Harimanado- Puluhan wartawan Bolaang Mongondow (Bolmong) tambah wawasan meracik berita jurnalistik.
Mereka digembleng selama tiga hari oleh instruktur Tempo Institut (TI). Dari Selasa berakhir Kamis (15-17/09/2026) di ruang Kinalang Sutan Raja Hotel Kotamobagu .
Lembaga pelatihan milik Tempo Group itu dikontrak JResources Bolaang Mongondow (JRBM) untuk mengasah wawasan menulis berita terkait environmental, social and governance (ESG) ke para wartawan.
JRBM sudah pasti punya misi mengadakan pelatihan menulis dengan tema Menggali Cerita Mengangkat Makna (bentuk Storytelling untuk penulisan ESG yang berdampak!)
”Kegiatan ini semoga membawa manfaat untuk para wartawan di Bolmong. Kami berharap para wartawan bisa menulis cerita tentang ESG yang bermanfaat . Karena kita juga butuh kritik apa adanya. Pelatihan ini sekaligus membalas utang saya karena gagal menjadi wartawan,”tutur Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor disambut tawa yang hadir.
Usai pembukaan singkat, Anang yang pernah ditunjuk Vice President Corporate Communications PT Pertamina era Dirut Karen Agustiawan menjelaskan garis besar bisnis tambang . Dia juga menjelaskan bertumpuk kewajiban JRBM. Dari aneka pajak sampai royalti.
“Royalti ke pusat 16 persen dari produksi. Nanti pusat relokasi dananya ke daerah penghasil 32 persen, daerah sekitar 32 persen, sisanya pusat dan provinsi,”ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan dalam empat sesi. Hari pertama diawali materi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) oleh Yudono Januar.
Dengan runut terstruktur Januar menjelaskan KEJ. Dia ikut mencontohkan kasus Tempo saat aktif di Tenpo.
Mantan editor rubrik daerah Majalah Tenpo mengingatkan karya jurnalistik harus obyektif, independen dan berimbang.
”Bagaimana cara anda mencari solusi ketika berita anda diadukan ke Dewan Pers. Dengan alasan narasumber keberatan diwawancarai via telepon,”tantang Januar.
Usai KEJ, siang harinya Purwani Diyah Prabandani menyampaikan materi Stright News dan feature.
Mantan Managing Editor Tempo English mereview sekalian merefresh dasar dasar menulis. Teknik menulis yang terstruktur dalam bentuk piramida terbalik. Cara menulis plot berita. Menulis dalam bentuk stright News, feature hingga news story .
“Satu hal adalah menentukan lead berita. Karena judul berita biasa tergambar di lead. Data juga harus akurat. Harus gunakan kalimat aktif,”jelasnya.
Di hari kedua materi pelatihan Storytelling dibawakan wartawan kawakan Filipus Parera. Pria kepala agak plontos menjelaskan apa beda Storytelling dan feature.
Bagaimana teknik menulis Storytelling. Sistematika menulis di setiap alinea .
“Menulis storytelling seperti bertutur untuk memikat pembaca. Memceritakan lebih dalam. punya human interest. Dia memberikan jiwa pada jurnalisme naratif, yakni teknik bercerita yang menyertakan karakter subjek, deskripsi tempat dan peristiwa,”jelas Parera.
Parera juga membubui dengan pengalaman saat meliput skandal besar.
Menurut wartawan yang kerap meliput di luar negeri, Storytelling harus membuat pembaca seolah olah merasakan dan melihat fakta yang kita tulis .
“Kita harus menggunakan semua panca indera. Termasuk indra penciuman,”sentilnya.
Lebih seru lagi materi terakhir pelatihan foto berita. Pemateri editor foto Majalah Tempo Gunawan Wicaksono.Teknik dan gaya menjelaskan fotografer andal ini menampikan foto karyanya yang dapat penghargaan.
Usai inhouse training, para peserta praktik memotret di sekitar lokasi. Karya para wartawan ditampilkan dan diberi nilai oleh Mas Gun dan tim.
Selama tiga hari, para peserta yang sudah berpengalaman begitu antusias menyimak semua materi.
Tidak ada rasa jenuh apalagi capek. Padahal materinya rada rada berat. Kelihatan dari pancaran wajah ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut Cinthya dan lainnya tetap fresh.
Tim fasilitator TI Boy mampu menghidupkan suasana. Supaya lebih seru peserta dibagi empat grup. Masing masing grup diberi mama. Tim Due, Bulawan, Poltangpot dan
Games games yang diselipkan di antara materi sukses memancing keaktifan peserta. Mereka lebih semangat karena ada ganjaran poin.
Acapkali jawaban mereka dibumbui jok dan saling ledek. Beberapa peserta sering tampil lucu.
Salah satunya Suryadi Mokoagouw alias Yadi. Wartawan Sulawesikini.com menjadi ikon grup Bulawan. Kelihatan lucu setiap kali dia bicara.
Yang paling seru ketika tim fasilitator akan memberi nilai ke masing masing kelompok. Pasti akan ada saling ledek.
Presdir Anang dan Tim pendamping dari Humas JRBM Lita Regina Lubis dan Fauzi Permata turut larut menikmati suasana.
Sesekali Anang ikut mengomentari usai peserta memberi pandangan mereka.
Pelatihan ditutup Kamis sore. Tim JRBM meminta video testimoni kesan pesan kepada 6 wartawan dan wakil tim TI.
Acara masih dilanjut malam harinya di Restoran Pondok Senja di Jalan Kampus STIE Kotamobagu. Letaknya agak ke dalam perkampungan. Akses ke dalam harus masuk lorong Jl. Husin Raupu, tepat di samping Hankook atau di lorong depan Siti Barokah.
Usai ramah tamah dan makan malam. Karaoke dan tari pato pato dari Sangihe
Regina dan Fauzi mengundang perwakilan grup untuk beri kesan selama pelatihan. Sesi ini pun banyak tawa. Karena masing masing tampil beda. Sampai saling melempar jok.
Giliran tim TI memberi sertifikat pelatihan dari Tempo Institut ke semua peserta.
Puncak acara Regina mengumumkan hasil pemenang. Untuk pemenang sudah bisa diprediksi. Mereka diberi bingkisan untuk perlengkapan wartawan.
Selain hadiah tim, JRBM memberi hadiah untuk 6 peserta terbaik.
Seluruh rangkaian acara berakhir penuh sukacita.(ham)















