FKUB: Warga Sulut Tetap Hidup Rukun

Rizali M Nur

Harimanado.com-Manado – Demonstrasi yang mengakibatkan kerusuhan dan menelan korban jiwa pada 21-23 Mei pekan kemarin, di Depan Kantor Bawaslu RI. Kembali mendapat keprihatinan dari tokoh agama Islam Sulawesi Utara (Sulut). Salah satunya, yakni KH Rizali M Nur yang juga menjabat sebagai Wakil Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulut.
“Saya ikut prihatin aksi kerusuhan yang terjadi pasca pengumuman hasil penghitungan suara pemilu 2019, khususnya Pilpres. Saya ikuti perkembangannya sampai puncak tanggal 21 Mei itu, mulanya baik-baik saja. Saya sendiri merasa prihatin karena apa, bulan ramadhan yang harusnya kita jaga, kita pelihara kesuciannya, kok bisa dijadikan suatu hal sedemikian rupa sehingga terjadi itu. Puncaknya pada malam 22 Mei sampai dini hari,” ujarnya, Senin (28/05/2019).
Dia pun meminta ketegasan aparat keamanan untuk menindak tegas para perusuh maupun aktor intelektualnya dibalik itu semua.
“Ini sudah ditunggangi, sejak awal demo ini saya juga mengikuti perkembangannya. Pas habis sahur itu. Kita harus cari siapa dibalik semua ini. Sudah ada bukti-bukti dari pihak Polri. Saya minta ketegasan dari pihak keamanan untuk menindak tegas para perusuh dan otaknya,” ucapnya.
Menurutnya, kalau tidak ditindak tegas, mereka tidak akan berhenti. Apalagi masih ada sengketa Pilpres yang harus diselesaikan di MK.
Pembina Pondok Pesantren Karya Pembangunan ini juga memberikan apresiasi terhadap tindakan tegas dan humanis aparat keamanan baik Polri maupun TNI dalam penanganan aksi tersebut.
“Tindakan Polri itu sudah tepat, ada tahapan-tahapan tindakan yang dilakukan oleh aparat, peringatan dan segala macam. cuma yang mengada-ada itu mereka sendiri (Perusuh,red). Saya kira saya support dengan Polri, dan Alhamdulillah sekarang sudah tenang, tinggal pihak keamanan melakukan penjagaan,” terangnya.
Dia mengimbau kepada seluruh warga Indonesia khususnya di Sulawesi Utara, apapun agama dan suku bangsanya agar tetap hidup rukun dan damai.
“Kita bertetangga jangan sampai menutup diri, kita harus mendengarkan pemerintah, para aparat keamanan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, selama para tokoh agama dan masyarakat juga memberikan contoh yang baik dalam ucapan maupun tindakan,” ujarnya.
Ia mengajak warga agar jangan cepat termakan oleh isu – isu yang menyesatkan dan juga mampu menahan diri.
“Bulan Ramadhan ini kan bulan suci jadi kita harus menahan diri, sabar, kenapa harus ribut,” tegasnya.
Pasca pengumuman hasil Pilpres oleh KPU beberapa waktu lalu, Ustad bersama anggota FKUB Sulut dan Asosiasi Kerukunan di Sulawesi Utara juga sudah megucapkan selamat kepada pasangan capres Jokowi dan cawapres Ma’ruf Amin periode jabatan 2019 hingga 2024. (but)

 

Pos terkait