harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda

AWAS Covid19  Intai Lokasi Vaksin, FKDM Manado Ingatkan Bahaya Mengancam    

MANADO- Anjuran ramai ramai vaksin covid19 boleh dikata sukses. Warga Kota Manado berbondong mencari lokasi vaksin.

Hanya sayang, rata-rata lokasi vaksin tidak peduli protocol Kesehatan (prokes). Khususnya jaga jarak para warga tidak diindahkan.

Akibatnya, disinyalir banyak vaksinator dari Dinas Kesehatan Manado dan puskesmas se Manado terpapar sakit.

Ketua FKDM Edwin Moniaga (kanan)

“Informasi dari salah satu dokter pejabat di Dinkes Manado, sejak minggu lalu petugas vaksin sakit. Ada yang kecapean ada juga terpapar,” kata lurah di salah satu kelurahan di Kecamatan Tuminting.

Kata lurah yang akrab dengan warga, dia dapat informasi lantaran mengajukan permintaan loakasi vaksin. Namun dokter yang tergabung di satgas covid19, meminta jadwal ditunda.

“Kata dokter belum bisa dijanjikan. Kecuali vaksin langsung ke puskesmas terdekat,” tandasnya.

Pantauan di rata-rata lokasi vaksin, para warga berkerumun. Para petugas pun kewalahan mengatur.

Alhasil, kerumunan warga yang ingin divaksin malah akan mengakibatkan menyebarnya virus covid-19. Apalagi diketahui varian baru delta kini tingkat penyebarannya sangat tinggi.

“Akan ada cluster baru. Yaitu cluster vaksin. Baiknya ini yang diangkat untuk membuat kita semua waspada,”celetuk seorang dokter pria asal Dinkes Manado, usai memantau vaksin di Kecamatan Tikala awal Juli lalu.

Tindakan yang sama dilakukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado. Sejak awal minggu lalu, FKDM telah menangkap signal kerumunan di lokasi vaksin berpotensi menyebarkan virus covid19.

Related Posts

Anggota FKDM Manado dr Herlina Siwu berulang kali mengingatkan kewaspadaan ditingkatkan. Setiap memulai aktivitas di luar rumah, selalu terapkan prokes minimal pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Olehnya, FKDM Manado menargetkan sasaran kepada ibu dan anak-anak remaja. Karena para ibu paling sensitive dengan kegiatan para anak.

“Kita harus gencar kampanye wasapda dini. Sampaikan ke para orang tua, bahaya akan mengancam siapa saja yang tidak taat prokes,”kata dokter senior ini.

Ketua FKDM Manado Edwin Moniaga MH menambahkan pantauan FKDM, potensi cluster vaksinasi harus dicegat. Jalan satu satunya semua stakeholders saling bahu membahu.

Jangan semua berharap dan menunggu pemkot Manado untuk mengguggah dan mengingatkan.

“Kita semua anggota FKDM ikut memantau dan mengingatkan di semua lokasi vaksinasi massal. Karena potensi besar penyebaran di lokasi yang tidak menerapkan prokses,”tandas dosen FH Unsrat ini.

Moniaga menegaskan acuan melaksanakan tugas tugas di lapangan telah diterbitkan presiden.  Prokes ini adalah perintah presiden kepada Kementrian PPA, kementrian kesehatan dan kepala badan penanggulangan bencana.

“Prokes ini harus disosialisasi dan dikampanyekan secara masif di kabupaten kota. Di Manado salah satu insiatornya FKDM bersama TP PKK Manado tentunya,”tuturnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Steaven Dandel MPH tak menampik jika tempat vaksinasi menjadi lokasi yang justru berisiko terjadi penularan virus SARS Cov-2.

Tapi dirinya meyakinkan bahwa penerapan protokol kesehatan dilakukan secara maksimal oleh petugas yang ada di lokasi-lokasi vaksinasi.

Meski, di saat bersamaan imbas masih rendahnya kesadaran masyarakat sehingga acap kali terjadi kerumunan.

Karena itu, kata Dandel, Satgas Penanganan Covid-19 terus mengimbau masyarakat agar memperhatikan protokol kesehatan selama pelaksanaan vaksinasi.(rry)

Leave A Reply

Your email address will not be published.