Harimanado- Sekilas pandang penampilan Rahmawaty Palesang tidak istimewa. Sesekali wajahnya berpaling ke samping kanan. Ngobrol santai dengan wanita sesama pengusaha UMKM
Wanita berdarah Bugis tampil apa adanya. Wajahnya agak tirus. Kedua alis hitam lebar. Lipstik merah agak pucat.
Tubuh ramping dibungkus busana muslim warna hijau lumut. Dia terlihat biasa saja. Tidak ada asesoris yang mencolok di kedua lengannya.
Rahmawaty salah satu wanita pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Banyak yang belum kenal siapa perempuan energik dan ulet ini.
Yang mengenal perempuan berdarah Makassar itu hanya karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Manado, unit Mantos.
Wanita usia 30 an ini sengaja diundang BSI Area Manado ke Gedung Keuangan lt 6 kantor Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi Sulut.
Dia hadir di ruang serbaguna untuk ikut acara Literasi Pembiayaan UMKM, Mudah dan Terjangkau untuk UMKM pada Selasa (22/09/2026).
Wanita yang memilih single ini didatangkan Andre Lesmana Manager Micro and Pawning BSI Area Manado.
The Business woman diminta beri testimoni sebagai Pengusaha kecil binaan BSI Area Manado.
Rahma sapaan akrabnya tampil percaya diri. Kalimatnya mengalir lancar. Struktur kata tertata baik.
Dia bersemangat menceritakan awal mula perjalanan bisnisnya. Dia mulai dari bisnis kos kosan.
“Saya telah lama menjadi debitor BSI Manado.Pada saat covid tahun 2020. Modal pertama warisan peninggalan suami berupa sertifikat tanah di Pomorrow,”tutur perempuan berwajah tirus.
Sebelum dijamah BSI, Rahma sempat bimbang. Terbesit rasa cemas kalau kos kosan yang berdiri di sebidang tanah terancam kandas.
Di tengah kebimbangan ditinggal suami. Single parent ini mencari jalan. Mencari bank yang bisa membiayai. Lalu tiba tiba terbersit nama BSI. Dia mencari alamat di Google alamat BSI.
“Setelah itu saya ke BSI cabang Mantos. Saya diarahkan bertemu bu Hanifah. Mungkin bu Hanifah sudah pindah ya..Saya dibantu bu Hanifah sampai disetujui permintaan pembiayaan. Mereka langsung tawarkan 500 juta,”aku wanuta yang suka pakai pupur tipis.
Suntikan modal dia belikan isi kosan. Dengan uang sebanyak itu, Rahma tidak tergoda. Modal dari bank digunakan untuk buka usaha lain.
Tahun demi tahun usaha kosan di Pomorrow lancar. Kamar selalu penuh. Tak cukup satu kosan, Rahma ekspansi kamar kosan di Kota Ternate. Para pekerja di Ternate banyak menjual perumahan dengan memilih tinggal di kosan.
Dari Pomorrow Rahma melirik Perkamil. Dia sasar kelompok mahasiswa dan pegawai.
”Alhamdulilah ada belasan kamar terisi. Tarif 800ribu sampai 1 juta,”ungkapnya sambil tersenyum.
Otak bisnis Rahma terus berjalan. Dia amati penghuni kosan enggan nyuci sendiri.Dicobalah bisnis Laundry.
Dua usaha itu tidak cukup. Dia jalankan usaha kantin di belakang kantor Pemgadilan Negeri Manado. Selain itu dia menjejaki bisnis barber shop. Dia sendiri turun langsung.
”Saya buka barber shop sambil belajar di Youtube. Barber punya saya melayani membuat rambut gimbal,”ujar wanita polos tanpa asesoris di pergelangan tangannya.
Para pelaku UMKM terkesima mendengar success story perempuan bertubuh sedang itu.
Dia mengajak pelaku usaha untuk menjadi mitra BSI. Dia telah dua kali didanai BSI. Setelah diberi pinjaman dana KUR Rp500 juta, diberi tambahan modal melalui skim BSI BUM sebanyak Rp300 juta.
”Alhamdulillah pinjaman pertama sudah lunas. Saya sarankan ibu ibu minta pembiayaan KUR di BSI. Modal usaha yang didapat kita gunakan benar benar untuk usaha . Jangan tergoda untuk bal lain,”tutup Rahmawati.(“)
.















