harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
bolmut
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs
hukum unsrat

Ratusan Alumni HPMIG Turun Manado, Dua Hari Hebohkan Warga Gorontalo di Sulut

PLN

MANADO- Ratusan alumni Ikatan Keluarga Himpunan Pelajar Mahasiswa Gorontalo (IKA HPMIG) Kota Manado ramai ramai balik ke Manado, Minggu (23/01).

Mereka ke Manado bertepatan momen bersejarah yang dikenal dengan Hari Patriotik Gorontalo 23 Januari 1942.

Dari wajah mereka kelihatan rasa kangen dengan kota yang pernah mereka tinggali untuk studi sekira tahun 1980 sampai awal 2000 an.

Sambil lepas kangen, mereka juga menggelar acara jumpa tokoh Gorontalo di Manado.

Dari rundown acara, mereka akan menetap di Manado sejak Minggu sampai Selasa (25/1). Mereka ziarah makam para tokoh Gorontalo, temu kangen dengan para tokoh Gorontalo. Senini tadi pagi telah lakukan jalan sehat, dipimpin Wali Kota Marthen Taha dan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, sorenya ngopi bareng di RA Klasik dan malamnya puncak acara malam baku dapa di Asrama Beringin Gorontalo.

“Hari pertama Minggu siang kemarin adalah ziarah kubur di Taman Makam Pahlawan ((TMP) Kairagi,” kata Azan Piola, wakil ketua DPRD Bone Bolango yang juga pentolan IKA HPMIG Manado.

Ketua Panitia tur Risman Taha, mengatakan, rombongan ziarah kubur terbagi dua. Satu rombongan ke Tuminting ziarah ke makam pelaku sejarah 23 Januari 1942 di Gorontalo almarhum Hasan Badjeber dan juga mantan Wagub Sulut alm. A. Nadjamuddin.

Related Posts

“Dalam ziarah ke TMP Kairagi, diawali apel bersama dan Ketua IKA HPMIG Manado, H. Erman Djafar, bertindak Inspektur upacara,”kata adik Wali Kota Gorontalo Marthen Taha.

Selanjutnya rombongan menuju makam H Rauf Moo, lalu A.J Gobel dan Drs Jusuf Hasiru. Di tiga makan para pahlawan ini, rombongan memanjatkan doa dan tabur bunga.

Ikut dalam rombongan pengurus lain diantaranya Adzan Piola, Dony Niode, Antony Saleh, Ketua KKIG Sulut Ismail Mo’o (Keluarga Pahlawan) dan Suardi Hamzah.

Selesai ziarah di TMP Kairagi, rombongan KA HPMIG Manado/KAHMI menuju rumah Kanda Dokter Taufiq Pasiak.

Ketua KKIG Sulut Ismail Mo’o dan Suardi Hamzah menambahkan Hari Patriotik yang setiap tahun diperingati pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo mengandung pesan histori yang dapat dijadikan motivasi bagi generasi hari ini untuk bahu membahu membangun kemajuan.

Menurut keduanya, dari perjuangan Nani Wartabone dan para pahlawan patriotik, setiap warga bisa belajar bagaimana upaya keras para pejuang sehingga berhasil mengusir penjajah dan mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Gorontalo.

“Di situ ada pelajaran tentang semangat, ketulusan, dan jiwa pantang menyerah dari para pahlawan patriotik untuk berjuang mengusir penjajahan dan menciptakan negeri yang aman dan tentram. Teladan dari Pak Nani Wartabone dan para pejuang patriotik perlu menjadi contoh kita semua,” ujarnya.

Di masa kini, lanjut Mo’o dan Hamzah, tanggungjawab perjuangan sebagaimana semangat para pahlawan patriotik tentu belum selesai. Hanya saja, model perjuangannya yang berbeda. Menurutnya, generasi hari ini diberikan amanah untuk meneruskan perjuangan dengan membangun daerah, mencerdaskan dan menyehatkan masyarakat, serta mengusir keterbelakangan.(wal/*)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.