harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
bolsel
syarikatislam

Bawa Budaya Minahasa, Lombok: Mahasiswa Unima Harus Diapresiasi Karena Berprestasi

Harimanado.com-Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut Billy Lombok menerima mahasiswa berprestasi FIS Universitas Negeri Manado (Unima) dalam Program Kreativitas Mahasiswa atas penelitiannya tentang “Peran Komunitas Kabasaran Dalam Menjaga Identitas Kebudayaan Minahasa”, Jumat (17/9).

Para mahasiswa yang didampingi PD 3 FIS Unima Recky Sendouw dan Dosen Pembimbing PKM Eka Yuliana Rahman menyerahkan Policy Brief hasil penelitian tentang “Peran Komunitas Kabasaran Dalam Menjaga Identitas Minahasa” kepada DPRD Provinsi Sulut sebagai stakeholder pembentuk peraturan perundang-undangan.

“Harus diapresiasi yang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka prestasi daerah. Mahasiswa Unima ini mewakili daerah berkompetisi secara nasional,” ujar Lombok usai menerima mahasiswa di ruang kerjanya, Jumat (17/9).

Dikatakannya, yang patut digaris bawahi, mahasiswa membawa budaya Minahasa yakni Kabasaran.

“Budaya ini tak mengenal agama, latar belakang. Budaya ini ingin mempersatukan semua kepentingan dari stakeholder orang-orang Minahasa maupun Sulut. Mahasiswa Unima ingin merangkul semua kepentingan yang ada di Sulut,” terang Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulut ini.

Baik dan bagusnya mahasiswa tersebut, mereka sudah tampil di tingkatan nasional. Dan datang di DPRD untuk menyampaikan hasil penelitian.

jrbm

“Mereka sampaikan kepada pemerintah hasil penelitian. Mereka juga sudah memiliki skill, keterpanggilan dalam meneliti. Nah, ini kan akademisi kita perlu dorong agar ada hasil. Dan mereka sudah sampai di situ.

Jadi perlu diapresiasi karena mereka sudah ada prestasi, kemudian ada keberanian untuk membangun daerah,” paparnya.

Menurut legislator dapil Minahasa Selatan itu, ini menjadi motivasi pada generasi muda. Bahwa ternyata budaya itu tak berhenti di satu titik saja. Namun perlu untuk ada hal yang lain.

“Sebagai generasi muda agar lebih memperhatikan budaya. Dengan adanya perkembangan teknologi yang seola-ola menggeser budaya, maka penelitian mahasiswa ini bisa jadi tolak ukur apa yang perlu dilakukan generasi muda, maupun generasi yang ada saat ini,” tuturnya.

Lanjut Lombok, mahasiswa itu perlu ada prestasi. Makanya perlu ada perhatian pemerintah terhadap prestasi yang ditunjukan mahasiswa. Sebab, mengadakan penelitian biayanya tak murah.

“Makanya mereka datang untuk laporkan hasil penelitian sebagaimana syarat kualifikasi lomba. Sekaligus harapan DPRD agar pemerintah perhatikan prestasi generasi muda kali ini soal budaya. Dan mahasiswa juga mendorong adanya Perda Budaya,” tutup lombok. (An1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.