI Sulut KH Abd Wahab Abd Gafur, Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli, Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa Ketua NU Sulut Ulyas Taha, Ketua Muhammadiyah Sulut Ramly Makahengge, Ketua Parmusi Sulut Hi Muyassir Arif, Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, pimpinan SI Sulut, Pimpinan DMi Sulut Wahyudi Karaeng .(tra)

Leave A Reply

Your email address will not be published.