harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

Liando : Cegah Liberalisasi Politik, Perkuat Wawasan Kebangsaan

Zaman Sekarang Masyarakat Tidak Dengaran, Saat Orba Negara Ditakuti

MANADO– Liberalisasi politik yang melanda partai politik Indonesia patut dikelola. Caranya adalah negara harus tegas. Ketat mengontrol aktivitas parpol yang ideologinya beragam.
Salah satu cara kata Dr Ferry D Liando menguatkan wawasan kebangsaan setiap kader parpol dan masyarakat lain.
Kata dosen Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi ini, wawasan kebangsaan harus dipacu kembali, karena salah satu cara untuk mengatasi fenomena liberalisasi politik saat ini.
Masyarakat amat sulit diatur dan kontrol negara, lantaran mereka berlindung pada undang-undang hak asasi manusia.
“Pemerintah kerap kesulitan mengatur warganya sendiri karena dukungan masyarakat atas kebijakan pemerintah mulai sirna. Kebijakan pemerintah membatasi aktivitas masyarakat akibat penyebaran covid 19 tidak semua masyarakat mendukung. Ada yang bebas beraktifitas, berkerumun tanpa mengatur jaga jarak dan menggunakan masker. Pada jaman orde baru, tidak ada kebijakan yang tidak ditaati masyarakat,”kata Liando saat menjadi salah satu narasumber pada seminar wawasan kebangsaan yang digelar Kesbangpol Manado, Selasa kemarin.
Lanjutnya, di negara-negara yang berhasil mencegah penyebaran virus covid justru negara-negara yang sistim pemerintahannya otoriter.
Tapi di negara-negara yang penyebaran covid tidak bisa dicegah disebabkan pemerintah tidak mampu mengendalikan masyaraktnya. Banyak Masyarakat yang tetap melanggar karena berlindung pada kebebasan sipil.
Polisi dan tentara juga tidak bisa berbuat banyak, sebab jika mereka ketat dan disiplin mereka kerap diancam dengan pelangaran HAM. Dia satu sisi liberalisasi politik juga ditandai dengan kebebasan oleh siapa saja untuk menjadi pemimpin walapun kualifikasi pemimpin belum sesuai standar.
“Lagi-lagi selalu berdalih  bahwa setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih. Wawasan kebangsaan perlu digalakkan kembali mengingat budi pekerti dan karakter bangsa mulai ditinggalkan oleh banyak pihak. Dimana-mana terjadi korupsi, ada pejabat ikut pesta narkoba, jual beli jabatan. Perilaku anak-anak muda juga telah banyak menyimpang dari karakter bangsa. Pengaruh globalisasi dan teknologi menjadi salah satu pemicu.(**)
Related Posts

Leave A Reply

Your email address will not be published.