harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
bolsel
syarikatislam

Banyak Prestasi, Mantan Danyon Marinir Bitung Dirindukan Semua Kalangan

Perwira yang Punya Ide Brilian untuk Topang Sulut

KARIR militer Kolonel Marinir Apollinaris AW dimulai dari  danki (komandan kompie) di Marinr Bitung Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL.

Dengan jabatan perwira menengah di Marinir Bitung, tak lantas membuat dia lupa dengan rakyat.

Malah suami dari Putri Kawanua Imelda Mariaty Demus Tangka ini sangat dekat dengan warga Bitung,.

“Pak Apoli tidak pilih-pilih teman dalam bergaul. Dengan saya saja yang hanya seorang nelayan Pak Apoli sangat baik,” kata Nurdin Sandala, salah seorang nelayan Bitung yang di temui di Kompleks Pasar Ruko Pateten, Senin (30/8).

Samsul Huda, pengurus di salah satu masjid menambahkan, meski saat ini tak lagi bertugas di Bitung, Apoli masih sering menghubunginya. Apoli sangat cinta dan tak pernah lupa dengan Bitung bahkan Sulawesi Utara (Sulut). “Pak Apoli sangat dekat dengan tokoh-tokoh Agama dari berbagai agama. Termasuk di masjid-masjid, beliau sering blusukan, meskipun Pak Apoli seorang Katolik yang taat,” katanya.

“Pak Apolli sering blusukan ke semua kalangan mulai pedagang, sopir, tukang ojeg, pengusaha, para wartawan, Forkopimda, bahkan merangkul dan membina para preman,” tambahnya.

Related Posts
jrbm

Mereka berharap, satu saat Apolli yang kini menjabat Dirjian Alutsista Pusjianstra Mabes TNI bisa kembali ke Sulut. Ayah dari Hillary dan Shane itu dinilai bisa ikut berpartisipasi aktif membangun daerah ini. “Pak Apolli punya banyak teman pengusaha lokal, nasional bahkan internasional, investor bakal lebih banyak masuk Sulut,” ujar keduanya.

Sosok Apolli memang dikenal pekerja keras, kreatif dan inovatif. Ia bertugas pertama kali di Bitung sebagai Danki tahun 2001-2004, Pasop 2006 – 2007 dan Danyon 2010 – 2012. Sejumlah Iven lokal, nasional bahkan internasional pernah digagasnya. Salah satunya Bitung Internasional Triathlon (BIT) pada 2011 lalu.

Iven yang diikuti peserta dari beberapa negara asing itu telah turut mempromosikan potensi wisata Bitung dan Sulut. “Selat lembeh dan pesona alam Gunung Klabat kita angkat saat itu karena lokasi BIT di dua tempat tersebut,” ujar pria murah senyum ini.

Dalam rangkaian BIT, untuk pertama kali juga diadakan terjun payung yang titik pendaratannya di Kawasan Megamas Manado. Hal itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Sulut.

Saat sudah bertugas di Jakarta, ia juga menggagas penanaman terumbu karang untuk pertama kali di kawasan Pantai Malalayang yang dihadiri Dankormar Mayjend Buyung Lalana. Iven itu dimeriahkan dengan kehadiran band Slank.

Dikatakannya, Bumi Nyiur Melambai punya sejuta potensi yang kini makin dikenal lebih luas di masa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandou. Saat ini juga, kata dia, banyak spot wisata baru yang bermunculan dan ramai pengunjung. “Jika Tuhan berkenan suatu saat saya ingin turut berbuat demi kesejahteraan masyarakat Sulut,” pungkasnya.

Apolli juga pernah terlibat langsung saat evakuasi erupsi Gunung Lokon, Tomohon, ia tampil sebagai Dansatgas. Ia juga turun saat evakuasi korban helikopter jatuh di gunung Duasudara.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.