harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
pengaduan PLN
how to make a woman squirt.like it https://www.weneedporn.online
like itjav the thai massage.
nude milfs

Potensi Teripang (Laut) untuk Kosmetik

Oleh: Sylvia Ritta Marunduh

Teripang adalah anggota timun laut (sea cucumber), tetapi tidak semua jenis timun laut merupakan teripang. Untuk memudahkan dalam pengistilahan teripang dan timun laut, dapat dijelaskan bahwa teripang adalah jenis-jenis timun laut yang komersil atau masuk dalam perdagangan lokal dan internasional, yang penggunaannya lebih untuk ke konsumsi (kuliner) dan farmasi.

Teripang adalah hewan laut tak bertulang belakang (invertebrata) yang tersebar di seluruh dunia menghuni berbagai habitat dasar laut pada ekosistem terumbu karang dan lamun, mulai dari daerah pasang surut yang dangkal hingga perairan lebih dalam sampai kedalaman 40 meter.

Dalam buku Pedoman Umum Identifikasi dan Monitoring Populasi Teripang (Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, 2015) disebutkan bahwa di dunia terdapat lebih dari 1.400 spesies timun laut dan sekitar 66 spesies di antaranya adalah teripang. Di Indonesia terdapat 350 spesies timun laut dan 54 spesies di antaranya adalah kelompok teripang yang diperdagangkan. Dari 54 spesies itu, baru 33 spesies yang sudah divalidasi penamaannya secara taksonomi.

Teripang telah dipanen dan diperdagangkan di lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Di pasar global, teripang biasanya diproses sebagai produk kering, yang dikenal sebagai beche-de-mer, trepang, atau haisom. Sedangkan Asia negara adalah pasar konsumen utama untuk teripang dan telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir, menghasilkan peningkatan dramatis dalam permintaan.

Penangkapan ikan berlebihan telah menghabiskan stok teripang liar, dengan 70% teripang tropis dilaporkan telah dieksploitasi secara penuh, dieksploitasi secara berlebihan atau habis sehingga mendorong budidaya sumber daya yang bernilai ekonomi ini.

Perdagangan teripang sudah berlangsung lama di Indonesia bahkan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Beberapa catatan sejarah menunjukkan adanya perdagangan teripang lebih dari 300 tahun. Berdasarkan data Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), pada tahun 2000 Indonesia adalah penghasil teripang terbesar di dunia (2.500 ton) dengan tujuan utama cina, Singapura dan Taiwan.

Kenyataannya dengan tren ekspor meningkat, teripang makin sulit di temui di perairan laut Indonesia. Perairan Sulawesi merupakan penghasil Teripang yang sampai dengan tahun 2018 ikut berkontribusi dalam peningkatan jumlah produksi dan volume ekspor Teripang. Salah satu lokasi di Sulawesi yang merupakan penghasil dan ikut dalam perdagangan Teripang adalah Sulawesi Utara melalui Manado dan Bitung.

Related Posts


Industri kosmetik adalah salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat dalam dekade terakhir. Kosmetik adalah sesuatu yang digosok, dituangkan, ditaburi atau disemprotkan atau diterapkan pada tubuh manusia dengan tujuan untuk membersihkan atau mempercantik penampilan.

Menurut Food and Drug Administration (FDA-USA) kosmetik adalah produk yang dapat memperbaiki penampilan dengan memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit agar senantiasa sehat. Kosmetik tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi fungsi atau struktur dari tubuh. Kosmetik wajib bebas dari efek samping dan aman serta menunjukkan efek positif bagi kesehatan.

Permintaan produk kosmetik dari sumber daya laut telah meningkat pesat karena sifat biologis dan kimianya yang unik. Dalam beberapa tahun terakhir, komponen teripang telah dipertimbangkan untuk digunakan sebagai bahan kosmetik dalam mengobati masalah kulit, terutama sebagai pelembab kulit dan untuk mengurangi keriput.

Di antara begitu banyak organisme laut lain, teripang sudah lama dieksploitasi karena kandungan nutrisinya yang tinggi, kegunaan dalam pengobatan tradisional dan beberapa dekade terakhir karena kandungan senyawa bioaktifnya yang unik. Secara nutrisi, teripang mengandung protein tingkat tinggi (40-60%), dan tingkat lipid yang rendah (terutama asam lemak tak jenuh ganda (PUFA)), mineral (misalnya, kalsium, seng, besi, dan magnesium), dan vitamin (misalnya, A, B1, B2, dan B3).

Porsi yang paling sering dikonsumsi adalah dinding tubuh, yang juga mengandung sebagian besar konstituen aktif yang diketahui memiliki potensi antikanker, antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dan sifat bioaktif lainnya. Berbagai macam senyawa bioaktif yang dikandung oleh teripang antara lain: fenolat, polisakarida, protein (kolagen dan peptida), karotenoid, dan saponin, menunjukkan antioksidan kuat dan aktivitas lainnya. Secara khusus, senyawa fenolik, terutama asam fenolik dan flavonoid, berlimpah di invertebrata laut ini dan menunjukkan aktivitas antioksidan.

Teripang sebagian besar telah digunakan sebagai makanan dan obat-obatan, tetapi baru-baru ini mendapatkan daya tarik di industri kosmetik, meskipun digunakan pada tingkat yang lebih rendah daripada organisme darat. Karena efeknya pada penampilan dan kondisi kulit, hyaluronic acid dan kolagen, seperti yang ditemukan dalam teripang telah menjadi subyek banyak penelitian dan pengembangan anti aging. Komponen teripang seperti polisakarida, kolagen, asam amino mirip mikosporin, saponin, vitamin, dan mineral berpotensi untuk digunakan dalam industri kosmetik. Selain itu, komponen antioksidan teripang dapat menjadi kandidat potensial dalam bidang farmanutraseutikal.

Namun demikian, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami struktur kimia rinci, mekanisme aksi, dan bioaksesibilitas dan bioavailabilitas melalui analisis in vivo dan uji klinis untuk mendukung klaim kesehatan dan mengkomersialkan produk dari teripang, termasuk potensi pemanfaatan teripang dalam bidang kosmetik.

(Sylvia R. Marunduh, Mahasiswa Program Studi S3 Kelautan Universitas Sam Ratulangi)

Gambar 2. Jenis Teripang yang masuk dalam Daftar Appendiks II CITES (A. Holothuria fuscogilva; B. Holothuria whitmaei; C. Holothuria nobilis)
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kkp – kementerian kelautan dan perikanan

Leave A Reply

Your email address will not be published.