harimanado.com
Selalu Ada Yang Beda
bolsel
syarikatislam

Punya Stok 149 Miliar Ton Batu Bara, China Pilih Sedot Milik Indonesia

Harimanado.com, JAKARTA– Founder Bumi Global Karbon (BGK) Foundation, Achmad Deni Daruri mengatakan cadangan batu bara di China, diperkirakan hanya cukup untuk 35 tahun.

Untuk menutupi kekurangannya di masa depan, China harus menyedot atau impor dari Indonesia.

Oleh karenanya Indonesia perlu cermat dalam mengekspor batu bara. Khususnya, menghadapi derasnya permintaan dari China.

“Diperlukan upaya khusus agar usaha batu bara di Indonesia bersifat going concern, terus dipertahankan. Hati-hati dengan permintaan batu bara China,” kata Deni dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/2/2022).

Deni mengatakan, cadangan batu bara China diperkirakan mencapai 149,8 miliar ton. Nomor empat terbesar di dunia. Berarti batu bara di China hanya cukup sekitar 35 tahun pada tingkat konsumsi saat ini dan tidak termasuk cadangan yang belum terbukti.

Sedangkan Indonesia, kata Deni, cadangan batu baranya mencapai 24.910 juta ton (MMst). Atau nomor 11 di dunia, menyumbang 2 persen dari total cadangan batu bara dunia yang diperkirakan 1.139.471 juta ton (MMst).

Related Posts
jrbm

“Indonesia memiliki cadangan terbukti setara dengan 242,7 kali konsumsi tahunannya. Artinya, batu bara bisa untuk 243 tahun di Indonesia. Pada tingkat konsumsi saat ini, dan tidak termasuk cadangan yang belum terbukti,” terang Deni.

Berdasarkan data tersebut, lanjut Deni, wajar bila China tergolong rakus untuk impor batu bara asal Indonesia. Agar cadangan batu baranya bisa diperpanjang lebih dari 35 tahun. Sementara itu, negara dengan cadangan batu bara paling besar di dunia yakni Amerika Serikat (AS), sebanyak 22,3 persen cadangan dunia.

“Di pihak lain, China merupakan negara yang paling rakus dalam mengkonsumsi batu bara dunia, setelah itu diikuti India,” tuturnya.

Dari mana China mengimpor batu bara? Deni menyebut Indonesia. Lebih dari 62 persen impor batu bara China berasal dari Indonesia. Sedangkan 17 persen lainnya berasal dari Rusia. Sisanya berasal dari berbagai negara, termasuk Australia dan Amerika Serikat.

Sepanjang Januari hingga November 2022, China mengimpor 262,41 juta ton batu bara. Turun 10 persen dindingkan periode sama di 2021. Kebutuhan batu bara naik lantaran Pemerintah China gencar membangun pembangkit listrik tenaga batu bara untuk memastikan ketersediaan listrik saat musim dingin.

“Otomatis, China membakar lebih banyak batu bara ketimbang negara-negara lain di dunia. Dampaknya, China menyumbang emisi gas rumah kaca terkait batu bara, hampir 6 persen pada 2022,” ungkap Deni.

Sedangkan pada 2020, lanjut Deni, China mengekspor sekitar 436 ton batu bara, senilai jutaan dolar. Saat ini, jumlah pembangkit listrik batu bara di China terbanyak di dunia, mencapai 1.110 pembangkit

Leave A Reply

Your email address will not be published.